PT Pupuk Iskandar Muda Gelar Edukasi Transformasi Industri Pupuk untuk Jurnalis

KRUENG GEUKUEH : 13 FEBRUARI 2019

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar Media Gathering dalam menjalin silaturahmi dengan para Jurnalis. Edukasi Media ini diikuti sekitar 30 Jurnalis dari berbagai media, dari lima perwakilan organisasi Pers, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh.

Kegiatan pelatihan edukasi media tersebut menghadirkan pemateri dari internal PT PIM, staf Produksi, Zikri, Manager Pemasaran, Saifuddin Noerdin, serta dari Dinas Pertanian & Pangan Aceh Utara, Erwandi dan Jurnalis senior di Pase, Ayi Jufridar.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan terbentuk pemahaman yang komprehensif khususnya bagi awak media sehingga menjadi dasar atau landasan yang relevan dalam menulis berita khususnya terkait operasional PIM dan industri perpupukan pada umumnya.

Pada 24 Februari nanti, PIM akan memasuki masa operasionalnya yang ke 37 tahun. Selama periode tersebut Perusahaan ini telah melalui kondisi naik dan turun, masa-masa jaya dan juga periode-periode sulit.

Namun PIM tetap bertahan dan masih berdiri untuk menjaga kedaulatan pangan khususnya dalam menjamin ketersediaan pupuk khususnya jenis Urea yang merupakan produk utama Perusahaan ini di Aceh dan beberapa daerah lain di Sumatera yang termasuk ke dalam cakupan distribusi kami.

"Kita masih mendengar dan melihat kelangkaan pupuk yang terjadi di sejumlah daerah menjelang masa tanam. Namun sebagaimana yang telah kita maklumi bersama, hal-hal tersebut terjadi karena faktor-faktor di luar PIM, seperti alokasi dan penyebab eksternal lainnya. Sebagai produsen, PIM selalu melakukan proses produksi secara optimal dan memenuhi kebutuhan para petani, ujar Direktur SDM & Umum (Dirum) PT PIM, Usni Syafrizal saat membuka acara edukasi media "Peran Jurnalis dalam Transformasi Bisnis Industri Pupuk" di Ruang Melati PT PIM, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Rabu (13/2/2019).

Bangun Pabrik NPK

"InsyaAllah pada awal Maret 2019 ini, PT PIM akan membangun pabrik Pupuk NPK atau Nitrogen (N), Phosphat (P) dan Kalium (K) kapasitas 500.000 ton pertahun dengan nilai investasi sekitar Rp 1 triliun. Saat ini, PIM sedang menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk membangun pabrik pupuk NPK.

Awalnya, pembangunan itu direncanakan Januari 2019. Namun karena ada sesuatu hal, melengkapi dokumen-dokumen, maka mundur sedikit jadwal pembangunannya. Saat ini, tendernya sudah, pemenangnya itu PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero, perusahaan BUMN,” kata Direktur SDM dan Umum Usni Syafrizal didampingi Sekretaris Perusahaan (Sekper) Masridar dan Manager Humas Zulfan Effendi kepada para Jurnalis disela-sela wawancara.

Pabrik Pupuk NPK nantinya akan mengunakan bahan baku dari rock phosphate yang diimpor dari Yordania. Kita tidak menggunakan bahan baku dari gas, karena gas mahal dan nanti bisa menjadi persoalan kalau gas nya macet.

Jika PIM berkembang dan terus mengalami kemajuan, maka juga akan berdampak positif terhadap perekonomian Aceh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Produksi pertanian tetap terjaga. Kebutuhan pangan terjamin.

Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan dari para awak media pentingnya peran jurnalis sebagai mitra strategis perusahaan terhadap setiap kegiatan PIM dan rencana-rencana pengembangan yang akan dilakukan sehingga Perusahaan ini dapat memberikan  manfaat dan dampak positif yang lebih besar bagi seluruh stakeholder.

“Kami pastikan, PIM terus hadir untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Kehadiran pabrik pupuk baru ini diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Aceh dan industri pupuk di Indonesia,” pungkas Dir SDM & Umum Usni Syafrizal. []