Bireuen – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan masak kuliner lokal bagi ibu-ibu Gampong Blang Mee, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada Selasa (21 Oktober 2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PIM yang berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat desa binaan, khususnya kaum perempuan, agar memiliki keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha rumahan maupun usaha kuliner lokal.
Pelatihan tersebut menghadirkan beragam menu khas Aceh, mulai dari kuah pliek u, cicah, hingga berbagai masakan tradisional lainnya. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga cita rasa, kebersihan, penyajian, serta potensi nilai ekonomi dari kuliner lokal.
PT PIM memandang kuliner tradisional Aceh sebagai salah satu kekayaan budaya yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selain menjadi bagian dari identitas daerah, kuliner lokal juga dapat menjadi sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga dan kelompok perempuan di desa.
Mewakili manajemen PT PIM, perwakilan Departemen TJSL menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“PIM ingin program TJSL yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui pelatihan kuliner lokal ini, ibu-ibu tidak hanya memperoleh keterampilan memasak, tetapi juga peluang untuk mengembangkan usaha yang dapat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong ketahanan ekonomi keluarga. Dengan keterampilan yang dimiliki, ibu-ibu diharapkan mampu menghasilkan produk kuliner yang memiliki nilai jual, baik untuk kebutuhan pasar lokal, kegiatan desa, maupun peluang pengembangan UMKM.
“Harapannya, pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja. Ilmu yang diperoleh dapat diterapkan, dikembangkan, dan menjadi awal lahirnya usaha kuliner berbasis potensi lokal di Gampong Blang Mee,” tambahnya.
Selain memperkuat keterampilan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarwarga. Para peserta dapat saling berbagi pengalaman, mengenal teknik pengolahan makanan yang lebih baik, serta membangun semangat bersama untuk menjaga warisan kuliner Aceh agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Melalui program ini, PIM menegaskan bahwa pelaksanaan TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian. Perusahaan terus mendorong berbagai program berbasis potensi lokal agar masyarakat desa binaan dapat tumbuh lebih produktif, kreatif, dan berdaya saing.
Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group, PIM akan terus memperkuat program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak nyata, baik di bidang pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, keagamaan, maupun pengembangan kapasitas masyarakat sekitar wilayah operasional dan desa binaan perusahaan.

