Distributor Pupuk Iskandar Muda di Sumut Teken SPJB

MedanBisnisdaily : 25 September 2017

Medan - Sebanyak 62 distributor pupuk bersubsidi di Sumatera Utara (Sumut) telah melakukan perpanjangan kontrak atau tanda tangan adendum surat perjanjian jual beli (SPJB) dengan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) selaku produsen pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Sumut.

"Penandatanganan SPJB itu dilakukan pada tanggal 18 September 2017, di Kantor PIM Lhokseumawe, Aceh," kata Kepala Pemasaran Wilayah Sumut PT PIM, Pendi Effendi Rachmat kepada wartawan, Senin (25/9/2017), di Medan.

Menurut Pendi, penandatanganan SPJB itu dilakukab untuk periode kerja September hingga Desember 2017.

"Jadi ini merupakan lanjutan dari SPJB sebelumnya yang sudah berakhir. Kita berharap, dengan telah ditekennya SPJB ini, para distributor pupuk dapat melakukan kerjanya yakni mendistribusikan pupuk urea bersubsidi ke petani-petani di seluruh kabupaten kota di Sumut dengan tepat waktu mengingat musim tanam Oktober-Maret mulai tiba," jelas Pendi.

Selain melakukan penandatanganan SPJB, menajemen PIM juga mengajak seluruh distributor PIM melihat dari dekat pabrik dan proses pembuatan pupuk urea milik PIM yang ada di Lhokseumawe.

"Field trip ke pabrik urea PIM ini juga berdasarkan permintaan dari distributor kita. Mereka ingin melihat bagaimana urea itu dihasilkan. Jadi mereka tidak hanya menjual saja, tapi juga secara garis besar mengetahui tentang proses pembuatan pupuk urea yang kita produksi," kata Pendi.

Mengenai adendum SPJB, menurut Pendi dilakukan setiap tahun. Karena tiap tahun ada evaluasi yang dilakukan terhadap kinerja para distributor dalam menyalurkan pupuk urea bersubsidi di wilayah kerjanya masing-masing.

"Tiap distributor memiliki wilayah kerja masing-masing. Evaluasi dilakukan terhadap penebusan pupuk urea yang mereka lakukan. Kalau memang kinerjanya buruk, ada sanksi yang diberikan manajemen PIM. Sanksinya mulai dari peringatan sampai pembatalan kontrak. Tapi itu jarang terjadi. Biasanya kinerja dari masing-masing distributor cukup baik," jelas Pendi.