Sejarah PIM

PT Pupuk Iskandar Muda adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainnya. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982 dan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1985.

Pembangunan proyek pabrik PIM ini awalnya dirintis PT. Pusri Palembang sejak tahun 1981. Penandatanganan kontrak pembangunan pabrik dilakukan 02 Oktober 1981 antara Pemerintah RI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian c/q Dirjen Industri Kimia Dasar dengan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri dari Indonesia dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.

Pembangunan pabrik dimulai 13 Maret 1982, dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal dari rencana. Pada akhir tahun 1984 pabrik mulai berproduksi, pengapalan perdana dilakukan 7 Pebruari 1985, pada tanggal 20 Maret 1984 pabrik diresmikan oleh Presiden RI dan operasi komersial dimulai 1 April 1985.

Pabrik PT. Pupuk Iskandar Muda ini merupakan pabrik pupuk Urea ke-11 di Indonesia dan pabrik ke-2 di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain sedang membangun proyek PIM-2, pada saat ini PT. Pupuk Iskandar Muda baru memiliki 1 unit pabrik yang terdiri dari :

  • l Unit Urea, menggunakan teknologi Mitsui Toatsu, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari.
  • l Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellogg, Amerika, dengan kapasitas desain 1.000 ton amoniak/hari yang telah dioptimalkan menjadi 1.170 ton amoniak / hari.

Produk yang dihasilkan berupa amoniak dan pupuk urea yang mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Sistem Manajemen Mutu yang diakui Internasional, berupa sertifikat ISO 9002. Selain itu dihasilkan pula produk samping associated gas seperti karbon dioksida, dry ice, nitrogen dan oksigen.

PT Pupuk Iskandar Muda senantiasa memelihara dan peduli terhadap lingkungan dalam kegiatan usahanya. Atas upaya tersebut, PT Pupuk Iskandar Muda telah berhasil mendapatkan pengakuan internasional berupa Sertifikat ISO 14001.

Distribusi pupuk untuk sektor pertanian di wilayah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Riau dilaksanakan oleh PT Pupuk Iskandar Muda dan sebagian oleh PT. Pusri; sedangkan distribusi dalam negeri lainnya dilaksanakan oleh PT Pusri. PT Pupuk Iskandar Muda melakukan pula penjualan urea ekspor dengan negara tujuan ekspor antara lain Vietnam, Thailand, Malaysia, Myanmar, Taiwan dan Philipina.