Pupuk Bersubsidi di Aceh Utara Langka, Tanaman Padi Terancam Kerdil

RRI.co.id : 14 Agustus 2017

Kelangkaan jenis Pupuk Urea bersubsidi di Aceh Utara akan berdampak negatif terhadap tanaman padi para petani.

“Ancaman terbesar kalau bukan gagal panen, hasilnya tidak maksimal. Kalau pupuk itu diberikan tepat waktu dan tepat jumlah, itu pertumbuhan tanaman (padi-red) akan sangat baik, sesuai harapan,” ucap Pengamat Pertanian dari Universitas Malikussaleh Dr Ismadi, Senin (14/8/2017).

“Tapi kalau sampai sekarang belum diberikan, udah hampir sebulan setelah tanam, itu yang pertama tanaman akan menjadi sedikit, kemudian akan menjadi kerdil. Efeknya produktivitas akan menurun,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut Ismadi menuturkan, apabila masalah ini tidak segera diselesaikan pemerintah terkait, maka akan berimbas pada hasil pendapatan hingga petani di Aceh Utara akan terus miskin.

“Yang paling parah kelangkaan pupuk, itu mungkin ada di wilayah barat Aceh Utara. Kecamatan Sawang, Muara Batu, Dewantara, Nisam, Bandar Baru, itu sampai saat ini pupuk bersubsidi tidak tersedia di kios-kios pengecer,” pungkasnya.

Sementara Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Zulfan Efendi mengatakan, tidak ada kendala menyangkut produksi pupuk bersubsidi, hanya saja menyangkut penyalurannya, kuota telah diatur oleh pemerintah setempat. Sehingga ketika terjadi kelangkaan, PT PIM pun tidak bisa menambah kuota pupuk itu karena tidak dibayar lagi oleh pemerintah.

“Walaupun perusahaan negara (PT PIM-red), tidak bisa menyalurkan suka-suka,” ujarnya dalam Program Dialog Interaktif RRI Lhokseumawe, Senin (14/8/2017).