Pembangunan Pabrik NPK Areal PT PIM Dimulai

sidaknews.com : 15 September 2017

Aceh Utara  – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara sejak dua hari lalu mulai membersihkan dan meratakan kembali lahan bagi melanjutkan pembangunan pabrik pupuk NPK atau Nitrogen, Fosfat, dan Kalium yang berlokasi diareal yang sudah dicadangkan sebelumnya yaitu antara PT PIM dengan PT AAF.

Hal ini dilakukan menyusul permintaan PT Pupuk Indonesia Company (PIC) agar PT PIM dapat segera menyediakan lahan bagi kelanjutan pembangunan pabrik pupuk majemuk NPK yang sempat tertunda pembanguannya setelah peletakan batu pertama pertengahan 2015 lalu.

Demikian disampaikan Manager Humas PT PIM, Zulfan Efendi saat dihubungi, Jumat (20/09). “Ya, artinya lahan yang diminta PT PIC itu kapan diperlukan sudah tersedia”,ucap Zulfan seraya meminta dukungan serta doa agar pabrik yang sudah lama dicetuskan itu bisa dimulai pembangunannya tahun 2018.

Rencana pembangunan pabrik NPK tersebut juga pernah disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT PIM Achmad Fadhiel dalam kegiatan pengantongan akhir pupuk urea 2016 dan awal 2017, di gudang pengantongan PIM, Sabtu (31/12) malam tahun lalu.

Dijelaskan, selain pembangunan pabrik NPK juga merencanakan perbaikan pabrik PIM 1 dan menghidupkan kembali PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), sekalian memproduksi pupuk ZA, Asam Fosfat, Asam Sulfat, Urea, Amonia dan H202.

Sementara dana yang dibutuhkan untuk perbaikan pabrik PIM 1, pembangunan pabrik NPK dan AAF sampai 2021 mencapai Rp 4 triliun lebih melalui dana pinjaman. Dana itu akan diperoleh melalui perbankan BUMN di Jakarta. “Untuk itu kami mohon dukungannya,” ujar Achmad Fadhiel.

Sementara Eko Sunarko Dirut PT PIM sebelumnya dalam acara peletakan batu pertama pertengahan 2015 lalu menyebutkan, pembangunan pabrik NPK tersebut berkapasitas produksi 1 juta ton per tahun akan dimulai secepatnya dan ditargetkan dapat beroperasi awal 2020.

Dia menjelaskan bahwa untuk mendukung produksi pupuk NPK tersebut, PIM akan bekerja sama dengan perusahaan asal Yordania, Jordan Phosphat Mines Company, untuk membangun pabrik asam fosfat, salah satu bahan baku untuk pupuk majemuk.

“Mereka kan sudah buat pabrik asam fosfat di Petrokimia Gresik dan di Pupuk Kalimantan Timur. Jadi yang ketiganya nanti di Aceh, itu untuk mendukung pabrik NPK,” ujarnya.

Ketua Masyarakat Peduli Industri (MPI) Aceh Utara,H Abubakar Abbas secara khusus meminta semua pihak untuk mendukung dan mengamankan pembangunan pabrik NPK tersebut.”Kami mohon proyek ini hendaknya menjadi cikal bakal dan ujung tombak berdirinya proyek proyek lain.

“Mudah mudahan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Percontohan untuk kawasan Asean”, pintanya.