Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Dengan Pertamina

Aceh Utara : 28 Januari 2015

 

(Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PT PIM dengan Pertamina, 27 Januari 2015)

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero) pada tanggal 27 Januari 2015 di Jakarta dalam acara The 7th International Indonesia Conference & Exhibiton. Pasokan gas tersebut bersumber dari Blok A (Aceh Timur) yang dikelola oleh PT Medco E&P Malaka, rencananya mulai disalurkan pada Kuartal ke-IV tahun 2016 selama 13 tahun. Harga gas sampai dengan plant gate PIM disepakati sebesar USD 9,7/MMBTU.

Sebelumnya PIM juga telah mendapat kan persetujuan dari Pemerintah untuk pasokan gas yang bersumber dari Blok NSO dan Blok B (tail gas), dengan periode penyaluran yang dimulai sejak November 2014 sampai dengan Desember 2018. Kesepakatan komersialisasi tail gas tersebut telah disepakati antara PIM dengan ExxonMobil Oil Indonesia Inc. dengan harga sebesar USD 7,5/MMBTU (eskalasi 3,5% pertahun).

Pasokan gas yang bersumber dari Blok NSO dan Blok B (tail gas) serta pasokan gas dari Blok A tersebut nantinya akan digunakan untuk operasi 1 unit pabrik Ammonia dan Urea. PIM hanya akan menjalankan 1 unit pabrik dari 2 pabrik (PIM-1 dan PIM-2) yang dimiliki oleh PIM dikarenakan pasokan gas terbatas, yaitu sebanyak 54-55 BBTU perhari.

Perjuangan PIM untuk mendapatkan kontrak gas jangka panjang demi kebutuhan operasional pabrik PIM kini telah berbuah hasil yang sangat menggembirakan. Dengan demikian PIM kini sudah mulai sedikit lega (walaupun harga perolehan gas PIM mahal) karena kontrak gas jangka panjang PIM (20 tahun) berakhir pada Desember 2003, dengan harga gas sebesar USD 1/MMBTU. Sejak saat itu pasokan gas PIM diperoleh dari pasokan gas kargo (kontrak jangka pendek), dimana 2 tahun terakir pasokan gas PIM berasal dari LNG Tangguh di Papua, tahun 2013 sebanyak 6 kargo dan tahun 2014 sebanyak 3 kargo dengan harga mencapai ±USD 10/MMBTU.

PIM kini satu-satunya industri pupuk dan petrokimia yang masih beroperasi di Provinsi Aceh setelah PT Asean Aceh Fertilizer dinyatakan dilikuidasi karena tidak dapat melanjutkan usahanya dikarenakan tidak adanya pasokan gas. Dengan ditandatangani kontrak jangka panjang pasokan gas tersebut diharapkan PIM dapat melanjutkan usahanya dan dapat membantu program Pemerintah dalam ketahanan pangan.

“Sekretaris Perusahaan”