Tiga Pupuk Langka di Aceh Utara

Serambi Indonesia : 16 Oktober 2017


* Urea, NPK, dan SP-36

Aceh Utara - Petani dalam sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara mengeluhkan soal kelangkaan tiga jenis pupuk yang sudah berlangsung lama, namun hingga kini belum teratasi. Tiga jenis pupuk yang langka tersebut adalah urea, NPK (Nitrogen, Posfor, dan Kalium), serta pupuk SP-36 (fosfat).

“Kelangkaan pupuk di Tanah Luas bukan kali ini saja terjadi, tapi sudah berulangkali. Masyarakat resah dengan kondisi ini karena tak bisa mendapatkan pupuk. Karena itu, kita berharap ke depan supaya persoalan ini segera diantisipasi sebelum kami turun ke sawah,” ujar Saiful Bahri, warga Desa Ujong Baroh, Kecamatan Tanah Luas kepada Serambi, kemarin.

“Kita juga berharap kepada dewan untuk bisa mencari persoalan ini, kenapa sering kali terjadi kelangkaan pupuk ketika turun ke sawah. Jika memang ada pihak yang bermain dalam persoalan ini, kami berharap aparat penegak hukum segera menangkapnya,” pintanya.

Sementara itu, Bukhari, warga Desa Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, dua pekan yang lalu, dia mencari pupuk bukan hanya di Kecamatan Tanah Luas saja, tapi juga sampai ke kecamatan tetangga, seperti Matangkuli dan Nibong, tapi tetap tak menemukannya.

“Sekarang saya tak bisa berjualan pupuk karena tak ada stoknya. Dua pekan lalu, saya meminta stok pupuk Urea 2 ton, yang bisa saya beli untuk dijual 17 sak. Lalu, pupuk SP-36 hanya tujuh sak dari 2 ton yang saya perlukan. Sedangkan NPK sampai sekarang belum saya dapatkan,” ungkapnya.

Disebutkan, sekarang masih ada warga yang membutuhkan pupuk, meskipun tidak sebanyak dua pekan yang lalu. Karena masa pemberian pupuk untuk tanaman sudah lewat. “Warga yang membutuhkan pupuk terpaksa mencari sampai ke luar kecamatan,” bebernya.

Abdul Rafar, warga Kecamatan Tanah Jambo Aye kepada Serambi, kemarin, mengatakan, kawasan Jambo Aye, Langkahan, dan Seunuddon, sudah mulai turun ke sawah. Namun, sampai sekarang belum terlihat ada stok pupuk di pedagang pengecer. “Kemarin ada warga yang membutuhkan pupuk untuk tanaman palawija, tapi tidak mendapatkannya,” bebernya.

Karena itu, warga berharap, supaya pihak distributor dapat mempersiapkan stok pupuk dari sekarang untuk tiga kecamatan tersebut, sehingga petani di kawasan itu tidak kesulitan mencari pupuk. “Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketika sudah musim tanam, pupuk sudah langka,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Penyaluran Pupuk Aceh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Zakaria kepada Serambi, Sabtu (14/10) malam, menyebutkan, kuota pupuk urea bersubsidi untuk Kabupaten Aceh Utara mencapai 8.000 ton. Jumlah itu kemudian ada penambahan lagi sebanyak 400 ton. “Sedangkan luas sawah di Aceh Utara mencapai 36.000 hektare lebih. Artinya, jika dalam satu hektare saja diberikan pupuk 20 kilogram, tentu tidak akan mencukupi untuk semua lahan. Jadi ini persoalannya, sehingga pupuk tidak mencukupi,” jelasnya.

“Khusus untuk Tanah Jambo Aye, Langkahan, dan Seunuddon, kuota pupuk sudah habis disalurkan. Tinggal sisa kuota penambahannya saja yang belum disalurkan. Urea 400 ton itu bukan tiga kecamatan itu saja, tapi seluruh kecamatan di Aceh Utara,” beber dia. “Untuk Kecamatan Tanah Luas, sudah disalurkan dua hari lalu sebanyak 20 ton,” pungkasnya.