Lagi, Pupuk Urea Langka di Aceh Utara

SERAMBI INDONESIA : 25 NOVEMBER 2017

* Terjadi di Lima Kecamatan

Kelangkaan pupuk urea kembali terjadi di sejumlah kecamatan di Aceh Utara. Buktinya, dalam dua pekan terakhir, pupuk bersubsidi tersebut seperti ‘menghilang’ di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan, Baktiya, Seunuddon, dan Baktiya Barat. Kejadian ini bukan yang pertama karena sebelumnya kelangkaan urea juga terjadi di Kecamatan Tanah Luas dan sekitarnya.

“Sepekan yang lalu, saya ke Pantonlabu untuk mencari pupuk urea yang harga murah (subsidi) warna merah (pink). Tapi saya tak mendapatkan, penjual pupuk menawarkan pupuk urea yang warna putih karena dia menyebutkan yang subsidi sudah habis,” ujar M Yunus (50), petani asal Desa Ulee Gle, Kecamatan Tanah Jambo Aye kepada Serambi, kemarin.

Dia menerangkan, karena harga urea nonsubsidi itu sangat tinggi yakni persaknya mencapai Rp 270 ribu, akhirnya dia batal membelinya. “Saya pasrah karena memang harganya cukup mahal untuk kami petani. Sedangkan pupuk yang warnah merah (bersubsidi), masih bisalah kami beli karena biasanya harga sekitar Rp 90 ribu persak,” jelas M Yunus yang mengungkapkan dua hari lalu kembali dia mencoba mencari pupuk urea subsidi di Pantonlabu, namun lagi-lagi tak ada stoknya.

Situasi serupa juga dialami Keuchik Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Ibrahim. Kepada Serambi, dia membeberkan, dirinya juga sudah mencari pupuk di kawasan Pantonlabu dan sekitarnya, tapi tetap tak menemukannya. “Entah kenapa, setiap kali turun ke sawah, selalu langka pupuk urea, sehingga banyak petani di kawasan kami menanam padi tanpa pupuk. Ini bisa menyebabkan pertumbuhan padi tidak baik,” ulasnya.

Ibrahim sendiri mengaku, akhirnya dia bisa mendapatkan pupuk urea di kawasan Tanah Luas karena wilayah itu sudah memasuki musim panen. “Kemarin ketika pulang dari Lhokseumawe, saya sengaja ke Kecamatan Tanah Luas untuk mencari pupuk, ternyata di sana masih ada stoknya karena wilayah itu sudah musim panen,” ungkapnya.

Ketua Forum Keuchik Baktiya, Zulkarnaini menyebutkan, kondisi kelangkaan pupuk urea setiap menjelang musim tanam, memang sudah seperti sebuah siklus yang terus berulang. Oleh sebab itu, dia sengaja membeli urea sebelum musim tanam dan menyimpannya, sehingga tak kelabakan saat turun ke sawah. “Tapi, petani yang lain di kawasan kami, semua kesulitan mendapatkan pupuk, dan ini sudah rutin terjadi,” ucapnya.

Menurut Zulkarnaini, dia banyak informasi kalau sejumlah kecamatan lain seperti Seunuddon dan Baktiya Barat juga mengalami kelangkaan pupuk. “Saya dapatkan informasi dari sejumlah keuchik dari kecamatan lain. Saya juga tidak tahu penyebab, tapi ini rutin terjadi,” tukasnya.

Sementara itu, Manager Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Zulfan Effendi kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pupuk urea bersubsidi sudah disalurkan pihaknya mulai Jumat (24/11) kemarin, ke Kecamatan Tanah Jambo Aye dan sekitarnya sesuai alokasi. Namun, jika ada kekurangan, kemungkinan kuotanya yang tak mencukupi. “Alokasi kebutuhan urea subsidi untuk 2017 mencapai 72.830 ton, termasuk yang sudah disalurkan 65.025 ton,” sebut Humas PIM.

Sisa alokasi untuk Aceh, rinci Zulfan Effendi, sekitar 7.805 ton sesuai dengan SK Menteri Pertanian Nomor 29/2017 dan SK Kepala Dinas Pertanian Aceh Nomor Peg 820/1431/2017. “Stok urea subsidi yang ada di gudang PIM sampai 24 November 2017 sebanyak 10.367 ton, atau masih ada kelebihan stok hingga akhir Desember 2017 sebesar 2.561.ton,” pungka Humas PIM.

 

http://aceh.tribunnews.com/2017/11/25/lagi-pupuk-urea-langka-di-aceh-utara