Press-release

PIM Perkuat Pemberdayaan Perempuan melalui Pelatihan Menjahit

PIM Perkuat Pemberdayaan Perempuan melalui Pelatihan Menjahit

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, PIM bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Desain Mode & Tekstil Ashabul Yamin Al Aziziyah menggelar Pelatihan Menjahit bagi pemudi wilayah binaan perusahaan.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi di Ruang Rapat Melati, Kantor Pusat PT PIM, Rabu, 6 Agustus 2025. Program ini diikuti oleh 17 peserta perempuan yang akan mendapatkan pelatihan selama satu bulan penuh sebagai bekal keterampilan produktif untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

PIM memandang pelatihan menjahit sebagai salah satu upaya strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan usia produktif di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui keterampilan menjahit, para peserta diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara, Nyak Tiari, Camat Dewantara Munawir, Ketua BLKK YPI Ashabul Yamin Al Aziziyah Tgk. Armia, Ketua Karang Taruna Kecamatan Dewantara Safrizal, serta perwakilan lembaga terkait.

Mewakili manajemen PT PIM, Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, S.Kom., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan para peserta, tetapi juga membuka peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat lingkungan, terutama kalangan usia produktif,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, pelatihan menjahit ini merupakan bagian dari rangkaian program pendidikan vokasi PIM melalui Youth Entrepreneurship (YES) yang telah dijalankan sejak 2021. Program tersebut menyasar pemuda-pemudi di lingkungan perusahaan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang wirausaha.

“Sejak 2021, PIM telah meluncurkan program pendidikan vokasi Youth Entrepreneurship atau YES. Berbagai pelatihan keterampilan telah dilakukan, seperti teknisi AC, barista, welder, tata boga, barbershop, teknisi listrik dan panel surya, perbengkelan motor injeksi, hingga desain grafis dan fotografi. Harapannya, para penerima manfaat memiliki daya saing, baik di dunia kerja maupun dalam membangun kemandirian usaha,” tambahnya.

Jufri juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak terlepas dari dukungan berbagai stakeholder. Karena itu, PIM terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pelatihan, komunitas, dan masyarakat agar program TJSL yang dijalankan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara, Nyak Tiari, mengapresiasi kolaborasi PIM bersama BLKK Ashabul Yamin dalam membuka ruang peningkatan kapasitas bagi masyarakat. Ia berharap pelatihan ini dapat berkontribusi dalam menekan angka pengangguran serta menciptakan lapangan kerja baru di Aceh Utara.

Ketua BLKK YPI Ashabul Yamin Al Aziziyah, Tgk. Armia, juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian PIM terhadap pengembangan keterampilan masyarakat. Menurutnya, BLKK Ashabul Yamin telah melahirkan banyak alumni yang kompeten dan berhasil di berbagai bidang, sehingga para peserta diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh hingga selesai.

Camat Dewantara, Munawir, turut menyebut pelatihan ini sebagai bentuk nyata kepedulian PIM dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ia berpesan agar peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Melalui pelatihan menjahit ini, PIM berharap para peserta dapat mengembangkan keterampilan secara konsisten, membangun kepercayaan diri, serta mampu mengubah kemampuan yang diperoleh menjadi peluang ekonomi yang produktif. Program ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pertumbuhan wirausaha baru di desa-desa sekitar wilayah operasional.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat pelaksanaan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pengembangan potensi lokal. Perusahaan meyakini bahwa keterampilan yang tepat dapat menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Sekolah Keluarga, Kolaborasi PIM dan Universitas Almuslim Perkuat Ketahanan Sosial Desa

Sekolah Keluarga, Kolaborasi PIM dan Universitas Almuslim Perkuat Ketahanan Sosial Desa

Bireuen, 25 Juli 2025 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berkolaborasi dengan Universitas Almuslim meluncurkan program Sekolah Keluarga di Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.

Program ini menjadi bagian dari komitmen PIM dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada penguatan kapasitas keluarga, pendidikan masyarakat, serta ketahanan sosial desa secara berkelanjutan.

Peluncuran Sekolah Keluarga berlangsung di kawasan binaan PT PIM, Ekowisata Paya Nie, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, M.K.M., Wakil Ketua TP PKK Hiryani Daud, Sekretaris DPMGPKB Irmawati, SP, M.Ling, perwakilan Bappeda Kabupaten Bireuen, Geuchik Blang Mee beserta perangkat desa, serta para pemateri dari Universitas Almuslim.

Program Sekolah Keluarga di Blang Mee merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Gampong Geulanggang Baro. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari penguatan pola asuh, ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, pencegahan stunting, hingga peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan lingkungan.

Mewakili Manajemen PT PIM, Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, S.Kom, menyampaikan bahwa Sekolah Keluarga merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan desa melalui program pemberdayaan yang menyentuh langsung unit sosial paling mendasar, yaitu keluarga.

“Sekolah Keluarga menjadi salah satu program baru yang patut didukung bersama. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan nantinya bisa direplikasi di daerah lain. Kami berharap masyarakat dapat mengikuti program ini dengan baik, karena tim pengajar yang terlibat merupakan para dosen Pascasarjana Universitas Almuslim yang kompeten di bidangnya,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, PIM juga akan ambil bagian dalam pengajaran pada sejumlah bidang, antara lain pertanian dan pangan keluarga, kesehatan, serta lingkungan. Keterlibatan ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.

“Kami dari PT PIM sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang telah hadir dalam pembukaan Sekolah Keluarga dan berkomitmen mendukung program yang kami jalankan. Kami berharap kolaborasi lintas stakeholder dalam program TJSL di wilayah Bireuen dapat terealisasi secara maksimal,” tambahnya.

Perwakilan Universitas Almuslim, Dr. Cut Azizah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Keluarga merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini disusun berdasarkan hasil pemetaan persoalan keluarga di Kabupaten Bireuen, seperti tingginya angka perceraian, stunting, kekerasan dalam rumah tangga, bullying, serta ancaman penyalahgunaan NAPZA dan judi daring.

Melalui pendekatan edukatif, kontekstual, dan aplikatif, Sekolah Keluarga diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan literasi sosial, serta membangun kesadaran kolektif terhadap isu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan perlindungan keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, M.K.M., turut menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan agenda prioritas PKK, terutama dalam penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan pencegahan stunting. Ia mengapresiasi pendekatan program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat di tingkat rumah tangga.

Peluncuran program ditandai dengan penyerahan simbolis paket pembelajaran kepada peserta. Kegiatan ini menjadi titik awal pelaksanaan Sekolah Keluarga di Blang Mee yang diharapkan mampu memperkuat fondasi sosial masyarakat melalui pendekatan berbasis keluarga.

Melalui kolaborasi dengan Universitas Almuslim, Pemerintah Kabupaten Bireuen, perangkat desa, dan masyarakat, PIM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang berkelanjutan, partisipatif, serta mampu menjawab kebutuhan sosial masyarakat secara nyata.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan daerah, tidak hanya melalui dukungan terhadap ketahanan pangan nasional, tetapi juga melalui program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan penguatan kapasitas sosial di wilayah binaan perusahaan.

Respons Cepat PIM Bantu 11 KK Terdampak Kebakaran di Tambon Baroh

Respons Cepat PIM Bantu 11 KK Terdampak Kebakaran di Tambon Baroh

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban kebakaran di Dusun Perdamaian, Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 21 Juli 2025.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian PIM terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan yang sedang tertimpa musibah. Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau 29 jiwa terdampak langsung dalam peristiwa tersebut dan untuk sementara harus mengungsi ke rumah kerabat serta fasilitas umum yang dijadikan tempat penampungan darurat.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Perwakilan Manajemen PIM, Staf Komunikasi dan Administrasi Korporat, Nasruddin, didampingi tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bantuan diterima oleh Pj Geuchik Tambon Baroh, Nuraini, didampingi Imum Mukim Krueng Geukueh, Waled Abdullah, serta aparatur gampong setempat.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar, terdiri dari 22 karung beras, 22 botol minyak goreng, 44 dus air mineral, 22 dus mi instan, 22 papan telur, 11 potong baju daster, 11 lembar jilbab, 11 lembar sajadah, 11 set mukena, 22 kain sarung, serta bantuan uang tunai.

Nasruddin menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian PT PIM terhadap masyarakat sekitar perusahaan, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Nasruddin.

Menurutnya, PIM memahami bahwa keberadaan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat sekitar. Karena itu, perusahaan terus berupaya hadir secara responsif, tidak hanya melalui program pemberdayaan dan pembangunan sosial, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan saat masyarakat menghadapi musibah.

“Semoga para korban tetap diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini. Kami dari PT PIM akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai perusahaan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan,” tambahnya.

Peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Upaya pemadaman dilakukan oleh satuan pemadam kebakaran PT PIM bersama Posko Damkar Pemkab Aceh Utara wilayah Krueng Mane, dibantu masyarakat setempat. Api berhasil dipadamkan setelah lebih dari satu jam proses penanganan.

Adapun warga terdampak dalam musibah tersebut yakni Jafaruddin Ab, Nuraini Ab, Hendra Budiman, Zulfatani, Maulidin, Nurlali, Rusli Budiman, Rahmad Fazawi, Furqan, Marwandani, dan Mahrizal Putra.

Melalui bantuan tanggap darurat ini, PIM menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program TJSL yang responsif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perusahaan berharap bantuan awal tersebut dapat meringankan beban korban serta menjadi dukungan moral bagi keluarga terdampak untuk kembali bangkit.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program kemanusiaan, pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan keagamaan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.

 

Booth Container untuk UMKM, PIM Dukung Ruang Usaha yang Lebih Tertata dan Produktif

Booth Container untuk UMKM, PIM Dukung Ruang Usaha yang Lebih Tertata dan Produktif

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan 7 unit Booth Container kepada Gampong Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa, 15 Juli 2025.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen PIM dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui bantuan ini, PIM mendorong terciptanya ruang usaha yang lebih tertata, layak, higienis, dan menarik bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas perdagangan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, didampingi staf TJSL dan Humas perusahaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Dewantara Munawir, SSTP, M.Si, Kapolsek Dewantara Iptu M. Suherno, Danramil Dewantara Lettu Czi Jamidin, Geuchik Keude Krueng Geukueh Teuku Kamaruzzaman, Imum Mukim Krueng Geukueh Waled Abdullah Ahmad, ulama sekaligus tokoh masyarakat Dewantara Tgk. Samsul Bahri, aparatur gampong, dan masyarakat setempat.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa penyerahan Booth Container tersebut merupakan bagian dari Program Youth Entrepreneurship and Social (YES) yang difokuskan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan serta memperkuat ekonomi masyarakat desa.

“Program YES dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda dan masyarakat desa. Bantuan ini kami berikan berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di gampong, bukan atas dasar keinginan semata. Kami ingin kontribusi perusahaan benar-benar berdampak. Apalagi Keude Krueng Geukueh rata-rata masyarakatnya pedagang,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, booth container ini tidak hanya menjadi sarana pendukung usaha, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kawasan usaha yang lebih rapi, bersih, dan memiliki daya tarik bagi konsumen.

“Selain mendukung ekonomi, booth ini juga menjadi solusi untuk mengurangi kesan kumuh dari lapak-lapak pedagang yang tidak tertata. Harapannya, masyarakat bisa berjualan dengan lebih rapi, bersih, dan tentunya menarik konsumen,” tambahnya.

Geuchik Keude Krueng Geukueh, Teuku Kamaruzzaman, menyampaikan apresiasi kepada PIM atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan tersebut akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) “Brie Poe Malaka” dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan usaha, mulai dari kuliner, jasa, hingga produk UMKM lainnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT PIM atas bantuan ini. Ini menjadi langkah nyata dalam mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Imum Mukim Krueng Geukueh, Waled Abdullah Ahmad, yang menilai bantuan tersebut memberikan manfaat tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga sosial. Ia berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat terus terjaga untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan produktif.

Camat Dewantara, Munawir, SSTP, M.Si, turut mengapresiasi komitmen PIM dalam menjalankan program TJSL yang tepat sasaran. Menurutnya, bantuan booth container ini merupakan bentuk kolaborasi yang dapat mendukung pembangunan gampong, khususnya dalam aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, PIM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Perusahaan berharap booth container tersebut dapat menjadi sarana produktif yang dikelola secara baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM serta masyarakat Keude Krueng Geukueh.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi desa, serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PIM Kumpulkan 512 Kg Sampah dan Tanam Ratusan Pohon di Kawasan Pesisir

PIM Kumpulkan 512 Kg Sampah dan Tanam Ratusan Pohon di Kawasan Pesisir

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar aksi Coastal Clean Up bertajuk Beat Plastic Pollution dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di kawasan pesisir Pantai Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Selasa, 17 Juni 2025.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen PIM dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah plastik. Aksi ini juga sejalan dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yaitu Beat Plastic Pollution atau hentikan polusi plastik.

Aksi bersih pantai tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh Utara, Geuchik Gampong Bluka Teubai dan Bangka Jaya, Universitas Malikussaleh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, sekolah Adiwiyata, komunitas peduli lingkungan, Agam Inong Aceh Utara, masyarakat sekitar, serta insan PIM.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta secara gotong royong membersihkan sampah plastik dan limbah lainnya di kawasan pantai. Dari aksi tersebut, terkumpul 512 kilogram sampah, yang terdiri dari 317,2 kilogram sampah organik, 75,1 kilogram sampah anorganik, dan 119,7 kilogram residu, dengan total 111 karung sampah yang berhasil dikumpulkan.

Tidak hanya melakukan aksi bersih pantai, PIM juga melaksanakan penanaman 100 bibit pohon kelapa di sepanjang Pantai Bangka Jaya sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga kawasan pesisir. Kegiatan ini dilanjutkan pada Rabu, 18 Juni 2025, dengan penanaman 50 bibit pohon cemara laut dan 50 bibit pohon kelapa di kawasan wisata sejarah Museum Samudra Pasai, Geudong, Aceh Utara.

Senior Vice President Teknologi & K3LH PT PIM, Muhammad Ali, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata dan kolaboratif untuk menjaga ekosistem laut serta membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, PIM tidak hanya menunjukkan kepedulian, tetapi juga ingin menjadi agen perubahan yang mendorong budaya ramah lingkungan,” ujar Muhammad Ali.

Menurutnya, kebersihan pantai bukan hanya terkait keindahan kawasan pesisir, tetapi juga menyangkut tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi, laut, dan keberlanjutan kehidupan. Aksi ini juga menjadi kontribusi PIM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin ke-14 tentang pelestarian ekosistem laut.

“Menjaga pantai berarti menjaga masa depan. Sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik dapat merusak ekosistem laut, mengganggu biota, dan berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, perubahan harus dimulai dari aksi kecil yang dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.

Perwakilan DLHK Aceh Utara, Kemalahayati, S.T., M.T., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah plastik.

“Kegiatan ini sangat positif dan diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari upaya berkelanjutan menjaga lingkungan. Pantai yang bersih dan sehat bukan hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga bisa menjadi potensi ekonomi dalam pengembangan wisata,” jelasnya.

Geuchik Gampong Bangka Jaya, Agusri, juga menyampaikan apresiasi kepada PIM atas kepedulian terhadap lingkungan pesisir. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi edukasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan pantai dan merawat pohon yang telah ditanam.

Melalui kegiatan Coastal Clean Up dan penanaman pohon ini, PIM menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program lingkungan secara berkelanjutan. Perusahaan percaya bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari perusahaan, pemerintah, akademisi, komunitas, pelajar, hingga masyarakat.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program-program lingkungan yang berdampak nyata, baik melalui pengelolaan lingkungan di wilayah operasional perusahaan maupun melalui aksi konservasi bersama masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PIM untuk tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sigap Bantu Warga Terdampak Kebakaran, PIM Salurkan Bantuan Tanggap Darurat di Dewantara

Sigap Bantu Warga Terdampak Kebakaran, PIM Salurkan Bantuan Tanggap Darurat di Dewantara

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak musibah kebakaran di Gampong Geulumpang Sulu Timur, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 16 Juni 2025.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, didampingi tim TJSL PIM kepada dua kepala keluarga yang terdampak, yaitu Faisal dan Muhammad Maulidan.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya, antara lain beras, minyak goreng, air mineral, mie instan, telur, serta kebutuhan sandang dan perlengkapan ibadah seperti baju daster, jilbab, sajadah, mukena, kain sarung, hingga diapers.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang sedang mengalami musibah.

“Ini merupakan bentuk kepedulian PT PIM terhadap masyarakat sekitar perusahaan yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban,” ujar Jufri.

Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Senin, 16 Juni 2025, sekitar pukul 09.45 WIB di Dusun Pasi Kuala, Gampong Geulumpang Sulu Timur. Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit kios permanen milik warga dan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp90 juta.

Jufri menambahkan, PIM terus berupaya hadir secara cepat dan tepat dalam merespons kondisi darurat yang terjadi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari komitmen PIM dalam menjalankan program TJSL yang responsif dan berdampak langsung.

“PIM berharap bantuan ini dapat menjadi dukungan awal bagi keluarga terdampak untuk kembali bangkit. Kami juga mendoakan agar para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.

Pemerintah gampong dan masyarakat setempat turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian PIM yang dinilai sigap merespons bencana di wilayah sekitar perusahaan. Salah satu korban, Faisal, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan karena sangat membantu dalam kondisi sulit.

Melalui bantuan tanggap darurat ini, PIM menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan operasional perusahaan, tetapi juga melalui program sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM terus berkomitmen menjalankan program TJSL secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kantor Pusat :

Jl. Medan - Banda Aceh
(Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe)
Desa/Kelurahan Tambon Baroh
Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara
Provinsi Aceh
Kode Pos : 24354; Telp (62-645) 56222

Layanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia :
Kantor Perwakilan :
Jl. Bangka Raya No. 107, PO. Box 4177
Jakarta, Indonesia
Telp (62-21) 71793227; Fax (62-21) 7179096;