2013 PIM Kurangi Produksi 128 Ribu Ton

Serambi Indonesia : 24 Oktober 2013

Lhokseumawe - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Aceh Utara pada tahun ini hanya memproduksi pupuk bersubsidi sebanyak 442 ribu ton dari kapasitas satu pabrik yang mencapai 570 ribu ton per tahun. Dengan kata lain, PT PIM dalam tahun ini mengurangi produksi pupuk bersubsidi sebanyak 128 ribu ton.

"Hal ini kami lakukan akibat naiknya harga gas yang kini mencapai 10,3 dolas AS per million metric british thermal unit (MMBTU). sedangkan tahun 2012, harga gasnya hanya delapan dolar AS per MMBTU," ujar Sekretaris Perusahaan PT PIM, T Sya'ban Daud kepada Serambi, Rabu (23/10)

Meski terjadi penurunan produksi, menurut Sya'ban, tapi pihaknya masih mampu mendistribusikan pupuk bersubsidi disesuaikan kuota yang dibebankan pemerintah ke lima provinsi di Indonesia, yaitu Aceh.

Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau (Kepri) dan Kalimantan Barat. " Jumlah kebutuhan pupuk bersubsidi di lima provinsi itu 369 ribu ton per tahun,' ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Syaban, pupuk bersubsidi yang diproduksi PIM tahun ini masih tersisa sekitar 73 ribu ton lagi. "pupuk besubsidi yang tersisa itu bisa menjadi stock untuk tahun 2014," timpalnya.

Untuk tahun ini, tambah Syaban, PT PIM tak memproduksi pupuk non subsidi seperti tshun 2012. Penyebabnya, harga gas mahal hingga harga pokok penjualan lebih tinggi dari harga pasar, " meski produksi tahun ini lebih rendah dari tahun lalu, namun kondisi perusahaan tetap stabil. sampai Oktober ini, kami telah memproduksi 320 ribu ton pupuk bersubsidi atau 72,7 persen dari target produksi tahun 2013," ungkapnya.