PT PIM Lakukan Pengantongan Terakhir 2016

ACEH UTARA : 01 JANUARI 2017

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melakukan pengantongan urea terakhir tahun 2016 dan dilanjutkan pengantongan urea awal tahun 2017 di gudang Bagging PT PIM, Kreung Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Sabtu (31/12/2016) malam.

Tepat pukul 00.00 WIB, 1 Januari 2017,  pergantian tahun 2016 ke 2017, pengantongan terakhir dan dilanjutkan pengantongan perdana pupuk dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Iskandar Muda Achmad Fadhiel, beserta Direksi Prodtekbang Dwi Satriyo Annurogo, Direksi Komersil Husni Achmad Zaki, Direksi SDM & Umum Usni Syafrizal.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Pupuk Iskandar Muda Achmad Fadhiel mengatakan seperti kita ketahui sejak awal tahun 2016, perseroaan menerima pasokan gas secara bertahap untuk kebutuhan 1 pabrik. Masih banyak tantangan untuk mengoperasionalkan pabrik secara handal, masih banyak terjadi unschedule shut down untuk pabrik urea 1 down time 151,69 hari dan pabrik ammonia-2 105.28 hari.

Dengan adanya pasokan gas tambahan dan persetujuan pemegang saham untuk mengoperasikan dua pabrik, maka pada tahun 2017 kita harus menyelesaikan reaktivitas pabrik urea 2 dan ammonia 1. Oleh karena itu marilah kita wujudkan kembali prediktif dan maintenance manajemen PT PIM seperti pada tahun 90'an, dimana on stream faktornya asset utilitation dan produktifity nya masuk dalam kriteria World Class Company. Artinya kita bisa mewujudkan kembali era tersebut, marilah kita saling membahu untuk mengatasi segala permasalahan operasional.

Ada beberapa strategi Pengelolaan dan pengembangan PT PIM untuk mewujudkan menjadi World Class Company pada era 90'an dapat terwujud pada tahun 2021 diantaranya, Strategi pertama, Kesinambungan Perusahaan kedepan. Startegi kedua, Pengembangan SDM. Strategi ketiga, Pengembangan Produk dan Pemasaran. Startegi keempat, Pengembangan Riset dan Teknologi. Startegi kelima, Aktor Ekonomi Aceh secara makro.

Momen pengantongan akhir tahun ini, harapan kita dapat terus dilanjutkan menjadi tradisi setiap tahun dan menjadi peristiwa bagi keberlangsungan produksi kita sekaligus intropeksi kita pada setiap tahunnya.

InsyaAllah dengan kembalinya berproduksi secara optimal, maka perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi di wilayah Propinsi Aceh, Sumut, Jambi, Sumbar dan Kepulauan Riau.

Oleh karena itu sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab besar, sudah saatnya kita menjadi brand positioning sebagai perusahaan produsen pupuk urea yang dapat membangun masyarakat, pertanian daerah dan ketahanan pangan secara nasional di tahun mendatang.

Sementara itu, Direksi Prodtekbang Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, ditahun 2016 produk urea terget 300.000.00 ton, tercapai 296.544.12 ton. Sedangkan ammonia target 250.000 ton, tarcapai 239.329.45 ton. Bukan karena tidak bisa mencapai target, namun karena kita memang sedang mengendalikan produk ammonia, dimana produk ammonia kita konsentrasikan akses yang ada, dikarenakan pada saat ini harga pasar ammonia kurang mendukung untuk perusahaan kita saat ini.

Tahun 2017 adalah tahap awal, dimana nantinya akan berganti project-project pengembangan, kita akan mengoperasionalkan 2 pabrik yaitu asam fosfat dan asam sulfat, bekerja sama dengan negara Jordan.

Produk asam fosfat dan asam sulfat ini digunakan untuk bahan baku pabrik NPK dan juga kita akan melakukan searching dari industri yang berbasis bahan baku gas menjadi non gas.

Selain itu, untuk pengembangan PT PIM, Aceh Utara, Lhokseumawe dan juga pengembangan Propinsi Aceh pada keseluruhan dan juga secara nasional. Berawal dari langkah kita mengoperasikan 2 pabrik ditahun 2017, saya mohon dukungannya managemen dalam hal ini membackup sepenuhnya agar tetap bisa tercapai target. Mari kita melangkah kaki dengan optimesme diawali dengan doa penuh harapan di tahun 2017. (*)