PT PIM Terima Kunjungan Tim Pansus DPRK Aceh Utara

Aceh Utara : 24 Agustus 2017

Manajemen PT Pupuk Iskandar Muda menerima kunjungan kerja Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara di ruang Kupula PT PIM, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Kamis (24/8).

Kunjungan Tim Pansus itu sendiri dalam rangka memperoleh gambaran penjelasan tentang penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi.

Dalam pertemuan dengan manajemen PT PIM, Ketua Pansus DPRK Tgk JUnaidi beserta anggota pansus lainnya mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab perusahaan tersebut terkait pupuk bersubsidi.

Direktur Komersial PT PIM Husni Achmad Zaki menjelaskan, yang mengawasi pupuk bukan kami sendiri, ada juga dari Pemerintah Aceh Utara yang sudah membentuk tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Tim KP3 itu beranggotakan Asisten Setda,  Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan Aceh Utara, unsur Polres Lhokseumawe, Polres Aceh Utara dan Kejari Lhoksukon. "Kami juga sangat senang kalau nantinya dari kita secara aktif ikut melakukan pengawasan melihat langsung di kios, apakah pupuk nya betul digunakan oleh yang berhak atau dijual kembali, kita gak tau," kata Husni Achmad Zaki.

Pupuk bersubsidi ada lima, diantaranya pupuk Urea, NPK, Organik, SP36 dan pupuk ZA. Nah, untuk Aceh di bagi dua untuk menyalurkan pupuk, yakni PT PIM dan Petro. PT PIM hanya bertugas menyalurkan urea dan organik pun hanya sampai bulan juli.

"Karena mulai 1 juli oleh Pupuk Indonesia yang mengatur rayon pemasaran kami ditugaskan ke PT Petro Kimia Gresik. Jadi mulai 1 Agustus 2017 hanya menyalurkan urea saja, ujar Direktur Komersial Husni Achmad Zaki.

Usai pertemuan dilanjutkan plant tour ke pabrik PIM, agar tim pansus mengetahui kondisi pabrik.