Konsorsium Bentuk BadanPengelola KEK Arun

SERAMBI INDONESIA : 11 DESEMBER 2017

BANDA ACEH - Dirut PT PIM, Ahcmad Fadheil selaku Wakil Ketua Konsorsium Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Jumat (10/11) sore menandatangani pembentukan Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Arun bernama PT Patriot Nusantara Aceh (PNA).

Prosesi penandatanganan pembentukan BUPP KEK Arun berlangsung di Aula Lantai III Kantor Gubernur Aceh disaksikan Sekda Dermawan bersama Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, Dirut PDPA Mursyid, dan Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Ir Iskandar MSc.

“Pembentukan BUPP KEK Arun Lhokseumawe tindaklanjut komitmen PT PIM, Pertamina, Pelindo, dan PDPA selaku pendiri konsorsium KEK Arun Lhokseumawe (Kekal). Tujuannya untuk mempercepat operasional KEK Arun,” kata Ahcmad Fadheil.

Ahcmad Fadiel mengatakan, masih banyak tahapan yang harus dilakukan konsorsium KEK Arun agar PT PNA sebagai BUPP KEK bisa cepat operasional. Antara lain, mendaftarkan dan membawa berkas pendaftaran PT PNA ke Kanwil Hukum dan HAM Aceh pada 14 November 2017 untuk penerbitan akte notaris pendirian PT PNA. Diharapkan pada 17 November 2017 selesai untuk dilanjutkan dengan pelaksanaan pendampingan sumber daya manusia (SDM) kepada BUPP KEK dari dinas terkait.

Pada 18 November 2017, kata Ahcmad Fadheil dilakukan pengesahan dan penunjukan PT PNA oleh Gubernur Aceh sebagai BUPP KEK Arun dan pada 19 November 2017 dilanjutkan penandatangan perjanjian antara Ketua Dewan KEK Arun dengan BUPP KEK Arun tentang skema pembangunan dan pengelolaan yang kemudian dilanjutkan penyerahan dokumen estate regulation BUPP KEK Arun. “Launching beroperasinya PT PNA dijadwalkan pada 12 Desember 2017,” kata Ahcmad Fadheil.

Terkait besaran kepemilikan saham, Pemerintah Aceh diwakili PDPA menguasai 46 persen dan PT PIM 54 persen.

Besaran kepemilikan saham itu, kata Ahcmad Fadheil, akan berubah pada Juni 2018. Pemerintah Aceh diwakili PDPA tetap menguasai 46 persen, PIM 14 persen, Pertamina akan membeli 25 persen dan PT Pelindo I 15 persen.

Pada 30 Juni 2018, menurut Ahcmad Fadheil akan ada penandatanganan perjanjian perubahan kepemilikan saham PT PNA dengan masuknya Pertamina dan PT Pelindo I sebagai pemegang saham PT PNA yang baru secara resmi.

Dijelaskannya, ada lima pilar utama bisnis BUPP KEK Arun yaitu pembangunan infrastruktur dan optimalisasi aset, pengembangan kawasan, program dan kegiatannya, mengoptimalisasi utilitas, pengembangan property, dan menyiapkan SDM dan sarana pelatihan.

Program kerja PT PNA pada 2017 adalah Koordinasi dengan Dewan KEK Arun untuk percepatan penyediaan sarana dan prasarana, melakukan kerja sama dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Pertamina, PIM, dan Pelindo.

Untuk tahun depan, lanjut Dirut PIM itu, kegiatan bisnis jangka pendeknya, pertama pelaksanaan road show ke dalam dan luar negeri, kedua komersialisasi aset yang idel, penjualan utilitas seperti air, listrik dan gas, penyewaan properti dan fasilitas pendukungnya, penyiapan sarana kantor dan sarana komersialnya lainnya dan penyediaan tenaga kerja outsourcing untuk petugas keamanan, cleanning service dan lain-lain, pembangunan water tratment dan wastefasility.

Sedangkan kegiatan bisnis jangka panjang 2019-2023, kata Ahcmad Fadheil melipiti pengembangan kawasan berdasarkan blue print, pembelian lahan masyarakat dalam kawasan KEK Arun, pembangunan ware house dan sarana logistik pendukung KEK Arun dan kerja sama industri dengan para penyewa dan pemegang saham.

 

http://aceh.tribunnews.com/2017/11/11/konsorsium-bentuk-badan-pengelola-kek-arun