PATNA Kelola KEK Arun

Serambi Indonesia : 09 Desember 2017

* Didirikan PT PIM dan PDPA

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) sudah mendirikan perusahan yang akan mengelola kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun pada akhir November lalu. Perusahaan yang diberi nama PT Patriot Nusantara Aceh (PATNA) itu akan mengemban tugas sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Aceh Lhokseumawe (BUPP KEKAL) dan berkantor di Banda Aceh.

“Ini bagian dari amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe yang diteken Presiden RI Joko Widodo pada 17 Februari 2017,” ujar Humas PT PIM, Zulfan Effendi dalam siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (9/12).

Menurut dia, pada tahap awal pendirian perusahaan tersebut dilakukan oleh PT PIM dan PDPA. Tapi, pada 2018 akan ikut bergabung perusahaan anggota konsorsium pengusul pendirian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Lalu, PT Pertamina (Persero) dan PT Pelindo I (Persero) juga akan menanamkan modal, sedangkan PDPA dan PT PIM tetap akan menjadi pemegang saham PT PATNA.

Ditambahkan Zulfan, pilar utama bisnis PT PATNA yaitu membangunan infrastruktur dan optimalisasi aset, pengembangan kawasan, optimalisasi sarana utilitas, pembangunan properti, dan penyiapan

sumber daya manusia (SDM), serta sarana pelatihan. “Diperkirakan nantinya industri di KEK Arun Lhokseumawe akan menyerap ribuan tenaga kerja terampil dan nonterampil,” ucap Zulfan.

Keberadaaan KEK Arun, ulasnya, akan memberikan manfaat kepada masyarakat, dan pemerintah daerah, serta Pemerintah Aceh. “Dengan adanya KEK Arun itu, tentu akan mendukung program pemerintah dalam bidang maritim dan kesejahteraan. Lalu juga akan meningkatkan daya saing Aceh di tingkat nasional dan internasional, sehingga menciptakan peluang berwirausaha bagi masyarakat Aceh, terutama terhadap generasi muda,” pungkas Zulfan.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sudah dilakukan pengangkatan direksi dan komisaris PT PATNA. Masing-masing adalah, Birman Prabowo sebagai Direktur Utama yang mewakili unsur profesional keuangan. Kemudian, Marwadi Yusuf sebagai Wakil Direktur Utama yang merupakan PNS di Pemko Lhokseumawe. Lalu, mantan General Manager Keuangan PT Pupuk Iskandar Muda, Munawar Effendi sebagai Direktur Keuangan & Administrasi.

Di jajaran komisaris, Surya Darma yang notabene adalah Chairman of The Renewable Energy Certification Institute (LSP-ET) sekaligus staf pengajar di Pascasarjana Universitas Indonesia, dipercaya sebagai Komisaris Utama. Terakhir Komisaris Independen dijabat Sabri Basyah, seorang pengusaha Aceh yang bergerak di perkebunan sawit, industry biodiesel, dan perdagangan.

 

http://aceh.tribunnews.com/2017/12/10/patna-kelola-kek-arun