Petrokimia Rangkul Empat Perusahaan Sumut Produksi Pupuk Organik

SuaraTani : 17 Agustus 2017

Medan-PT Petrokimia Gresik merangkul empat perusahaan daerah di Sumatera Utara (Sumut) sebagai mitra dalam memproduksi pupuk organik (petroganik) subsidi untuk memenuhi kebutuhan petani di Sumut.

Manager Pengelolaan Mitra Produksi PT Petrokimia Gresik Andri Puji Handoyo ketika dihubungi lewat seluler, Kamis (17/8/2017), mengatakan adapun keempat perusahaan yang menjadi mitra Petrokimia adalah, PT Agro Energi Indonesia, PT Agro Tani Marisi, PT Davari dan PT Prima Agro Organik.

“Empat perusahaan ini merupakan limpahan dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang diberikan ke Petrokimia. Intinya, kami hanya meneruskan perusahaan yang selama ini sudah bermitra dengan PIM,” kata Andri yang bertugas di Gresik, Jawa Timur.

Menurut Andri, selama ini pendistribusian pupuk organik untuk Sumut di bawah tanggungjawab PT PIM. Namun, sejak Juli 2017 lalu atas kebijakan PT Pupuk Indonesia (Holding Company), tanggungjawab dialihkan ke Petrokimia.

Jadi, lanjut Andri, tanggungjawab Petrokimia dalam menyalurkan pupuk subsidi menjadi bertambah. “Selama ini hanya pupuk ZA, SP-36 dan NPK Phonska. Namun sejak pengalihan itu, bertambah pupuk organik,” jelasnya.

Akan tetapi, menunggu stok pupuk organik PT PIM habis, pihaknya belum dapat mendistribusikan petroganik ke seluruh daerah di Sumut.

“Sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya, PIM masih dibolehkan mendistribusikan pupuk organik sampai stok mereka habis,” terangnya.

Namun lanjut dia, ada beberapa daerah yang stoknya sudah habis dan Petrokimia telah memasok petroganik ke daerah yang mengalami kekosongan pupuk organik.

Terkait dengan standard dari empat perusahaan tersebut, Andri mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke seluruh pabrik mitra. Dan secara umum, pabrik telah memenuhi standard Petrokimia. Sedangkan untuk kualitas pupuk yang akan diproduksi nantinya, ada yang harus dibenahi.

“Perusahaan mitra harus mengikuti standard Petrokimia baik standard proses, mutu bahan baku maupun standard quality control. Semuanya harus mengikuti standard Petrokimia,” kata Andri.

Dikatakannya, sambil menunggu mitra membenahi pabrik dan pupuknya, untuk sementara waktu pihaknya memasok petroganik dari pabrik Petrokimia di Gresik, Jawa Timur.

Staf Pemasaran Petrokimia untuk wilayah Sumut Sugianto mengatakan, pihaknya telah memasok petroganik (pupuk organik) dari Gresik sebanyak dua kali. Pengiriman pertama sebanyak 500 ton dan pengiriman kedua 1.000 ton.

Tetapi penyaluran yang masih dilakukan sebanyak 500 ton untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik yang stoknya sudah habis dan tidak diisi PIM lagi, yakni di Kabupaten Samosir, Karo dan Dairi.

“Untuk mengisi kekosongan itu, kami tetap berkordinasi dengan pihak PIM sehingga tidak terjadi tumpangtindih ataupun kelangkaan pupuk organik,” kata Sugi.

Semenetara itu, Kepala Pemasaran Wilayah Sumut PT PIM Pendi Effendi Rachmat mengatakan, September mendatang Petrokimia sudah dapat mendistribusikan pupuknya ke daerah-daerah di Sumut.

“Kami perkirakan stok pupuk organik yang ada di gudang PIM sudah habis pada bulan ini. Sehingga September Petrokimia Gresik sudah dapat mengisinya,” kata Pendi yang nantinya hanya tinggal mendistribusikan kebutuhan pupuk urea bersubsidi untuk wilayah Sumbagut