Pasok Gas untuk PLN dari kilang Arun

Kamis, 15 Maret 2012 | 14:51 WIB

Vega Aulia Pradipta

JAKARTA : PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dipastikan mendapat pasokan gas sebesar 1 juta ton per tahun (MTPA) dari konversi kilang LNG Arun menjadi terminal penerima dan regasifikasi LNG.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji membenarkan hal itu seiring dengan pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang membatalkan proyek FSRU Belawan, Sumatra Utara dan memindahkannya ke Lampung.

“Iya kita terima dari Arun [bukan dari FSRU Belawan], buat PLN gasnya kira-kira 1 MTPA,” ujarnya, hari ini.

Nur mengatakan pasokan gas itu untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di wilayah Sumatra bagian utara, termasuk Aceh serta wilayah Medan dan sekitarnya. Pasokan gas baru bisa dinikmati saat revitalisasi aset Arun sudah selesai dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) pada 2013.

“Gasnya untuk Sumatra bagian utara, termasuk Aceh. Masa listrik lihat batas provinsi? Kan ngga,” jelasnya.

Adapun pasokan LNG-nya rencananya akan didatangkan dari Tangguh, Papua. Namun terkait harganya, saat ini masih negosiasi dan belum dicapai kesepakatan. Sementara itu, untuk FSRU di Lampung, Nur mengaku PLN belum membicarakan hal itu baik dengan pemerintah maupun dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk selaku pengelola FSRU.

“Yang di Lampung kita belum bicara, bagus kalau memang gasnya buat pembangkit juga. Belum ada pembicaraan teknis, tapi kita siap [menerima gasnya],” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik ketika dikonfirmasi terkait pembatalan proyek FSRU Belawan yang kemudian dipindahkan ke Lampung, enggan memberi pernyataan lebih jauh.

“Kata siapa dipindah?,” ujarnya yang malah bertanya balik ke wartawan. “Kata Pak Dahlan,” ujar para wartawan.“Tanya dia [Dahlan] lah dulu,” singkatnya.

Pembatalan proyek FSRU Belawan mengagetkan sejumlah pihak. Hingga hari ini, PGN selaku pemilik proyek belum juga memberikan pernyataan resmi terkait hal itu. Kebijakan pembangunan FSRU Belawan sesuai dengan Inpres No.1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010 dan Inpres No.14 Tahun 2011 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2011.

PGN sendiri sudah melakukan berbagai persiapan untuk pembangunan itu. PGN telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) proyek LNG Floating Storage and

Regasification Facilities (FSRF) di Belawan, Medan, Sumatra Utara, dengan konsorsium Hoegh LNG dan PT Rekayasa Industri.

PGN juga telah menunjuk konsorsium Hutama Karya - Darma Empat Lima - Ilamaru Jaya sebagai kontraktor pemasangan pipa distribusi dari FSRU Belawan ke pelanggan di wilayah Medan, Sumatra Utara. Adapun kebutuhan pipanya sendiri akan disuplai oleh PT KHI Pipe Industries (KHI).

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengaku tidak mengetahui terkait pembatalan proyek FSRU Belawan yang kemudian dipindahkan ke Lampung. Menurutnya, keputusan Dahlan Iskan yang memindahkan proyek FSRU dan mempercepat revitalisasi aset Arun itu mungkin atas pertimbangan lain.

“Belawan dan Arun kan lokasinya berdekatan. Ibaratnya kalau lokasinya seperti itu buat apa bikin 2 airport? Kalau ada 2 begitu bisa jadi underutilized [kurang termanfaatkan],” ujarnya saat ditemui di ruangannya, hari ini.

Widjajono mengatakan secara teori, jika FSRU Belawan dipindahkan ke Lampung, maka semestinya Hoegh LNG dan Rekin juga-lah yang akan membangun fasilitas di sana, tanpa harus melakukan tender ulang.

“Teorinya kalau proyek Belawan batal, mereka tidak boleh rugi,” jelasnya.(sut)

© 2010, Bisnis.com All Rights Reserved