PT PATNA Bakal Kelola KEK Aceh Lhokseumawe

Layar Berita : 08 Desember 2017

PT Pupuk Iskandar Muda dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) telah mendirikan sebuah Perseroan Terbatas, dengan nama PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA), pada Jumat (10/11/2017) lalu.  PATNA tersebut akan mengemban tugas sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Aceh Lhokseumawe (BUPP KEKAL).

Hadirnya PT PATNA sebagai tindak lanjut pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe, yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada tanggal 17 Februari 2017.

Pendirian dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Anggota Konsorsium Pengusul Pendirian Kawasan Ekonomi Khusus, pada tahap awal dilakukan oleh anggota konsorsium PDPA dan PIM, dan pada tahun 2018 PT Pertamina (Persero) dan PT Pelindo I (Persero) melakukan penyetoran modal, sehingga menyusul PDPA dan PIM menjadi pemegang saham PATNA.

Menurut data yang diterima redaksi layarberita.com dari rilis yang dikirim Humas PT PIM, kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe berdasarkan PP 5/2017 tersebut, memiliki luas 2.622,48 hektar. Adapun lokasinya terletak dalam kawasan kilang Arun Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh seluas 1.840, 8 hektar dan Kawasan Jamuan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh seluas 199,6 hektar.

Adapun Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe terbagi atas beberapa zona, yaitu, Zona Pengolahan Ekspor, Zona Logistik, Zona Industri dan Zona Pariwisata.

PT PATNA sendiri telah memperoleh pengesahan sebagai Badan Hukum dari Kementerian Hukum & HAM Nomor: AHU-0051374.AH.01.01 Tahun 2017, dan pada tanggal 21 November 2017 bertempat di Banda Aceh.  serta  telah dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, Pengangkatan Direksi dan Komisaris PT PATNA.

Berikut para direksi dan komisaris PT PATNA, Birman Prabowo sebagai Direktur Utama, yang merupakan professional keuangan (bankers), Marwadi Yusuf sebagai Wakil Direktur Utama, yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di Pemko Lhokseumawe, Munawar Effendi sebagai Direktur Keuangan & Administrasi, yang merupakan mantan General Manager Keuangan PT Pupuk Iskandar Muda, Surya Darma sebagai Komisaris Utama, yang merupakan Chairman of The Renewable Energy Certification Institute (LSP-ET) dan staf pengajar di pascasarjana Universitas Indonesia, Sabri Basyah sebagai Komisaris Independen, yang merupakan pengusaha Aceh yang bergerak di perkebunan sawit, industry bio diesel dan perdagangan.

“Terdapat 5 pilar utama bisnis PT PATNA, yaitu pembangunan infrastruktur dan optimalisasi asset, pengembangan kawasan, optimalisasi sarana utilitas, pembangunan properti, dan penyiapan SDM dan sarana pelatihan. Diperkirakan nantinya industri di KEK Aceh Lhokseumawe akan menyerap ribuan tenaga kerja terampil dan non terampil,”tulis tersebut.

Beberapa manfaat yang akan diperoleh dan dirasakan oleh seluruh masyarakat, pemerintah daerah dan Provinsi Aceh dengan Kehadiran KEK Aceh Lhokseumawe ini adalah berupa, Mendukung program pemerintah dalam bidang maritime dan kesejahteraan, Meningkatkan investasi PMDN dan PMA, Sinergi konsorsium BUMN dan BUMD untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD);

Selain itu juga akan dapat Meningkatkan daya saing Aceh ditingkat Nasional dan Internasional, Meningkatkan pertumbuhan ekonomi Aceh, Meningkatkan PDRB perkapita Aceh, Menciptakan peluang berwirausaha bagi masyarakat Aceh terutama terhadap generasi muda, Mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

 

https://layarberita.com/2017/12/08/pt-patna-bakal-kelola-kek-aceh-lhokseumawe/