PT PIM Gelar Simulasi Tanggap Darurat 2016

ACEH UTARA : 29 DESEMBER 2016

Pada hari kamis tanggal 29 Desember 2016 pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dalam kondisi normal operasi. Sekitar jam 08.00 WIB, personil bagian Instrumen berjumlah dua orang dan didampingi satu operartor sedang melakukan preventive maintenance yaitu kalibrasi 62-PT 131 A-B (indikasi press tangki reservoir) di area atas sekitar 62-FA 104 Ammonia Reservoar Urea-2.

Ketika operator dan personil Instrument turun dari grating atas sekitar FA 104 tercium bau ammonia, salah satu personil Instrument terjatuh dan pingsang, personil Instrument yang satunya sudah sesak nafas, selanjutnya operator-I segera melaporkan ke DSC. Tidak jauh dari lokasi kejadian, personil operator II lainnya yang berada dekat dengan lokasi langsung menyemprotkan fire water dari pilar hydrant yang terdekat ke arah kebocoran tersebut.

Selang beberapa menit regu penanggulangan dan personil bagian keselamatan kerja menuju lokasi dengan 1 unit firetruck dan 1 unit ambulance. Sambil ke lokasi kejadian Komandan Regu melaporkan informasi ke Supervisor Penanggulangan, atau Superintendent Bagian Keselamatan Kerja dan meneruskannya ke Manager K3 & LH, Koordinator Shift, Manager K3LH, dan Koordinator Shift meneruskan ke Humas, Keamanan, juga ke Rumah Sakit.

Regu penanggulangan dan personil Departemen K3LH (tim penanggulangan) tiba dilokasi, sebagian tim langsung mengevakuasi korban ke klinik dan sebagian tim penanggulangan melakukan penyemprotan kearah kebocoran dan dibantu operator setempat.

Selanjutnya Departemen Keamanan mengamankan jalur evakuasi meliputi M1, B1, Maingate, Simpang Jam dan Rumah Sakit. Personil Keamanan menginformasikan ke Rumah Sakit PIM perihal evakuasi korban.

Kejadian ini dibenarkan oleh GM Produksi Pupuk Iskandar Muda Yuanda melalui Press Conference di Ruang GM Produksi. “Benar terjadi kecelakaan industri di Pabrik PIM. Simulasi tanggap darurat ini kita lakukan, tim melakukanya minimal 1 kali dalam satu tahun. Momennya di akhir tahun Desember kita lakukan dengan kondisi darurat, dimana terjadi gempa bumi yang berkekuatan 9,0 SR dengan posisi pusat gempa di Bener Meriah," katanya.

Berdampak pada gagalnya beroperasi generator turbin gas kita, sehingga pabrik shutdown dan salah satu perawatan kita yang berupa penampungan amoniak atau amoniak reserkoar itu terjadi kebocoran, sehingga terjadi paparan amoniak yang menyebabkan kondisi darurat di sekeliling pabrik dan lingkungan.

Kondisi ini kita simulasikan berawal dari gempa, selanjutnya ada blank yang terbuka di amoniak reserkoar, sehingga saat terjadi kondisi sebenarnya, kita semua tanggap terhadap kondisi seperti ini.

"Jadi selain menguji kesiapan kita sendiri dari Operasi, kemudian kita punya unit penanggulangan nya termasuk rumah sakitnya, kemudian unit pelayanan umum serta keamanannya. Kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat, akan tanggapnya masyarakat terhadap kondisi darurat, seperti paparan amoniak ini," ujar Yuanda.

Untuk yang terlibat sebenarnya seluruh komponen dari perusahaan itu terlibat diantaranya, Departemen Operasi dan Pemeliharaan di Pabrik, kemudian unit penanggulangannya seperti keselamatan kerja (K3) dan kesehatan kerja, kemudian kita di bantu oleh pelayanan umum dan keamananya, serta yang tidak kalah pentingnya adalah dari Departemen Humas nya sendiri yang ikut membantu memnsosialisakan kegiatan ini ke lingkungan atau masyarakat sekitar pabrik.

"Dengan kejadian di bulan November, kita banyak belajar dari kasus-kasus tersebut, dimana kita secara keseluruhan tidak siap terhadap kondisi seperti ini, dimana paparan amonia ini, menyebabkan pencemaran dan korban yang ada di lingkungan. Simulasi ini memberikan pelajaran kepada kita, agar kejadian serupa yang di November itu tidak terjadi lagi di kemudian hari dan jika kondisi terjadi, katakanlah gempa dan lain-lain, kita juga siap untuk menghadapinya," pungkas GM Produksi Yuanda. (*)