Irwandi Yusuf: Empat Investor akan Masuk ke KEK Arun

Go Aceh : 22 Agustus 2017

Di sela-sela mengikuti acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-24 Provinsi Aceh di Lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa (22/8/2017) mengatakan empat investor siap masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.


Investor tersebut berasal dari Singapura, Hongkong dan Malaysia. "Ada empat investor yang sudah siap masuk ke KEK Arun Lhokseumawe, mereka berasal dari Hongkong, Singapura dan Malaysia. Saat ini KEK Arun terus dipacu terutama menyangkut masalah turunan dari PP Nomor 5/2017 tentang KEK Arun," ungkapnya.

KEK Arun butuh progress sehingga Pemerintah Aceh dan dua daerah yang terletak KEK Arun yakni Aceh Utara dan Lhokseumawe terus melakukan koordinasi, baik untuk pengembangan infrastruktur, kebutuhan listrik dan lain sebagainya.

Konsorsium yang akan menangani KEK Arun saat ini, tambah Irwandi, sedang bekerja, terutama lokasi-lokasi vital untuk arus keluar masuk barang lewat pelabuhan. Empat konsorsium KEK Arun itu masing-masing PT Pelindo I, PT PIM, PT Pertamina dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) yang sedang bekerja untuk melakukan percepatan pembangunan KEK Arun.

Irwandi mengakui KEK Arun harus mendapat dukungan semua pihak, soalnya akan menjadi kawasan industri terkemuka di Aceh.

"Makanya dibutuhkan dukungan semua pihak, begitu juga masalah rasa aman terus ditingkatkan, untuk menghindarkan ketidakpercayaan investor. Sekarang sudah ada empat investor yang menyatakan akan masuk, oleh karena itu pemerintah daerah terutama Lhokseumawe dan Aceh Utara, agar memberikan layanan terbaik bagi investor, jika perlu beri insentif bagi investor biar mereka betah, karena mereka itu kan membawa uang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Irwandi juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Aceh, agar program revolusi mental Presiden Jokowi, bisa berjalan sukses di Aceh. "Apalagi Aceh sangat identik dengan Syariat Islam, makanya revolusi mental bagi masyarakat Aceh dapat berjalan sukses, terutama tata krama dalam pergaulan, pelayanan setiap orang yang mebutuhkan dan berkunjung ke Aceh," terangnya