IMPLEMENTASI MALCOLM BALDRIGE

Sejak diamanatkan pengukuran kinerja perusahaan BUMN diukur dengan tools yang namanya malcolm baldridge criteria performance for excellent (MBCfPE) atau dikenal dengan penilaian MBNQA (malcolm baldrige national quality award) yang sebelumnya telah diikuti oleh beberapa BUMN lain seperti Pupuk Kaltim, Pusri, Petro Kimia Gresik, Pupuk Kujang, Pertamina & Telkom. Seperti menularkan prestasi , awal tahun 2009 Pupuk Iskandar Muda mulai membentuk  tim malcolm baldrige sesuai 7 kriteria penilaian yaitu kriteria kepemimpinan, strategi planning, fokus pelanggan, pembelajaran managemen, fokus tenaga kerja, fokus produksi dan hasil-hasil. Tujuan penggunaan pengukuran dengan inteprestasi baldrige adalah untuk memajukan kepedulian atas keunggulan kinerja sebagai elemen penting dalam persaingan dan mewujudkan proses bisnis yang sistematis, terarah denganberfokus terhadaphasil yang ingin dicapai terutama pada bisnis utama perusahaan.

Penerapan MBCfPE dapat dijadikan alat untuk mengukur kinerja dan proses kerja sebagai barometermenuju bisnis yang kompeten dalam menghadapi persaingan secara global. Tahun 2009 awal mula Pupuk Iskandar melakukan pembelajaran assesment kinerja KPKU, Tim KPKU yang dipercaya untuk mulai menyusun dokumen aplikasi sebelum diassesment. Tahun 2009 PIM berhasil mendapat perolehan nilai 305, dengan pengalaman tersebut menjadi tantangan PIM untuk membangun proses dan perbaikan, tahun 2010 dan tahun 2011 perolehan hasil assessment masing adalah 326 poin dan 342 ( rata-rata kenaikan pertahun 20 point) menduduki band II. Berbekal keinginan untuk melakukan perubahan dengan membedah feed back report (FBR) hasil assessment oleh examiner  untuk ditindaklanjuti secara kontinu oleh seluruh unit kerja, alhasil pada assessment yang dilakukan pada penghujung tahun 2012 oleh lembaga IQA Foundation, PIM berhasil memperoleh nilai 420 point, atau mengalami loncatan kinerja sebesar 78 poin dan menduduki band III (early improvement) setelah 3 tahun sebelumnya berada di band II. Pada Tahun 2013 dengan adanya kebijakan dari Kementerian BUMN dimana asesment MBCfPE mengalami perubahan dengan dilakukan secara independen oleh Deputi FEB BUMN (Forum Ekselen BUMN) yang dikenal dengan KPKU (Kriteria Penilaian Kinerja Unggul) berbasis MBCfPE yang dilakukan secara mandiri oleh evaluator kementerian BUMN yang terdaftar dan tersertifikasi dari masing-masing BUMN.

Pada tahun 2013, pada saat asesment KPKU dilakukan score yang diperoleh oleh PIM sebesar 464 poin atau mendapat poin sebesar 44 poin dari score 420 poin dan masih menduduki band III (early improvement), pada tahun 2014 PIM kembali diases KPKU oleh evaluator yang berasal dari anak perusahaan PIHC, dengan mendapat perolehan score 479,75 atau mendapat peroleh score 15,75 poin sekaligus masuk pada band IV (good performance) lebih tinggi dari target KPI Manajemen tahun 2014 (470), dan lebih tinggi dari arahan RUPS tahun 2013.