Pasokan Gas PIM 2012 Aman

Media Harian Waspada

Terbitan tanggal 02 Januari 2012.

 

KRUENG GEUKUEH (Waspada): Pasokan gas untuk proyek vital PT PIM Lhokseumawe untuk tahun 2012 dipastikan cukup. Pun demikian, PT PIM mengharapkan optimalisasi receiving terminal PT Arun dapat segera dijalankan.

Hal tersebut dikatakan direktur Utama PT PIM Mashudianto pada pengantongan akhir pupuk urea bersubsidi tahun 2011 dan pengantongan awal urea bersubsidi tahun 2011 di pabrik PT PIM-1, Minggu (1/1) dinihari, bersama Direktur Produksi  Lili Djajuli, Direktur Komersil Husni Achmad Zaki dan Direktur SDM & Umum Usman Mahmud.

 

Untuk kelancaran produksi pada tahun 2012, ketersediaan gas PIM tidak menjadi kendala, artinya stok gas cukup. Tapi pihak PIM juga mengharapkan optimalisasi Receiving Terminal PT Arun di jalankan, karena selain PT PIM, PT AAF dan PT KKA juga dapat hidup dengan tersedianya pasokan gas yang cukup.

Mashudianto menambahkan, selama 2011 PT PIM memproduksi pupuk urea Prill 440.899 ton dari target 437.024 ton, dengan demikian produksi mencapai 100.90 persen. Sedangkan untuk tahun 2012 PT PIM menargetkan lebuh tinggi dari tahun lalu, yakni 546 ribu ton.

Menurut Mashudianto, pupuk urea granule pada tahun 2011 yang ditargetkan 62.976 ton, malah menurun mencapai 60 persen, yaitu terealisasi 37.802 ton. Pada 2012 target produksi pupuk ini menurun, yakni 24 ribu ton. Fluktuatif dikarenakan pasokan gas sempat tersendat selama enam bulan pada tahun 2011.

Ammonia-1 dari target 85.069 ton hanya terealisasi 76.339 ton, dan pada tahun 2012 Ammonia-1 hanya berproduksi di triwulan pertama. Sedangkan Ammonia-2 pada 2011 terealisasi 286.521ton dari target 280.931 ton, hal meningkat menjadi 102 persen..

Untuk pemasaran pupuk Urea pada 2011 dari target 500 ribu ton yang terealisasi 449.074 ton. Dan pemasaran Ammonia terealisasi 79.364 ton dari target 68.900 ton. Untuk pemasaran Urea pada tahun 2012 ditargetkan 570 ribu ton dan Ammonia 65.400 ton.

Produksi pupuk PT PIM Lhokseumawe bersubsidi selama ini dilakukan pemasarannya juga ke luar Aceh seperti Ke Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau dan Sumatera Barat,” sesuai penunjukan pemerintah (Holding Pupuk).  Dan non subsidi dieksport ke dalam negeri dan luar negeri.

“Ammonia yang kita ekport ke luar negeri sebanyak 74 ribu ton pada tahun 2011. Tujuan eksport seperti ke Thailand, Vietnam, tapi ada juga kita pasarkan ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur,” tuturnya. (cmk)