Pupuk Urea Langka, Petani di Aceh Utara Mengeluh

AJNN : 7 Agusutus 2017

Sejumlah petani di wilayah barat Aceh Utara mengeluhkan kelangkaan pupuk urea. Padahal saat ini sudah memasuki puncak musim tanam. Akibatnya banyak sawah petani yang tidak tersentuh pupuk.

Seperti di Kecamatan Sawang, kelangkaan pupuk urea sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Bahkan para petani harus mencari hingga ke luar daerah seperti Bireuen.

"Sudah dua pekan terakhir pupuk urea langka. Masalahnya stok pupuk yang diberikan via penyalur sangat terbatas dan sudah habis. Makanya sebagian petani kesulitan mendapatkan pupuk," ujar Musliadi, Penyuluh Pertanian Kecamatan Sawang saat dikonfirmasi AJNN, Senin, (7/8).

Masalah yang sama juga dialami para petani di Kecamatan Muara Batu dan Banda Baro. Beberapa titik kios pengecer di Kecamatan tersebut juga kosong stok pupuk.

"Sawah saya sampai sekarang tidak diberi pupuk. Bahkan sudah saya cari hingga ke pengecer di kecamatan lain bahkan sampai ke geurugok Bireuen tapi juga tidak ada. Kalau begini takutnya pertumbuhan padi jadi tidak maksimal. Salah-salah rugi petani," tambah Samsul, petani asal Paloh Awe, Muara Batu.

Atas dasar itu, Forum Asosiasi Keuchik Aceh Utara (Asgara) Kecamatan Muara Batu berharap pemerintah segera turun tangan menanggapi keluhan petani di beberapa kecamatan.

"Sekarang sudah masuk bulan kedua musim tanam. Tapi pupuk masih langka. Kami sudah sampaikan hal ini ke pihak kecamatan dan DPR agar disampaikan ke dinas terkait. Jangan dibiarkan berlarut-larut," timpal Saifuddin, Sekretaris Asgara Muara Batu.

Sementara itu, terkait masalah tersebut pihak Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Aceh Utara belum berhasil dimintai tanggapannya.