PT PIM Panen Raya

SERAMBI INDONESIA : 2 September 2015

 

 

Bentuk Partisipasi Wujudkan Ketahanan Pangan

Mengenakan sepatu boot karet dengan sebilah sabit ditangan, Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah menyeberang saluran irigasi melangkah kakinya ke pematang sawah. Di belakangnya diikuti oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto, Wakil ketua DPRA Drs. Sulaiman Abda Msi, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syamsul Rizal M. Kes, dan Direktur Utama PT Pim Eko Sunarko. Beberapa pejabat lainnya menyusul dibelakang. Mereka berdiri sejajar pematang menghadap tanaman padi yang hendak dipanen. Hanya dalam beberapa detik, Gubernur dan rombongannya berhasil mengangkat segenggam batang padi hasil sambitan. Puluhan wartawan yang sedari tadi standby di sawah kemudian merekam tangkai-tangkai padi yang lebih banyak dengan bulirnya yang lebih bernas.

Selasa (1/9) pagi itu memang dilakukan panen simbolis proyek percontohan di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Ini merupakan hasil penyuluhan dan bimbingan teknis PIM dalam program GP3K yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Keberhasilan ini juga atas kerja sama dengan semua pihak, mulai dari Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Aceh Besar, Dinas Pertanian Aceh Besar, Dinas Pertanian Aceh yang dipimpin Ir. Lukman Yusuf Msi, bahkan jajaran TNI Kodam Iskandar Muda yang selama ini juga aktif melakukan pengawasan.

Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dalam sambutannya berulang kali memuji partisipasi semua pihak, terutama PIM yang benkontribusi nyata meningkatkan produktivitas sektor pertanian Aceh, dari 5,7 juta penduduk Aceh, kata Gubernur, 70 % diantaranya berprofesi sebagai petani. Itu sebabnya, kata Gubernur, kontribusi sektor pertanian untuk PDRB Aceh sangat besar.

Disebutkan, saat ini produksi padi di Aceh sekitar 2 juta ton per tahun, dimana 1,65 juta ton dikonsumsi oleh masyarakat Aceh sendiri, artinya saat ini terjadi surplus beras yang mendukung ketersediaan pangan nasional. “Dalam dua tahun kedepan, kita berharap produksi padi bisa mencapai 2,5 ton per tahun. Untuk mencapai tujuan tersebut akan dilakukan banyak hal, termasuk dengan melibatkan PT PIM, yang selama ini juga telah memberikan perhatian besar untuk Aceh, “kata Gubernur.

Sedangkan Wakil Bupati Aceh Besar Syamsulrizal mengatakan, hasil panen yang maksimal bisa terwujud atas kerja sama dengan berbagai pihak. Produksi yang optimal akan mempercepat target tercapainya surplus beras, yang pada akhirnya akan tercipta ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi. “Semoga program ini bisa terus berlanjut pada masa mendatang,”ujar Syamsurizal dalam pidatonya.

Agar Produktivitas Tinggi

 

Untuk Sejahterakan Petani

Dalam rangka mendukung program Pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional, PT PIM ikut serta dalam program Gerakan Penigkatan Produktivitas Pangan Berbasis Korporasi (GP3K) sejak tahun 2013. Di Aceh, PT PIM telah mengelola lahan dan membina petani dengan luas areal 80.000 kejtare. Lantaran target tersebut berhasil dicapai dengan baik, Pemerintah pada tahun 2015 memberi penugasan yang melebihi tahun sebelumnya. Untuk tahun ini areal yang dikelola seluas 110.000 hektare atau 55.000 haktare per musim tanam, yang tersebar di wilayah Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Besar. “Target pelasanaan program GP3K ini adalah meningkatkan produktivitas panen padi petani,” kata Direktur Utama Eko Sunarko. Program Intensifikasi padi yang dikembangkan melalui GP3K dengan menggunakan pola penanaman yang disarankan oleh PT PIM, yakni pola tanam Legowo 2:1 (2 jajar, 1 lorong) untuk penanaman dan pola penggunaan pupuk berimbang 5:3:2 (500 Kg pupuk Organik, 300 Kg NPK, 200 Kg Urea).

Berdasarkan pengalaman, kata Eko Sunarko, penggunaan pola tersebut dapat meningkatkan hasil padi rata-rata sebesar 1 ton per hektare, mka meningkat menjadi 7 ton per hektare dengan pola tersebut. Dikatakan Eko Sunarko, Program GP3K yang dilaksanakan bekerja sama dengan dinas terkait tersebut telah terbukti membantu petani dalam meningkatkan produksinya. “ Ini membuktikan bahwa PT PIM punya peran kontribusi dalam mengupayakan dan mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan sesuai dengan misi PT PIM yaitu berperan aktif menunjang ketahanan pangan nasional” katanya.

Eko juga mengharapkan agar petani mau menanam dengan pola-pola yang sudah diajarkan pihaknya. Jika setiap waktu terjadi ‘penularan’ kepetani lain, maka dalam jangka panjang semua petani bisa menghasilakan panen yang optimal, yang pada akhirnya akan mencapai swasembada dan meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri.

 

Pangdam Iskandar Muda Beri Dukungan Penuh

Selain melindungi masyarakat, TNI juga bisa membantu pembangunan masyarakat, khususnya dibidang ketahanan pangan. Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto mengatakan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang berkaitan dengan dengan peningkatan ketahanan pangan. “Kalau TNI kita mendukung pelaksanaan program kementrian pertanian. Semua program yang dilaksanakan berkaitan dengan ketahanan pangan kita mendukung, mulai dari penyuluhan ke bawah, pedampingan, pengawasan, usai acara ‘Panen Raya’ di Desa Gani.

Selama ini, kata Pangdam, TNI turun sampai ke hal-hal teknis untuk menyukseskan program tersebut, Misalnya mengawasi penyaluran pupuk, penyaluran bibit, dan sebagainya. Diakuinya, masih banyak kendala dalam implementasi, termasuk ketersediaan air. Pangdam berharap adanya dukungan semua pihak agar program ketahanan pangan ini bisa terealisasi dengan baik. Secara nasional, TNI memang melibatkan dalam menyukseskan swasembada pangan dalam tiga tahun mendatang seperti yang ditargetkan Presiden Jokowi Dodo.