PIM Dituding ‘Matikan’ Kontraktor Lokal

Serambi Indonesia : 21 Oktober 2017
 

* PIM: Semua sudah Sesuai Aturan

LHOKSEUMAWE - Sejumlah kontraktor lokal yang selama menjadi vendor PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara menilai kalau perusahaan tersebut sekarang ini telah ‘membunuh’ perekonomian mereka. Pasalnya, mayoritas paket pengadaan barang dalam beberapa bulan terakhir dilaksanakan oleh koperasi perusahaan itu sendiri.

“Jadi, sekarang ini mayoritas pengadaan barang diurus oleh mereka sendiri. Sedangkan kami hanya diberikan satu dua paket saja, itu pun pengadaan yang dinilai tidak banyak untungnya,” ujar seorang rekanan yang enggan disebutkan namanya dan dibenarkan sejumlah rekanan lainnya, kemarin.

Menurutnya, dia sendiri telah menjadi vendor PT PIM hampir 30 tahun. Sedangkan para kontraktor yang melakukan berbagai pekerjaan di perusahaan tersebut dulunya mencapai seratusan orang. Karena memang dulu hampir seluruh paket pekerjaan dipercayakan kepada kontraktor lokal. “Besaran paket pekerjaan dari harga Rp 5 juta sampai dengan miliaran rupiah,” sebutnya.

Namun kini, ucap dia, sejak beberapa bulan terakhir, sistem berubah di mana mayoritas paket pengadaan dikelola langsung oleh koperasi PT PIM. “Dengan kondisi ini, tentunya telah membunuh perekonomian kami para kontraktor lokal,” ucapnya.

Ketua Kadin Aceh Utara, T Moni Alwi mengakui sudah mendapatkan laporan tentang kondisi ini. Sehingga dia mengharapkan adanya perhatian khusus dari pihak PT PIM untuk kembali mengubah kebijakannya seperti semula, demi pertumbuhan perekonomian kontraktor lokal.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Kadin Aceh, Fahrizal Muhfi. Menurut dia, kondisi seperti itu secara otomatif PIM telah mematikan usaha kontraktor lokal. “Intinya, kita sangat sayangkan sikap dari PT PIM,” tukas Fahrizal.

Sementara itu, Kabag Humas PT PIM, Zulfan Efendi membantah adanya persoalan tersebut. Menurutnya, proses pelelangan pengadaan barang di perusahaan itu masih seperti biasa, tak ada perubahan dan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Meskipun sekarang ini, diakuinya, kalau koperasi PIM memang terlibat dalam pengadaan sejumlah barang dan pekerjaan.

“Jadi, setiap ada pengadaan selalu dilelang, dan yang berhak ikut lelang adalah perusaahan yang terdaftar, termasuk di dalamnya ada koperasi PIM. Mungkin ada beberapa pekerjaan yang sekarang ini memang dimenangkan oleh koperasi, karena memang tawarannya lebih bagus dari perusahaan-perusahaan lainnya. Jadi, tidak ada upaya kami mematikan perekonomian kontraktor lokal,” tegas Zulfan yang didampingi stafnya Faisal.