Press Release

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

Sebagai salah satu anak perusahaan PIHC, PT PIM memiliki kewajiban untuk menerapkan GCG sebagaimana diamanatkan didalam Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor Per-01/MBU/2011 tentang penerapan GCG pada BUMN.

PT PIM telah mulai mengimplementasikan penerapan GCG pada tahun 2007 dengan berpedoman pada peraturan Menteri BUMN Nomor: Kep-117/M-MBU/2002.

Perusahaan menyadari bahwa penerapan GCG tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban saja, namun telah menjadi kebutuhan dalam menjalankan kegiatan bisnis Perusahaan dalam rangka menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan, meningkatkan nilai perusahaan dan sebagai upaya agar Perusahaan mampu bertahan dalam persaingan.

Prinsip-prinsip GCG telah diwujudkan oleh Perusahaan dengan dibentuknya fungsi pengelolaan GCG dibawah Sekretaris Perusahaan yang menangani dan memantau efektivitas penerapan GCG di Perusahaan.

Mulai tahun 2013 PT PIM melaksanakan assessment GCG yang diases oleh BPKP Perwakilan Aceh, dengan hasil 71,40 poin (Cukup Baik) dengan berpedoman pada indikator dan parameter GCG yang baru berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-16/S.MBU/2012.

Tahun 2014, Skor GCG PIM meningkat mencapai 76,27 (Baik), melalui Selt Asesment GCG yang di ases oleh PIHC yang mengacu pada tingkat tindak lanjut yang telah dilakukan PIM pada beberapa parameter yang menjadi Area Of Improvement (AOI) assessment GCG tahun 2013 lalu.

IMPLEMENTASI MALCOLM BALDRIGE

Sejak diamanatkan pengukuran kinerja perusahaan BUMN diukur dengan tools yang namanya malcolm baldridge criteria performance for excellent (MBCfPE) atau dikenal dengan penilaian MBNQA (malcolm baldrige national quality award) yang sebelumnya telah diikuti oleh beberapa BUMN lain seperti Pupuk Kaltim, Pusri, Petro Kimia Gresik, Pupuk Kujang, Pertamina & Telkom. Seperti menularkan prestasi , awal tahun 2009 Pupuk Iskandar Muda mulai membentuk  tim malcolm baldrige sesuai 7 kriteria penilaian yaitu kriteria kepemimpinan, strategi planning, fokus pelanggan, pembelajaran managemen, fokus tenaga kerja, fokus produksi dan hasil-hasil. Tujuan penggunaan pengukuran dengan inteprestasi baldrige adalah untuk memajukan kepedulian atas keunggulan kinerja sebagai elemen penting dalam persaingan dan mewujudkan proses bisnis yang sistematis, terarah denganberfokus terhadaphasil yang ingin dicapai terutama pada bisnis utama perusahaan.

Read more...

Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Dengan Pertamina

Aceh Utara : 28 Januari 2015

 

(Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT PIM dengan Pertamina, 27 Januari 2015)

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero) pada tanggal 27 Januari 2015 di Jakarta dalam acara The 7th International Indonesia Conference & Exhibiton. Pasokan gas tersebut bersumber dari Blok A (Aceh Timur) yang dikelola oleh PT Medco E&P Malaka, rencananya mulai disalurkan pada Kuartal ke-IV tahun 2016 selama 13 tahun. Harga gas sampai dengan plant gate PIM disepakati sebesar USD 9,7/MMBTU.

Sebelumnya PIM juga telah mendapat kan persetujuan dari Pemerintah untuk pasokan gas yang bersumber dari Blok NSO dan Blok B (tail gas), dengan periode penyaluran yang dimulai sejak November 2014 sampai dengan Desember 2018. Kesepakatan komersialisasi tail gas tersebut telah disepakati antara PIM dengan ExxonMobil Oil Indonesia Inc. dengan harga sebesar USD 7,5/MMBTU (eskalasi 3,5% pertahun).

Pasokan gas yang bersumber dari Blok NSO dan Blok B (tail gas) serta pasokan gas dari Blok A tersebut nantinya akan digunakan untuk operasi 1 unit pabrik Ammonia dan Urea. PIM hanya akan menjalankan 1 unit pabrik dari 2 pabrik (PIM-1 dan PIM-2) yang dimiliki oleh PIM dikarenakan pasokan gas terbatas, yaitu sebanyak 54-55 BBTU perhari.

Perjuangan PIM untuk mendapatkan kontrak gas jangka panjang demi kebutuhan operasional pabrik PIM kini telah berbuah hasil yang sangat menggembirakan. Dengan demikian PIM kini sudah mulai sedikit lega (walaupun harga perolehan gas PIM mahal) karena kontrak gas jangka panjang PIM (20 tahun) berakhir pada Desember 2003, dengan harga gas sebesar USD 1/MMBTU. Sejak saat itu pasokan gas PIM diperoleh dari pasokan gas kargo (kontrak jangka pendek), dimana 2 tahun terakir pasokan gas PIM berasal dari LNG Tangguh di Papua, tahun 2013 sebanyak 6 kargo dan tahun 2014 sebanyak 3 kargo dengan harga mencapai ±USD 10/MMBTU.

PIM kini satu-satunya industri pupuk dan petrokimia yang masih beroperasi di Provinsi Aceh setelah PT Asean Aceh Fertilizer dinyatakan dilikuidasi karena tidak dapat melanjutkan usahanya dikarenakan tidak adanya pasokan gas. Dengan ditandatangani kontrak jangka panjang pasokan gas tersebut diharapkan PIM dapat melanjutkan usahanya dan dapat membantu program Pemerintah dalam ketahanan pangan.

“Sekretaris Perusahaan”

 

 

DIRGAHAYU PT PIM Ke-33

Senin, 23 Februari 2015

Tanggal 24 Februari 1982 merupakan hari lahirnya PT Pupuk Iskandar Muda, Kami dari jajaran Direksi dan Dewan Komisaris mengucapkan Selamat HUT PIM ke 33 kepada karyawan/wati dan kepada stakeholders yang selama ini bersama-sama berjuang tanpa kenal lelah untuk memajukan perusahaan yang kita cintai ini.

Pada kesempatan ini, ada beberapa hal yang ingin disampaikan dan mendapat perhatian kita semua :

Pertama, Sampai dengan usia yang ke 33 tahun, banyak hal yang sudah dialami PT PIM terutama masalah pasokan gas yang belum maksimal sehingga untuk tahun 2015 ini kita akan  menghidupkan 1 (satu) pabrik sesuai arahan Pemegang Saham.

Namun berkat doa dan kerja keras dari teman-teman semua Alhamdulilah untuk tahun 2015, kita mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sehingga tepatnya pada tanggal 27 Januari 2015 kemarin, kita telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli gas dengan Pertamina dengan kontrak selama 13 tahun yang rencananya mulai disalurkan pada Kuartal ke-IV tahun 2016. Sebelumnya PIM juga telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah untuk pasokan gas yang bersumber dari Blok NSO dan Blok B (tail gas), dengan periode penyaluran yang dimulai sejak November 2014 sampai dengan Desember 2018. Kesepakatan komersialisasi tail gas tersebut telah disepakati antara PIM dengan ExxonMobil Oil Indonesia Inc.

Pasokan gas PIM terus kita perjuangkan melalui pendekatan dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait, sehingga kebutuhan pupuk urea subsidi dapat terpenuhi sesuai tanggung jawab rayon PT PIM.

Kedua, Pada tahun 2015 ini, perusahaan kita merencanakan kegiatan pengembangan jangka panjang yang bekerjasama dengan pihak ketiga antara lain:

  • Pembangunan industri pupuk NPK, Asam Sulfhat, dan Asam Phospat.
  • Pembangkit steam dan listrik berbahan baku batu bara.

Ketiga, Realisasi Produksi pada tahun 2014 sebesar 385.775 ton atau 114,81% dari rencana  336.000 ton, Realisasi Pemasaran sebesar 377.267 ton atau 122,01% dari rencana 309.200 ton dan realisasi penyaluran adalah 99,57%.

Beberapa prestasi dapat diraih PT PIM di tahun 2014 antara lain:

  • Mendapatkan predikat dengan sertifikat Proper Biru oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
  • Realisasi Hari Tanpa Kecelakaan Kerja tahun 2014 mencapai 1015 hari, dan tercatat hari tanpa kecelakaan kerja fatal dari tahun 2010.
  • Realisasi Survey Kepuasan Lingkungan tahun 2014  mendapat scor, 85.22 % dan masuk dalam Katagori Sangat Baik.
  • Realisasi Survey Kepuasan Karyawan tahun 2014  mendapat scor, 74,79 % dan masuk dalam Katagori “Puas”.
  • Realisasi Assessment Kriteria Penialian Kinerja Unggul (KPKU)tahun 2014 oleh Tim Eksternal PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapat scor 479,75 Poin dan masuk dalam katagori band Good Performance 

 

PT. PUPUK ISKANDAR MUDA MERAIH PROPER BIRU

Aceh Utara : 30 Januari 2015

(Penerimaan Sertifikat Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, 28 Januari 2015)

Pada tahun 2014 PT. PIM  mendapat kebanggaan dengan meraih peringkat “BIRU: pada Program  Penilaian  Kinerja Perusahaan  dalam Pengelolaan Lingkunga Hidup. ( PROPER ). Pengumuman perolehan proper Biru kepada PT PIM dilaksanakan bersamaan dengan perusahaan lain pada tanggal  2 Desember 2014 lalu di Jakarta oleh Menteri Lingkungan Hidup Ibu Siti Nurbaya kepada secara Direktur Utama PT PIM Eko Sunarko. Sertifikat proper biru tersebut kemudian diserahkan oleh Kepala Bapedal Aceh kepada PT PIM secara resmi pada tanggal 28 Januari 2015.

Read more...