Press-release

PT Pupuk Iskandar Muda Prioritaskan Keselamatan dan Stabilitas Operasional di Tengah Banjir Aceh Utara

PT Pupuk Iskandar Muda Prioritaskan Keselamatan dan Stabilitas Operasional di Tengah Banjir Aceh Utara

Aceh Utara, 27 November 2025 — PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) memastikan bahwa seluruh fasilitas pabrik dalam kondisi aman dan terkendali meskipun kawasan sekitar perusahaan terdampak banjir. Untuk saat ini, operasional pabrik dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan karena keterbatasan akses air, utilitas pendukung, serta kondisi eksternal yang belum memungkinkan dilakukan operasi secara normal.

Keputusan penghentian sementara ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan perusahaan dan dilakukan untuk mencegah risiko kerusakan peralatan, menjamin keselamatan pekerja, serta menjaga stabilitas sistem produksi. Seluruh unit kritikal kini dalam fase monitoring ketat oleh tim teknis dan Tim Tanggap Darurat perusahaan.

Hal ini berdampak pada terhambatnya pendistribusian pupuk karena terputusnya akses jalan menuju lokasi pendistribusian. Meskipun demikian, PIM menegaskan bahwa stok pupuk di pabrik aman dan siap disalurkan kembali segera setelah jalur darat dapat berfungsi normal. Untuk saat ini stok pupuk di Gudang Lini 2 dan Lini 3 masih tercukupi, hanya saja penambahan stoknya yang terganggu akibat hambatan akses. Perusahaan juga terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pemulihan akses distribusi dapat dipercepat.

Dari sisi keselamatan, proses evakuasi karyawan dan keluarga dari komplek perumahan telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk evakuasi pasien dan tenaga medis dari Rumah Sakit Prima Inti Medika (RS PRIME). Seluruh korban terdampak saat ini berada di lokasi aman yang telah disiapkan perusahaan.

Setelah banjir surut, PIM akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan operasional, antara lain inspeksi menyeluruh fasilitas pabrik, pengecekan kondisi utilitas dan jaringan pendukung, pengujian ulang kesiapan peralatan produksi, serta normalisasi bertahap distribusi pupuk. PIM menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan pekerja dan keluarga, memastikan keamanan aset strategis perusahaan, serta mendukung kelancaran pasokan pupuk nasional.

Pelatihan Kuliner Lokal, PIM Dukung Pemberdayaan Perempuan Desa Binaan

Pelatihan Kuliner Lokal, PIM Dukung Pemberdayaan Perempuan Desa Binaan

Bireuen – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan masak kuliner lokal bagi ibu-ibu Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (21 Oktober 2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PIM yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat desa binaan, khususnya kaum perempuan, agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan maupun usaha kuliner lokal.

Pelatihan tersebut menghadirkan beragam menu khas Aceh, mulai dari kuah pliek u, cicah, hingga berbagai masakan tradisional lainnya. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga cita rasa, kebersihan, penyajian, serta potensi nilai ekonomi dari kuliner lokal.

PT PIM memandang kuliner tradisional Aceh sebagai salah satu kekayaan budaya yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selain menjadi bagian dari identitas daerah, kuliner lokal juga dapat menjadi sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga dan kelompok perempuan di desa.

Mewakili manajemen PT PIM, perwakilan Departemen TJSL menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“PIM ingin program TJSL yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan kuliner lokal ini, ibu-ibu tidak hanya memperoleh keterampilan memasak, tetapi juga peluang untuk mengembangkan usaha yang dapat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong ketahanan ekonomi keluarga. Dengan keterampilan yang dimiliki, ibu-ibu diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner yang memiliki nilai jual, baik untuk kebutuhan pasar lokal, kegiatan desa, maupun peluang pengembangan UMKM.

“Harapannya, pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Ilmu yang diperoleh dapat diterapkan, dikembangkan, dan menjadi awal lahirnya usaha kuliner berbasis potensi lokal di Gampong Blang Mee,” tambahnya.

Selain memperkuat keterampilan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarwarga. Para peserta dapat saling berbagi pengalaman, mengenal teknik pengolahan makanan yang lebih baik, serta membangun semangat bersama untuk menjaga warisan kuliner Aceh agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Melalui program ini, PIM menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian. Perusahaan terus mendorong berbagai program berbasis potensi lokal agar masyarakat desa binaan dapat tumbuh lebih produktif, kreatif, dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata, baik di bidang pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, keagamaan, maupun pengembangan kapasitas masyarakat sekitar wilayah operasional dan desa binaan perusahaan.

Hadirkan Hunian Layak, PIM Serahkan Rumah Sehat Sederhana ke-299 untuk Warga Glee Madat

Hadirkan Hunian Layak, PIM Serahkan Rumah Sehat Sederhana ke-299 untuk Warga Glee Madat

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan melalui penyerahan 1 unit Rumah Sehat Sederhana (RSS) kepada Sudirman A. Jalil, warga Dusun Glee Madat, Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Bantuan tersebut merupakan RSS unit ke-299 yang telah disalurkan PIM kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan rumah dilakukan pada Jumat, 10 Oktober 2025, sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ferdiyansyah, mewakili manajemen PT PIM, didampingi Staf Humas PT PIM Nasruddin, pengurus Yayasan Zakat PIM, serta sejumlah staf perusahaan.

Program Rumah Sehat Sederhana menjadi salah satu program sosial berkelanjutan PIM yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Melalui program ini, perusahaan tidak hanya menyerahkan bantuan fisik berupa rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.

Mewakili manajemen PT PIM, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa bantuan RSS tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami berharap rumah ini dapat menjadi tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi penerima. Kami juga mohon doa serta dukungan dari masyarakat dan tokoh-tokoh setempat agar PT PIM terus berkembang,” ujar Ferdiyansyah.

Ia menambahkan, keberlanjutan operasional perusahaan dan dukungan masyarakat sekitar memiliki keterkaitan yang erat. Dengan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat, manfaat yang diberikan diharapkan dapat semakin luas dan berkelanjutan.

“Dengan berkembangnya perusahaan, manfaat yang dirasakan oleh masyarakat juga akan semakin besar,” tambahnya.

Kepala Dusun Glee Madat, Muhammad Nur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian PIM kepada warga di lingkungan sekitar perusahaan. Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 14 unit rumah yang dibangun dan diserahkan PIM untuk masyarakat di Dusun Glee Madat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT PIM yang terus hadir membantu warga. Sudah 14 rumah yang dibangun di dusun kami. Kami berharap bantuan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari keberadaan PT PIM,” ujar Muhammad Nur.

Melalui program Rumah Sehat Sederhana, PIM menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra sosial masyarakat. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang sosial dan kemasyarakatan, sekaligus memperkuat hubungan baik antara perusahaan dan warga sekitar.

Selain program bantuan rumah, PIM juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Seluruh program tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Utara dan sekitarnya.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM berkomitmen menjalankan operasional perusahaan secara aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus terus memperluas kontribusi sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

PIM Hadir sebagai Mitra Petani melalui Program Demplot Padi

PIM Hadir sebagai Mitra Petani melalui Program Demplot Padi

Aceh Utara, 7 Oktober 2025 – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani melalui pelaksanaan demonstration plot (demplot) padi di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Program demplot ini menjadi bagian dari upaya PIM dalam memberikan edukasi langsung kepada petani terkait praktik budidaya padi yang lebih efektif, pemupukan berimbang, serta penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Melalui kegiatan ini, petani dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya dan pengelolaan lahan yang lebih tepat untuk mendorong hasil panen yang optimal.

Sebelumnya, PIM juga telah melaksanakan demplot di dua lokasi di Kecamatan Dewantara, yaitu Gampong Geulumpang Sulu Barat dan Gampong Paloh Lada. Program ini menjadi model percontohan bagi petani agar dapat membandingkan pola budidaya konvensional dengan praktik budidaya yang lebih terukur dan berbasis pendampingan.

Melalui program ini, PIM tidak hanya hadir sebagai produsen pupuk, tetapi juga sebagai mitra petani dalam meningkatkan pemahaman tentang pemupukan yang tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, dan tepat cara. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu petani menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, serta memperbaiki kualitas dan kuantitas hasil panen.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa program demplot dirancang sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi petani binaan agar dapat menerapkan sistem budidaya padi yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Program demplot ini kami rancang untuk mendampingi petani binaan agar dapat meningkatkan hasil panen setiap tahunnya. PIM tidak hanya memberikan dukungan sarana produksi, tetapi juga pendampingan teknologi mulai dari pengolahan tanah, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, pemanfaatan pupuk dalam program demplot dilakukan secara lebih terukur, salah satunya melalui pendekatan berdasarkan hasil uji tanah. Dengan demikian, pemupukan dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman sehingga lebih efisien dan berdampak pada peningkatan produktivitas.

“Harapannya, lahan demplot ini menjadi contoh yang dapat direplikasi oleh petani lain. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan pola budidaya yang tepat, biaya produksi dapat ditekan, sementara hasil panen bisa meningkat,” tambahnya.

PIM menilai bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada pengetahuan petani dalam mengelola lahan, menentukan dosis pupuk, memahami kondisi tanah, serta mengantisipasi serangan hama dan penyakit tanaman. Karena itu, program demplot menjadi ruang belajar bersama antara perusahaan, petani, penyuluh, dan pemerintah gampong.

Melalui pendekatan tersebut, petani tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung di lahan percontohan. Petani dapat mengamati pertumbuhan tanaman, membandingkan hasil perlakuan, serta memahami manfaat pemupukan berimbang dalam meningkatkan produktivitas padi.

Program demplot padi di Gampong Paloh Lada juga menjadi bagian dari komitmen PIM dalam mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM terus berperan dalam memastikan petani mendapatkan edukasi, pendampingan, serta dukungan yang relevan untuk meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan.

PIM berharap program ini dapat memperkuat semangat petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus mendorong program-program pertanian berbasis edukasi dan pendampingan agar manfaatnya semakin luas bagi petani di wilayah sekitar operasional perusahaan.

PIM Dorong Pemuda Lingkungan Jadi Mandiri melalui Pelatihan Barista dan Tata Rias

PIM Dorong Pemuda Lingkungan Jadi Mandiri melalui Pelatihan Barista dan Tata Rias

Aceh Utara – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing melalui program pelatihan vokasi bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Barista Batch 2 serta Pelatihan Tata Rias Kecantikan dan Penata Rambut Wanita bagi pemuda dan pemudi di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh di Gedung Learning Development Center PT PIM, Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin, 6 Oktober 2025.

Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 16 peserta pelatihan barista dan 16 peserta pelatihan tata rias kecantikan serta penata rambut wanita. Pada kesempatan yang sama, PIM juga menutup kegiatan Pelatihan Menjahit Tahun 2025 yang sebelumnya diikuti oleh 17 peserta.

Pgs. Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa program pelatihan vokasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan.

“Pelatihan ini merupakan kelanjutan kerja sama kami dengan BPVP Banda Aceh dalam program peningkatan vokasi. Tahun ini, PT PIM mendapatkan enam jenis pelatihan yang difasilitasi oleh BPVP, di antaranya barista, tata rias kecantikan, penata rambut wanita, smart farming, IT skill, desain grafis, dan teknisi bidang elektrikal,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, program vokasi yang dijalankan PIM selama ini telah memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Sejumlah alumni pelatihan sebelumnya telah mampu membuka usaha mandiri di bidang barbershop dan kafe, serta bekerja sebagai tenaga profesional di dalam maupun luar daerah.

“Banyak alumni pelatihan kita yang sudah berhasil membuka lapangan kerja baru. Ini membuktikan bahwa pelatihan vokasi benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

PIM memandang pelatihan barista, tata rias, dan penata rambut wanita sebagai bidang keterampilan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selain relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, keterampilan tersebut juga dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk membangun usaha mandiri berbasis jasa dan ekonomi kreatif.

Pgs. Sekretaris Perusahaan PT PIM, Muhammad Taufiq, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM lokal merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan program TJSL.

“PT PIM berupaya menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan vokasional seperti hari ini. Kami ingin masyarakat di sekitar perusahaan, khususnya di Dewantara dan Aceh Utara, bisa mandiri dan berdaya saing,” ujar Taufiq.

Taufiq juga mendorong para peserta agar tidak berhenti belajar setelah pelatihan selesai. Menurutnya, keterampilan teknis perlu dikembangkan dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan pemasaran agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan kreativitas. Barista, misalnya, bisa dikombinasikan dengan kemampuan digital marketing atau konten kreatif agar lebih menarik dan bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

Perwakilan BPVP Banda Aceh, Derry Renaldi, turut mengapresiasi dukungan PIM dalam mendukung program pemerintah di bidang peningkatan keterampilan tenaga kerja. Ia menyampaikan bahwa pelatihan barista akan berlangsung selama 8 hari, sedangkan pelatihan tata rias dan pangkas rambut wanita berlangsung selama 16 hari.

Perwakilan Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Ketenagakerjaan Aceh Utara, T.M. Wahdan Hidayat, juga mengapresiasi konsistensi PIM dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Aceh Utara. Ia menilai pelatihan seperti ini dapat menjadi jembatan bagi pemuda-pemudi untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik, baik melalui dunia kerja maupun usaha mandiri.

Sementara itu, Camat Dewantara Munawir mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, industri kopi, tata rias, dan penata rambut memiliki peluang yang terus berkembang, baik di Aceh Utara, Lhokseumawe, Banda Aceh, Medan, maupun daerah lainnya.

Melalui program ini, PIM menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan yang mendorong masyarakat memiliki keterampilan, percaya diri, dan kemampuan ekonomi yang lebih baik. Perusahaan berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, membuka peluang usaha baru, serta menjadi bagian dari penggerak ekonomi lokal di lingkungan sekitar perusahaan.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata, khususnya melalui pendidikan vokasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan kapasitas masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

Cetak Generasi Muda Siap Kerja, PIM Perkuat Kolaborasi Vokasi dengan BPVP Banda Aceh

Cetak Generasi Muda Siap Kerja, PIM Perkuat Kolaborasi Vokasi dengan BPVP Banda Aceh

Banda Aceh – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing melalui program pendidikan vokasi bagi masyarakat sekitar perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara PT PIM melalui Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh, Kamis, 25 September 2025.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, bersama rombongan. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan, di antaranya Staf Ahli Gubernur Aceh Restu Andi Surya, Kepala BPVP Banda Aceh Rahmad Faisal, Kepala Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Aceh Muhammad Ikhsan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Akmil Husen, Kepala Dinas Sosial Aceh Muslem Yakob, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Pgs. Vice President TJSL PT PIM, Jufri, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen PIM dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, dunia kerja, dan peluang wirausaha.

“Melalui program pelatihan vokasi ini, PT PIM ingin memastikan anak-anak muda usia produktif memiliki keterampilan yang dapat bersaing di dunia kerja maupun wirausaha. Kerja sama dengan BPVP dan FKLPID Aceh sudah berjalan selama empat tahun, dan hampir seratus peserta dari masyarakat binaan telah dilatih serta memperoleh sertifikasi melalui uji kompetensi BNSP,” ujar Jufri.

Menurut Jufri, PIM memandang pengembangan SDM sebagai investasi sosial jangka panjang. Program vokasi tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun mental produktif, kepercayaan diri, dan kesiapan peserta untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

Tahun ini, PIM menghadirkan enam bidang pelatihan, terdiri atas empat skema Mobile Training Unit (MTU), yaitu Barista, Tata Rias Wajah dan Kecantikan, Pangkas Rambut Wanita, serta Teknisi Handphone. Selain itu, terdapat dua pelatihan berbasis Project Based Learning (PBL), yakni Smart Creative IT Skills dan Smart Farming berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

“Alhamdulillah, usulan enam bidang pelatihan ini telah disetujui oleh BPVP Banda Aceh. Kami berharap program ini dapat meningkatkan soft skills maupun hard skills generasi muda di sekitar perusahaan sehingga mampu bersaing di dunia kerja,” tambah Jufri.

PIM menilai bahwa pilihan bidang pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan zaman. Keterampilan seperti barista, tata rias, pangkas rambut, teknisi handphone, teknologi kreatif, dan smart farming memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi profesi maupun usaha mandiri di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan BPVP Banda Aceh, PIM ingin memastikan pelatihan yang diberikan memiliki standar kompetensi yang jelas, terukur, dan dapat dibuktikan melalui sertifikasi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengakuan kompetensi yang dapat memperkuat daya saing mereka.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, juga membuka Pelatihan Project Based Learning (PBL) Batch III dan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas. Selain itu, Menaker turut berdiskusi bersama lintas pemangku kepentingan terkait penguatan pelatihan vokasi di Indonesia.

PIM berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat binaan. Melalui program TJSL bidang pendidikan vokasi, perusahaan ingin mendorong terciptanya generasi muda yang terampil, mandiri, adaptif, dan mampu mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penguatan SDM melalui pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah perusahaan dalam membangun kemandirian sosial ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Kantor Pusat :

Jl. Medan - Banda Aceh
(Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe)
Desa/Kelurahan Tambon Baroh
Kec. Dewantara, Kab. Aceh Utara
Provinsi Aceh
Kode Pos : 24354; Telp (62-645) 56222

Layanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia :
Kantor Perwakilan :
Jl. Bangka Raya No. 107, PO. Box 4177
Jakarta, Indonesia
Telp (62-21) 71793227; Fax (62-21) 7179096;