PT PIM Sambut TIM Asesor KPKU

Aceh Utara : 7 Agustus 2017

Sebagai langkah transformasi menjadi perusahaan yang berkinerja unggul dan mampu bersaing dengan kompetitor, baik dari sisi tata kelola perusahaan, pelayanan terhadap pelanggan maupun sumber daya manusia yang berkualitas, PT. Pupuk Iskandar Muda mengadakan assessement implementasi KPKU 2017. Berlokasi di ruang Keupula Pendopo PIM, Direksi beserta Tim Champion KPKU PIM menyambut tim asesor Kriteria Penilaian Kinerja Unggul PT Pupuk Indonesia (Persero) Grup. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 7 hingga 11 Agustus 2017.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) sedang mengembangkan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) sebagai panduan untuk membangun, menata, dan memberdayakan kesisteman dan sumber daya BUMN untuk mencapai kinerja unggul. Kriteria ini diadopsi dan diadaptasi dari Kriteria Keunggulan Kinerja Malcolm Baldrige(K3MB) atau Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE).

Strategi tersebut antara lain diimplementasikan melalui program pengembangan dan penerapan sistem manajemen kinerja BUMN mulai tahun 2012, yang diawali dengan penetapan KPKU BUMN dan Penilaian Kinerja BUMN berbasis KPKU BUMN.

Melalui Surat Edaran No. S-123/S.MBU/2012 bertanggal 15 Juni 2012, Kementerian BUMN telah mengumumkan pelaksanaan “Pelatihan Interpretasi Kriteria Kinerja Unggul dan Metode Merespon Kuesioner tentang Implementasi Sistem Penilaian Kinerja BUMN” bagi seluruh BUMN.

Assessment implementasi KPKU PT. PIM yang berlangsung selama 5 hari ini berisi rangkaian kegiatan diantaranya wawancara dan pengisian kuisioner dipandu oleh Tim Asesor KPKU ke karyawan perusahaan dari mulai level pimpinan sampai dengan karyawan terendah.

Selain itu, penilaian dilakukan baik dari sisi administrasi dan dokumentasi sampai dengan melakukan plant visit. Terdapat tujuh kategori yang masuk ke dalam kriteria penilaian, yaitu ;

kategori 1 kepemimpinan,

kategori 2 perencanaan strategi,

kategori 3 fokus pada pelanggan,

kategori 4 pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan,

kategori 5 fokus pada tenaga kerja,

kategori 6 fokus pada operasi, dan

kategori 7 hasil.