Arsip Berita

PT PIM Gelar Simulasi Paparan Gas Amonia

RRI : 29 DESEMBER 2016

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Kamis (29/12/2016) menggelar simulasi tanggap darurat penanganan paparan gas amonia. Kegiatan itu merupakan program wajib bagi perusahaan untuk menghindari banyak korban bencana, seperti bocor amonia dan kebakaran.

Jenderal Maneger Produksi PT PIM, Yuanda ST, mengatakan, simulasi tanggap darurat berlangsung  di lokasi pabrik produksi, hingga evakuasi serta penanganan pasien imbas paparan gas amoniak.

Read more...

Pertamina Gandeng 3 Badan Usaha Bangun Kawasan Ekonomi Arun

Liputan6.com : 22 DESEMBER 2016

Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) bersama-sama dengan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) membentuk konsorsium pengusul dan pengelola  Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe (KEKAL) pada Kamis (22/12/2016).

Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani mengatakan‎ penetapan Badan Pengusul dan Pengelola KEKAL kepada konsorsium yang terdiri dari empat Badan Usaha tersebut  merupakan penugasan dari Plt Gubernur Aceh Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN dan Kementerian Perekonomian.
(Foto: Arthur Gideon/Liputan6.com)


Konsorsium itu untuk percepatan dalam merevitalisasi aset bekas Kilang LNG Arun di Lhokseumawe dan area sekitarnya yang masuk pada kawasan PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelindo-1, PT Asean Aceh Fertilizer dan PT Kertas Kraft Aceh dengan total luas kawasan yang diusulkan yaitu 2,652 hektar.

"Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya  merevitalisasi aset yang ada di Arun Lhokseumawe, serta pembangunan KEKAL berbasis kawasan industri yang sudah ada," kata Yenni, saat penandatanganan Perjanjian Konsorsium, di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Read more...

Pertamina Cs Akan Kelola Kawasan Ekonomi Arun-Lhokseumawe

CNN INDONESIA : 22 DESEMBER 2016

Jakarta - Konsorsium PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) (Pelindo I), dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) berencana untuk mengelola Kawasan Ekonomi Khusus Arun dan Lhokseumawe (KEKAL).

Pengelolaan ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Kementerian Perindustrian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Direktur Gas Pertamina Yenni Andayani menyebut bahwa kawasan ekonomi ini merupakan tindak lanjut untuk merevitalisasi aset perusahaan yang berada di Arun, Aceh. Nantinya, KEK ini dikhususkan untuk industri berbasis minyak dan gas, pupuk, agro, dan logistik.

"Kami sangat yakin dengan kawasan ekonomi ini karena Arun berpotensi untuk menjadi gerbang pasar berorientasi ekspor. Kami harap setelah ini bisa mengajukan pembentukan KEK kepada pemerintah dan menetapkan kami sebagai pengelola KEK ini," ujar Yenni, Kamis (22/12).

Read more...

Presiden Janji Teken PP KEK Arun

SERAMBI INDONESIA : 22 DESEMBER 2016

* Maksimal Tiga Hari Setelah Draf PP Masuk

JAKARTA - Pemerintah memacu pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe atau KEKAL. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menandatangani peraturan pemerintah (PP) KEKAL paling telat atau maksimal tiga hari setelah draf PP masuk ke meja Presiden.

Janji Presiden Jokowi itu disampaikan Plt Gubernur Aceh Soedarmo dalam Rapat Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/12) petang.

“Saya melaporkan kepada Presiden soal kawasan ekonomi khusus ini dalam dua kali pertemuan di Aceh, pada 9 Desember dan 15 Desember. Bapak Presiden janji, paling lama tiga hari setelah draf PP masuk ke meja presiden, akan ditandatangani,” kata Soedarmo.

Karena itu, Soedarmo meminta kepada Tim Pelaksana Dewan Nasional agar menyahuti janji dan keseriusan Presiden tersebut. “Saya harapkan Januari 2017 PP bisa terbit dan Februari 2017 langsung bisa beroperasi,” kata Plt Gubernur.

Read more...

286 Korban Amonia PT PIM Terima Bantuan

SERAMBI : 10 DESEMBER 2016

Manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Kamis (8/12), menyerahkan bantuan kepada 286 warga dari Desa Tambon Tunong, Tambon Baroh, dan Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, yang terkena paparan amonia dari perusahaan tersebut beberapa waktu lalu.

Untuk 28 korban yang dirawat inap, selain diberikan bantuan berupa 15kilo beras, 2 kilo gula pasir, 2 liter minyak goreng dan 2 kilo susu, juga diberikan uang permalam dirawat Rp 500 ribu per orang. Sedangkan yang tidak dirawat 258 orang, diberikan bantuan sembako yang diantar ke rumahnya masing-masing.

Read more...