Press-release

PIM Hadir sebagai Mitra Petani melalui Program Demplot Padi

PIM Hadir sebagai Mitra Petani melalui Program Demplot Padi

Aceh Utara, 7 Oktober 2025 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani melalui pelaksanaan demonstration plot (demplot) padi di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Program demplot ini menjadi bagian dari upaya PIM dalam memberikan edukasi langsung kepada petani terkait praktik budidaya padi yang lebih efektif, pemupukan berimbang, serta penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Melalui kegiatan ini, petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya dan pengelolaan lahan yang lebih tepat untuk mendorong hasil panen yang optimal.

Sebelumnya, PIM juga telah melaksanakan demplot di dua lokasi di Kecamatan Dewantara, yaitu Gampong Geulumpang Sulu Barat dan Gampong Paloh Lada. Program ini menjadi model percontohan bagi petani agar dapat membandingkan pola budidaya konvensional dengan praktik budidaya yang lebih terukur dan berbasis pendampingan.

Melalui program ini, PIM tidak hanya hadir sebagai produsen pupuk, tetapi juga sebagai mitra petani dalam meningkatkan pemahaman tentang pemupukan yang tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat cara. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, serta memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil panen.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa program demplot dirancang sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi petani binaan agar dapat menerapkan sistem budidaya padi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Program demplot ini kami rancang untuk mendampingi petani binaan agar dapat meningkatkan hasil panen setiap tahunnya. PIM tidak hanya memberikan dukungan sarana produksi, tetapi juga pendampingan teknologi mulai dari pengolahan tanah, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, pemanfaatan pupuk dalam program demplot dilakukan secara lebih terukur, salah satunya melalui pendekatan berdasarkan hasil uji tanah. Dengan demikian, pemupukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman sehingga lebih efisien dan berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Harapannya, lahan demplot ini menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh petani lain. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan pola budidaya yang tepat, biaya produksi dapat ditekan, sementara hasil panen bisa meningkat,” tambahnya.

PIM menilai bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada pengetahuan petani dalam mengelola lahan, menentukan dosis pupuk, memahami kondisi tanah, serta mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman. Karena itu, program demplot menjadi ruang belajar bersama antara perusahaan, petani, penyuluh, dan pemerintah gampong.

Melalui pendekatan tersebut, petani tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lahan percontohan. Petani dapat mengamati pertumbuhan tanaman, membandingkan hasil perlakuan, serta memahami manfaat pemupukan berimbang dalam meningkatkan produktivitas padi.

Program demplot padi di Gampong Paloh Lada juga menjadi bagian dari komitmen PIM dalam mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM terus berperan dalam memastikan petani mendapatkan edukasi, pendampingan, serta dukungan yang relevan untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.

PIM berharap program ini dapat memperkuat semangat petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong program-program pertanian berbasis edukasi dan pendampingan agar manfaatnya semakin luas bagi petani di wilayah sekitar operasional perusahaan.

PIM Dorong Pemuda Lingkungan Jadi Mandiri melalui Pelatihan Barista dan Tata Rias

PIM Dorong Pemuda Lingkungan Jadi Mandiri melalui Pelatihan Barista dan Tata Rias

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing melalui program pelatihan vokasi bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Barista Batch 2 serta Pelatihan Tata Rias Kecantikan dan Penata Rambut Wanita bagi pemuda dan pemudi di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh di Gedung Learning Development Center PT PIM, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin, 6 Oktober 2025.

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 16 peserta pelatihan barista dan 16 peserta pelatihan tata rias kecantikan serta penata rambut wanita. Pada kesempatan yang sama, PIM juga menutup kegiatan Pelatihan Menjahit Tahun 2025 yang sebelumnya diikuti oleh 17 peserta.

Pgs. Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa program pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan.

“Pelatihan ini merupakan kelanjutan kerja sama kami dengan BPVP Banda Aceh dalam program peningkatan vokasi. Tahun ini, PT PIM mendapatkan enam jenis pelatihan yang difasilitasi oleh BPVP, di antaranya barista, tata rias kecantikan, penata rambut wanita, smart farming, IT skill, desain grafis, dan teknisi bidang elektrikal,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, program vokasi yang dijalankan PIM selama ini telah memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Sejumlah alumni pelatihan sebelumnya telah mampu membuka usaha mandiri di bidang barbershop dan kafe, serta bekerja sebagai tenaga profesional di dalam maupun luar daerah.

“Banyak alumni pelatihan kita yang sudah berhasil membuka lapangan kerja baru. Ini membuktikan bahwa pelatihan vokasi benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

PIM memandang pelatihan barista, tata rias, dan penata rambut wanita sebagai bidang keterampilan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selain relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, keterampilan tersebut juga dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk membangun usaha mandiri berbasis jasa dan ekonomi kreatif.

Pgs. Sekretaris Perusahaan PT PIM, Muhammad Taufiq, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM lokal merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan program TJSL.

“PT PIM berupaya menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan vokasional seperti hari ini. Kami ingin masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya di Dewantara dan Aceh Utara, bisa mandiri dan berdaya saing,” ujar Taufiq.

Taufiq juga mendorong para peserta agar tidak berhenti belajar setelah pelatihan selesai. Menurutnya, keterampilan teknis perlu dikembangkan dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan pemasaran agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kreativitas. Barista, misalnya, bisa dikombinasikan dengan kemampuan digital marketing atau konten kreatif agar lebih menarik dan bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

Perwakilan BPVP Banda Aceh, Derry Renaldi, turut mengapresiasi dukungan PIM dalam mendukung program pemerintah di bidang peningkatan keterampilan tenaga kerja. Ia menyampaikan bahwa pelatihan barista akan berlangsung selama 8 hari, sedangkan pelatihan tata rias dan pangkas rambut wanita berlangsung selama 16 hari.

Perwakilan Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Ketenagakerjaan Aceh Utara, T.M. Wahdan Hidayat, juga mengapresiasi konsistensi PIM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Aceh Utara. Ia menilai pelatihan seperti ini dapat menjadi jembatan bagi pemuda-pemudi untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik, baik melalui dunia kerja maupun usaha mandiri.

Sementara itu, Camat Dewantara Munawir mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, industri kopi, tata rias, dan penata rambut memiliki peluang yang terus berkembang, baik di Aceh Utara, Lhokseumawe, Banda Aceh, Medan, maupun daerah lainnya.

Melalui program ini, PIM menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan yang mendorong masyarakat memiliki keterampilan, percaya diri, dan kemampuan ekonomi yang lebih baik. Perusahaan berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, membuka peluang usaha baru, serta menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal di lingkungan sekitar perusahaan.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata, khususnya melalui pendidikan vokasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan kapasitas masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Cetak Generasi Muda Siap Kerja, PIM Perkuat Kolaborasi Vokasi dengan BPVP Banda Aceh

Cetak Generasi Muda Siap Kerja, PIM Perkuat Kolaborasi Vokasi dengan BPVP Banda Aceh

Banda Aceh – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing melalui program pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PIM melalui Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Kamis, 25 September 2025.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, bersama rombongan. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan, di antaranya Staf Ahli Gubernur Aceh Restu Andi Surya, Kepala BPVP Banda Aceh Rahmad Faisal, Kepala Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Aceh Muhammad Ikhsan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husen, Kepala Dinas Sosial Aceh Muslem Yakob, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen PIM dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, dunia kerja, dan peluang wirausaha.

“Melalui program pelatihan vokasi ini, PT PIM ingin memastikan anak-anak muda usia produktif memiliki keterampilan yang dapat bersaing di dunia kerja maupun wirausaha. Kerja sama dengan BPVP dan FKLPID Aceh sudah berjalan selama empat tahun, dan hampir seratus peserta dari masyarakat binaan telah dilatih serta memperoleh sertifikasi melalui uji kompetensi BNSP,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, PIM memandang pengembangan SDM sebagai investasi sosial jangka panjang. Program vokasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun mental produktif, kepercayaan diri, dan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Tahun ini, PIM menghadirkan enam bidang pelatihan, terdiri atas empat skema Mobile Training Unit (MTU), yaitu Barista, Tata Rias Wajah dan Kecantikan, Pangkas Rambut Wanita, serta Teknisi Handphone. Selain itu, terdapat dua pelatihan berbasis Project Based Learning (PBL), yakni Smart Creative IT Skills dan Smart Farming berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

“Alhamdulillah, usulan enam bidang pelatihan ini telah disetujui oleh BPVP Banda Aceh. Kami berharap program ini dapat meningkatkan soft skills maupun hard skills generasi muda di sekitar perusahaan sehingga mampu bersaing di dunia kerja,” tambah Jufri.

PIM menilai bahwa pilihan bidang pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan zaman. Keterampilan seperti barista, tata rias, pangkas rambut, teknisi handphone, teknologi kreatif, dan smart farming memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi profesi maupun usaha mandiri di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan BPVP Banda Aceh, PIM ingin memastikan pelatihan yang diberikan memiliki standar kompetensi yang jelas, terukur, dan dapat dibuktikan melalui sertifikasi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengakuan kompetensi yang dapat memperkuat daya saing mereka.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, juga membuka Pelatihan Project Based Learning (PBL) Batch III dan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Menaker turut berdiskusi bersama lintas pemangku kepentingan terkait penguatan pelatihan vokasi di Indonesia.

PIM berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat binaan. Melalui program TJSL bidang pendidikan vokasi, perusahaan ingin mendorong terciptanya generasi muda yang terampil, mandiri, adaptif, dan mampu mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penguatan SDM melalui pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah perusahaan dalam membangun kemandirian sosial ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Manajemen Baru PT Pupuk Iskandar Muda Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Pemangku Kepentingan di Aceh

Manajemen Baru PT Pupuk Iskandar Muda Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Pemangku Kepentingan di Aceh

Aceh Utara, 16 September 2025 – Pasca pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) pada 26 Agustus 2025 yang menetapkan jajaran manajemen baru, PT PIM melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi kepada berbagai pemangku kepentingan di wilayah Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Provinsi Aceh pada 16–22 September 2025.

Jajaran manajemen baru PT PIM terdiri dari Filius Yuliandi sebagai Direktur Utama, Zulyan Imansyah sebagai Direktur Operasi & Produksi, Koko Sudiro sebagai Direktur Keuangan & Umum, serta Maimun sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kunjungan ini menjadi langkah awal manajemen dalam mempererat hubungan dan memperkuat sinergi dengan berbagai instansi pemerintah, aparat penegak hukum, unsur Forkopimda, serta para pemangku kepentingan lainnya yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.

Rangkaian kunjungan diawali dengan silaturahmi ke berbagai instansi di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, kemudian dilanjutkan ke sejumlah instansi di tingkat Provinsi Aceh. Dalam setiap pertemuan, manajemen PIM memperkenalkan jajaran direksi yang baru sekaligus berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan dan pembangunan daerah.

Direktur Utama PT PIM, Filius Yuliandi, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun komunikasi yang harmonis dan hubungan yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup dan industri strategis nasional, PT PIM memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk bagi sektor pertanian. Untuk itu, dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat terus berkembang, memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.

Manajemen PIM juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh seluruh pihak selama rangkaian kunjungan berlangsung. Dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa mendatang.

Melalui kegiatan silaturahmi ini, PT PIM menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan kolaborasi yang saling mendukung, serta menjalankan operasional perusahaan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Perkuat Akses Kesehatan Warga, PIM Serahkan Ambulan Kedua untuk Lembaga Dewantara Sehat

Perkuat Akses Kesehatan Warga, PIM Serahkan Ambulan Kedua untuk Lembaga Dewantara Sehat

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan 1 unit ambulans tambahan kepada Lembaga Dewantara Sehat (LDS), Selasa, 16 September 2025.

Bantuan ambulans ini menjadi armada kedua yang diserahkan PIM kepada LDS untuk memperkuat layanan kesehatan dan mendukung kebutuhan darurat medis masyarakat di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Dengan tambahan armada tersebut, layanan kesehatan masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat, responsif, dan menjangkau warga yang membutuhkan.

Prosesi penyerahan berlangsung di halaman Kantor Camat Dewantara. Ambulans diserahkan langsung oleh Pembina Yayasan Zakat PIM, Nizamullah, kepada Camat Dewantara, Munawir, serta disaksikan oleh Ketua Yayasan Zakat PIM, Mirza H. Sudirman, Staf Yayasan Zakat PIM, H. Syamsuar Gade, Staf Humas PT PIM, Nasruddin, Ketua LDS Muhammad Ridha beserta jajaran pengurus, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan setempat.

Ketua Yayasan Zakat PIM, Mirza H. Sudirman, menyampaikan bahwa bantuan ambulans kedua ini bukan hanya bentuk dukungan sarana kesehatan, tetapi juga wujud kepedulian PIM terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Semoga tambahan armada ini dapat mendukung LDS dalam menjalankan misi kemanusiaan dan meningkatkan akses kesehatan warga,” ujar Mirza.

Menurutnya, akses terhadap layanan kesehatan yang cepat dan memadai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, PIM terus berupaya menghadirkan program sosial yang berdampak langsung, terutama dalam mendukung layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan.

PIM memandang kehadiran ambulans ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem layanan sosial berbasis masyarakat. Melalui dukungan kepada LDS, perusahaan berharap warga yang membutuhkan bantuan transportasi medis, baik dalam kondisi darurat maupun rujukan kesehatan, dapat memperoleh layanan yang lebih mudah dan cepat.

Dengan tambahan armada tersebut, LDS kini memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk mendukung pelayanan kesehatan di Kecamatan Dewantara. Kehadiran ambulans ini juga diharapkan dapat membantu mengatasi kendala akses masyarakat terhadap layanan medis, terutama bagi warga yang membutuhkan pertolongan segera.

Melalui program ini, PIM menegaskan bahwa pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga pada upaya membangun ekosistem sosial yang lebih kuat, sehat, dan berdaya. Perusahaan percaya bahwa kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, lembaga sosial, aparatur gampong, dan masyarakat dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar perusahaan.

Dari Kepedulian Menjadi Hunian, PIM Salurkan Rumah Sehat Sederhana ke-298

Dari Kepedulian Menjadi Hunian, PIM Salurkan Rumah Sehat Sederhana ke-298

Lhokseumawe – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar perusahaan melalui penyerahan 1 unit Rumah Sehat Sederhana (RSS) kepada Zulfami Yunus, warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Bantuan tersebut merupakan RSS unit ke-298 yang telah dibangun dan diserahkan PIM kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari kepedulian sosial perusahaan melalui Yayasan Zakat PIM, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa hunian yang layak, sehat, dan aman.

Serah terima rumah dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025, dan dilakukan langsung oleh Pembina Yayasan Zakat PIM, Nizamullah, didampingi Sekretaris Yayasan Zakat PIM, T. Alfianda Qadri, VP Pelayanan Umum PIM, Mahsurizal, serta pengurus Yayasan Zakat PIM lainnya. Prosesi tersebut turut disaksikan Sekretaris Desa Blang Naleung Mameh, Herizal, bersama perangkat gampong setempat.

Pembina Yayasan Zakat PIM, Nizamullah, menyampaikan bahwa program Rumah Sehat Sederhana merupakan wujud kepedulian PIM terhadap masyarakat, khususnya warga yang masih membutuhkan tempat tinggal layak huni.

“Bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, rasa aman, dan semangat baru bagi penerima manfaat dalam menjalani kehidupan bersama keluarga,” ujar Nizamullah.

Menurutnya, program RSS telah berjalan secara berkelanjutan sebagai salah satu bentuk kontribusi sosial PIM kepada masyarakat sekitar perusahaan. Hingga saat ini, sebanyak 298 unit rumah telah disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

“Program ini akan terus kita lanjutkan sebagai bentuk kepedulian kepada fakir miskin dan masyarakat yang rumahnya masih belum layak huni. Kami juga terus berkoordinasi dengan aparatur gampong agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” tambahnya.

PIM menilai bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga. Dengan hunian yang lebih layak, penerima manfaat diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, nyaman, dan bermartabat.

Penerima bantuan, Zulfami Yunus, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada PIM atas bantuan rumah yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya dan menjadi anugerah besar dalam kehidupan mereka.

Sekretaris Desa Blang Naleung Mameh, Herizal, turut mengapresiasi konsistensi PIM dalam menjalankan program sosial bagi masyarakat. Ia berharap program Rumah Sehat Sederhana dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Melalui program Rumah Sehat Sederhana, PIM menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kesejahteraan sosial, memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus menjalankan program sosial yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan sosial dan ketahanan pangan nasional.

Kantor Pusat :

Jl. Medan - Banda Aceh
(Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe)
Desa/Kelurahan Tambon Baroh
Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara
Provinsi Aceh
Kode Pos : 24354; Telp (62-645) 56222

Layanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia :
Kantor Perwakilan :
Jl. Bangka Raya No. 107, PO. Box 4177
Jakarta, Indonesia
Telp (62-21) 71793227; Fax (62-21) 7179096;