Buntoro, Pemeluk Budha ini Masuk Islam di Masjid Al Muntaha PIM

ACEH UTARA : 14 DESEMBER 2017

Buntoro Lianto atau Abun kelahiran Medan, 12/07/1971 yang beragama Budha, alhamdulillah atas kesadaran sendiri dan petunjuk Allah SWT menyatakan diri memeluk agama Islam.

Buntoro Lianto (46) mengucapkan kalimat syahadat usai shalat magrib yang dipimpin oleh Ketua MPU Aceh Utara Tgk. H. Mustafa H. Ahmad (Abu Mustafa Paloh Gadeng) di Masjid Al Muntaha PT PIM, Kamis (14/12/2017).

Buntoro warga non muslim ini duduk menghadap Abu Mustafa Paloh Gadeng penuntun syahadat. Pengucapan syahadat ini juga disaksikan Imam Masjid, Direktur SDM & Umum PIM dan puluhan jamaah usai melaksanakan shalat magrib.

Meski tidak begitu fasih dan terbata bata mengucapkan kalimat syahadat, namun Buntoro terlihat bersemangat dan bertekad bulat untuk memeluk agama yang di ridhoi Allah SWT ini. Buntoro berganti nama setelah memeluk agama Islam menjadi Muhammad Buntoro Lianto.

"Sebelumnya Buntoro Lianto yang beragama Budha, berkat hidayah dari Allah SWT dimalam ini, malam Jumat yang barokah dengan dibimbing oleh ketua MPU Aceh Utara Abu Mustafa, saudara kita sudah memeluk agama islam yaitu agama yang diridhoi Allah SWT.

Keinginan untuk memeluk agama islam sudah lama disampaikan kepada saya kira2 10 tahun lalu, namun malam ini baru terlaksana," demikian disampaikan oleh Pembina Mesjid Al Muntaha Bpk.Usni Syafrizal yang juga selaku Direktur SDM & Umum PT PIM.

Sementara itu, dalam tausyiah Ketua MPU Aceh Utara Tgk. H. Mustafa akrab disapa Abu Paloh Gadeng mengatakan, bahwa saudara kita ini dulunya menganut agama Budha, alhamdulillah dengan keikhlasan dan hidayah dari Allah SWT, beliau memeluk agama Islam.

Dengan masuknya saudara kita ini memeluk agama islam bertambah pula saudara seiman kita didunia dan akhirat.
 
Masuklah ke dalam agama islam dengan Kaffah, ada amalan-amalan, serta yang wajib dilaksanakan seperti shalat, puasa, zakat dan haji disamping ada amalan-amalan lain yaitu amalan yang sunat lainnya. Dengan menganut agama islam saudara kita dulunya bernama Buntoro Lianto menjadi Muhammad Buntoro Lianto, ujar Abu Paloh Gadeng. (man)