Kalla Minta BP Migas Tambah Pasokan Gas ke Pabrik Pupuk

JAKARTA, 6-12-2008 - Pemerintah meminta Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk memenuhi pasokan gas ke dua pabrik pupuk besar, Pupuk Iskandar Muda di Aceh dan Pupuk Kaltim. Hal ini terkait dengan keputusan pemerintah menggenjot produksi pupuk hingga 120 ribu ton pada akhir tahun ini, yang merupakan musim tanam.

"BP Migas harus beri gas tambahan sehingga produksi pupuk bisa bertambah menjadi 120 ribu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kantor Wakil Presiden kemarin. Sebelumnya, pemerintah meminta cadangan pupuk sebanyak 300 ribu ton didistribusikan untuk mengatasi kelangkaan pupuk di masyarakat. Kalla menilai kelangkaan pupuk akibat permintaan lebih tinggi dibanding ketersediaan. Padahal selama 10 tahun terakhir produksi pupuk tidak bertambah, sedangkan kebutuhan pupuk di bidang pertanian terus bertambah, antara lain untuk perkebunan gula dan jagung, selain padi.

Peningkatan produksi pupuk hingga 120 ribu ton diharapkan mampu memenuhi target produksi pupuk tahun depan, yaitu 7 juta ton. Pemerintah mengklaim jumlah itu sepadan dengan kebutuhan pupuk dalam negeri. "Pada 2015 ditargetkan produksi pupuk 15 juta ton," ujarnya. Kelangkaan pupuk, Kalla menambahkan, selain menimbulkan masalah, harus dimaknai sebagai cerminan positif. Sebab, banyaknya penggunaan pupuk akibat dari produksi padi, jagung, kedelai, sawit, dan tebu yang serba meningkat. "Ini akibat pertanian kita berhasil," kata Kalla. Ia yakin, menjelang musim tanam nanti, permasalahan kelangkaan pupuk tidak akan teratasi sehingga target pemerintah di sektor pertanian tidak terganggu. Untuk mengatasi kelangkaan pupuk urea di Kabupaten Bantul sejak 1-5 Desember telah disalurkan 653 ton dari PT Pupuk Sriwijaya. Penyaluran ke distributor dilakukan secara tertutup. "Langsung dikirimkan ke wilayah yang mengalami kelangkaan pupuk," kata Supervisor Penyediaan dan Penjualan PT Pupuk Sriwijaya Yogyakarta Ibnu Syafar.

Kurniasih Budi | Anton Aprianto | Muh Syaifullah