Panen Padi Di Siabu 9.2 Ton/Ha

Waspada : 13 Maret 2013

Penyabuangan (Waspada): PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Kantor Ketahanan Pangan, penyuluh/PPL, UD Mitra Tabi Sari dan Masyarakat, melakukan panen padi di lahan hasil ujicoba pola pemupukan berimbang di Desa Mandailing Natal, Jumat (8/3). Pengujian itu terbukti sangat memuaskan karena hasilnya mencapai 9.2 ton/hektar.

Panen demplot di lahan Hasan Basri Lubis itu dilakukan Kepala Kantor Pemasaran PT PIM wilayah Sumut dan Aceh, Pendi Effendi Rachmat, Ir. H. Aswin Rangkuti dari UD Mitra Tani Sari sebagai Distributor urea bersubsidi di Madina, Sekretaris Kantor Ketahanan Pangan Husein Siregar, Muspika serta sejumlah kelompok tani daerah itu.

Pendi Effendi Rachmat mengatakan, panen kali ini dirangkaikan dengan sosialisasi pemupukan berimbang dengan pola 5:3:2 yaitu 5 organik, 3 NPK dan 2 Urea, prinsip pola tanam yang dipakai adalah komposisi 5:3:2, karena mampu meningkatkan produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) masyarakat petani.

Menurutnya, program pola pemupukan berimbang bertujuan untuk mengejar target surplus beras 10 ton/tahun sebagaimana yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga mengurangi impor beras dari luar negeri ke Indonesia, dimana jika hasil ini dapat dipertahankan maupun ditingkatkan, kita yakin import beras dari luar negeri akan terhenti. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan perawatan dan pemupukan yang sesuai,”terangnya.

H, Aswin Rangkuti sebagai pengelola UD Mitra Tani Sari dan distributor pupuk urea bersubsidi di Madina mengungkapkan, melalui hasil percontohan dilakukan di Desa Pintu Pdang Julu, Manajemen PT PIM sudah memastikan bahwa kualitas pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani.

Sekretaris Ketahanan Pangan Madina Husein Siregar pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini berawal dari adanya keluhan sejumlah petani mengenai kualitas pupuk urea bersubsidi yang berwarna pink kurang bagus.

“keluhan yang disampaikan petani, kami tindak lanjuti ke PT PIM untuk membuktikan sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ternyata pada hari ini, keluhan petani sudah terjawab bahwa kualitas pupuk urea bersubsidi sama mutunya dengan non subsidi, sehingga masyarakat petani tidak perlu khawatir lagi,” sebutnya.

Sedangkan Hasan Basri Siregar sebagai pemilik lahan percontohan kepada wartawan menjelaskan, dengan pembagian lokasi persawahan, dimana sebagian memakai pupuk urea bersubsidi dan sebagian memanfaatkan pupuk urea non subsidi, ternyata hasilnya sama tidak ada perbedaan.