Tingkatkan Pengelolaan Pengetahuan, PIM Gelar Pembekalan Knowledge Management

KRUENG GEUKUEH: 15 OKTOBER 2019

PIM menggelar acara Pembekalan Knowledge Management (KM) pada 14-16 Oktober 2019 di Ruang Teuku Umar Gedung Pertemuan. Acara ini menghadirkan narasumber yang berasal dari firma konsultan KMPlus dan diikuti oleh 107 peserta yang berasal dari setiap unit kerja.

General Manager SDM, Muhammad Ali menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan implementasi Knowledge Management antar Anak Perusahaan pupuk Indonesia Grup. Ali berharap setiap peserta mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh materi dapat dipahami dengan baik.

Narasumber Acara, Alvin Soleh menjelaskan bahwa Knowledge Management adalah pengelolaan pengetahuan dalam sebuah Perusahaan. Berbeda dengan Asset Management yang terlihat fisiknya atau tangible, maka Knowledge Management berfokus pada pengelolaan hal-hal yang bersifat intangible atau tak terlihat seperti data-data, informasi,dan pengetahuan.

Alvin menambahkan bahwa Knowledge Management akan memanfaatkan penggunaan teknologi Informasi. Namun, Teknologi Informasi hanyalah alat. Menurutnya, yang paling penting adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menggunakan alat tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM adalah hal yang esensial.

Lebih lanjut, Alvin mengungkapkan bahwa Knowledge atau Pengetahuan merupakan aset dan terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Core Knowledge, Advanced Knowledge, dan Innovative Knowledge. Core Knowledge adalah pengetahuan dasar seseorang terkait suatu hal. Bagian ini merupakan yang paling penting namun tidak memiliki Competitive Advantage atau nilai tambah. Advanced Knowledge merupakan pengetahuan pendukung atau hal-hal yang melampaui bidang yang digeluti seseorang. Dan tingkatan tertinggi adalah Innovative Knowledge yang merupakan pengetahuan untuk menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat baru.

Sementara itu, dalam Knowledge Management, terdapat tiga elemen yang akan menjadi objek pengelolaan yaitu data, informasi, dan pengetahuan. Data yang dikelola dengan baik akan menjadi informasi yang berguna bagi setiap orang yang memanfaatkannya. Lalu, agar berubah menjadi pengetahuan, informasi tersebut harus dipraktikkan. Oleh karena itu, kompetensi seseorang akan mencapai level optimal ketika tiga elemen tersebut dimiliki oleh seseorang.

Kemudian, Alvin menerangkan bahwa ada siklus dalam Knowledge Management yaitu Socialization, Externalization, Combination, dan lnternalization atau SECI. Socialization adalah tahap berbagi pengetahuan antar individu. Pada tahap Externalization, proses berbagi pengetahuan ini didokumentasikan sehingga tersimpan dengan baik.

Selanjutnya, pengetahuan tersebut disebarkan pada tahap Combination sehingga dapat diakses oleh siapapun. Akhirnya, pada tahap Internalization pengetahuan tersebut diimplementasikan untuk memberikan manfaat bagi perusahaan. Siklus ini berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya perusahaan tersebut.

Lebih jauh, Knowledge Management perlu diterapkan dengan menggunakan strategi yang efektif. Strategi tersebut terdiri dari 6 tahapan.Pertama, mengembangkan narasumber ahli dan pekerja pengetahuan yang cerdas. Kedua, menyusun peta pengetahuan. Ketiga, menumbuhkembangkan komunitas praktisi sebagai forum belajar dan berbagi pengetahuan menggunakan topik-topik yang selaras dengan peta pengetahuan. Keempat, membangun Knowledge Asset dari hasil sharing komunitas praktisi dan dokumentasi pengetahuan narasumber Ahli. Kelima, memanfaatkan teknologi untuk menyimpan dan mempercepat distribusi pengetahuan penting. Keenam, melibatkan KM Champion secara aktif dalam menggerakkan kegiatan KM di lingkungan kerja.

Dalam menyusun peta pengetahuan, menurut Alvin harus memenuhi tiga hal berikut. Pertama, mudah dipahami sehingga dapat menjadi informasi yang dapat diimplentasikan. Kedua, peta pengetahuan yang telah dirancang harus divalidasi kepada unit kerja lain sehingga menjadi semakin kredibel dan relevan. Ketiga, sosialisasi perlu dilakukan agar diketahui secara luas dan menjadi pembahasan bersama. (Wh)