Kemenko Perekonomian Percepat Aksi KEK Arun-Lhokseumawe

ACEH UTARA : 03 FEBRUARI 2017

Kunjungan Kerja TIM dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam Proses Tindak Lanjut Percepatan Penyelesaian Aksi KEK Arun–Lhokseumawe

Pada Pengembangan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun-Lhokseumawe, PT PIM mendapat kunjungan kerja dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dilaksanakan sejak 3- 4 Februari 2017.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi, Sekretariat Negara M Saptamurti (Deputi Bidang Hukum & Perundang-undangan, Kementerian Hukum & HAM Karjono (Direktur Harmonisasi Peraturan Perundangan I,  Sekretariat Kabinet Agustina Murbaningsi (Deputi Bidang Perekonomian), Roby Arya Brata (Asisten Deputi Bidang Perdagangan Kewirausahaan dan Naker), Febriana (Kasubdit KEK), Sekretariat Denas KEK Enoh Suharto (Sekretaris), Perindustrian Busharmaidi (Direktur Bag Wilayah Industri II), perwakilan Kementerian Perhubungan, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum & PR.

Sebagai Konsorsium yang hadir adalah Direktur Utama PT PIM, PT Pertamina, Presiden PAG, Pelindo I Lhokseumawe dan Direktur PDPA selain itu dihadiri juga oleh perwakilan PT KKA, PT AAF, PT Humpus Aromatic, dan PJB Arun.

Dari Wakil Pemerintah Daerah Aceh turut hadir Kadis Perindag Aceh Arifin Nur, Kabid Promosi Dinas PM dan PTSP Aceh Iskandar Zulkarnaen, Fakhrizal, Cut Eliza dari Dinas PMPTS Aceh, Bappeda Aceh Meidi, Plt Bupati Aceh Utara Muhammad Jamil, Plt Sekda Aceh Utara Abdul Aziz, dan Sekda Lhokseumawe Bukhari.

PT PIM bersama dengan PT Pertamina, PT Pelindo I dan PDPA akan menjadi badan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL).

Direktur Utama (Dirut) PT PIM Achmad Fadhiel mengatakan, hadirnya KEK Arun Lhokseumawe merupakan lokomotif bagi perkembangan ekonomi bagi Aceh. Sehingga bisa membawa kemaslahatan bagi masyarakat Aceh terutama bagi masyarakat disekeliling kawasan KEK Arun-Lhokseumawe diantaranya, PT Pertamina, PT PIM, PT Pelindo I dan  PDPA ," ujar Achmad Fadhiel di Gedung Pertemuan PT PIM, Jumat (03/02/2017).

Rapat Koordinasi tersebut membicarakan mengenai kesiapan segala kebutuhan dokumen pendukung agar mempercepat persyaratan administrasi. Dengan adanya KEK Arun Lhokseumawe ini maka, mendorong investor untuk melakukan investasi di KEK Arun-Lhokseumawe, sehingga akan meningkatkan pertumbuhan industri di Aceh. Mendapatkan fasilitas keringanan yang diberikan seperti perpajakan dan kepabeanan sehingga nilai investasi proyek-proyek baru, PIM akan lebih rendah dan berdampak terhadap IRR proyek.

Industri di Aceh harus hidup dan bisa ekspansi serta dapat dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), PT Pupuk Iskandar Muda sebagai salah satu industri yang masih bertahan menjadikan snapshot ini sebagai dasar menyusun program pengembangan ke depan. Selesai rapat, rombongan KEK juga melakukan plant tour ke lokasi pabrik yang akan dijadikan setting KEKAL, termasuk ke eks pabrik PT AAF serta perumahan komplek AAF, PT KKA dan Kawasan Kilang Pertamina.[]