PT PIM Bangun Pabrik Pupuk di Krueng Geukueh

Harian Andalas : 15 September 2017

Pembangunan pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) di Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara,  sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Tampak para pekerja mulai membersihkan areal dan meratakannya.

Menager Humas PT PIM Zulfan Efendi saat dihubungi, Jumat (15/09) menyebutkan, dimulainya kembali pembangunan pabrik PT PIM menyusul permintaan PT Pupuk Indonesia Company (PIC) agar PT PIM dapat segera menyediakan lahan bagi kelanjutan pembangunan pabrik pupuk majemuk NPK  yang sempat tertunda pembanguannya setelah peletakan batu pertama pertengahan 2015 lalu.

Dijelaskan, melanjutkan pembangunan pabrik pupuk NPK atau Nitrogen, Fosfat, dan Kalium yang berlokasi di areal yang sudah dicadangkan sebelumnya yaitu antara PT PIM dengan PT AAF.

“Terkait masalah tersebut, sesuai dengan harapan lahan yang diminta sudah tersedia. Untuk iu diharapkan dukungan masyarakat sekaligus sama-sama kita berdoa agar pabrik yang sudah lama dicetuskan itu bisa dimulai pengoperasiannya kembali pada 2018 mendatang,” kata Zulfan.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT PIM Achmad Fadhiel mengungkapkan bahwa pabrik PT PIM akan dibangun kembali. Selain itu membangun pabrik NPK, pihaknya juga merencanakan perbaikan pabrik PIM 1 dan menghidupkan kembali PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), sekalian memproduksi pupuk ZA, Asam Fosfat, Asam Sulfat, Urea, Amonia dan H202.

Terkait dengan dana yang dibutuhkan untuk perbaikan pabrik PIM 1, pembangunan pabrik NPK dan AAF sampai 2021, mencapai Rp 4 triliun lebih melalui dana pinjaman. Dana itu akan diperoleh melalui perbankan BUMN di Jakarta. “Untuk itu kami mohon dukungannya,” ujar Achmad Fadhiel. (HERA)

Ketua Masyarakat Peduli Industri (MPI) Aceh Utara H Abubakar Abbas sangat mengharapkan dukungan semua pihak sekaligus mengamankan pembangunan pabrik NPK tersebut.

”Kami mohon proyek ini hendaknya menjadi cikal bakal dan ujung tombak berdirinya proyek proyek lain. Mudah-mudahan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe sekitarnya termasuk Bireuen akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Percontohan untuk kawasan ASEAN,” harapnya.