Kebijakan Manajemen Risiko

Pengelolaan Risiko perusahaan adalah suatu proses yang diaplikasikan dalam penetapan strategi perusahaan dengan cara mengidentifikasi risiko-risiko yang mempengaruhi tujuan perusahaan. Pengelolaan risiko tersebut tetap berada pada selera risiko perusahaan serta memberikan jaminan yang memadai untuk mencapai tujuan perusahaan.

Pada tahun 2007 PT Pupuk Iskandar Muda telah menerapkan manajemen risiko dengan membentuk Tim Penerapan Manajemen Risiko (TPMR) dan Key Person disetiap unit kerja sebagai bagian yang tak terpisahkan dari penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 dan merupakan bagian dari pertanggungjawaban Direksi kepada pemegang saham untuk memenuhi target Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan dalam kontrak Manajemen. Dengan adanya perubahan struktur  organisasi perusahaan, maka pada tanggal 1 Juni 2011 telah dibentuk Departemen Manajemen Risiko sebagai pengelola risiko di perusahaan.

Komitmen perusahaan terhadap penerapan Manajemen Risiko antara lain :

  1. Mendeteksi/mengidentifikasi risiko sedini mungkin pada setiap aktivitas terkait dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab.
  2. Melakukan pengukuran risiko dengan memperhitungkan besarnya dampak dan kemungkinan terjadinya peluang risiko.
  3. Melakukan evaluasi sumber dan penyebab terjadinya risiko, sebagai dasar untuk memetakan dan mengendalikan risiko yang signifikan.
  4. Mengelola strategi pengendalian secara berkesinambungan terhadap risiko yang mempunyai prioritas tinggi/risiko signifikan demi kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Melakukan pemantauan risiko secara terus menerus, khususnya yang mempunyai dampak cukup signifikan terhadap kondisi perusahaan.
  6. Melaporkan hasil identifikasi, pemantauan dan tindak lanjut pengendalian risiko secara periodik setiap triwulan, semester dan tahunan.
  7. Menjadikan pengelolaan risiko sebagai dasar pemeriksaan (audit berbasis risiko) dan sebagai Key Performance Indicator (KPI) bagi setiap Pimpinan Unit Kerja.

Siklus manajemen risiko di PT Pupuk Iskandar Muda terdiri dari Identifikasi Risiko, Pengukuran Risiko, Pengendalian Risiko dan Pemantauan Risiko.

Pengelolaan risiko dilakukan terhadap 12 fungsi kegiatan perusahaan, yaitu Produksi, Pemasaran, Keuangan, Pengadaan, Distribusi, Pengembangan, Teknologi Informatika, Pengendalian Intern, Sumber Daya Manusia dan Umum, Hukum serta Lingkungan, Keselamatan Kerja, Pembinaan Koperasi dan Bina Lingkungan.