Pupuk Subsidi Langka, Petani di Aceh Utara Buru Pupuk Urea Kaltim

Go Aceh : 10 Agustus 2017

Pupuk urea bersubsidi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mulai langka di wilayah barat Kabupaten Aceh Utara. Misalnya di Kecamatan Muara Batu, Dewantara, Sawang, Nisam dan Nisam Antara.
Seperti yang disampaikan salah seorang petani di Muara Batu, Mohd Nur, kelangkaan pupuk bersubsidi itu kerap kali terjadi, bahkan hampir setiap tahunnya.

"Hampir setiap tahun langka. Saya terkadang terpaksa harus cari pupuk urea bersubsidi ke daerah lain. Kalau ada uang Rp3 juta, saya akan beli yang banyak untuk persiapan di saat-saat butuh seperti musim tanam seperti ini," kata Mohd Nur kepada GoAceh, Kamis (10/8/2017).

Mohd Nur mengaku sangat khawatir jika akibat kelangkaan pupuk itu nantinya berimbas pada gagal panen padi. Untuk itu, dia berharap persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi itu bisa teratasi.

"Kelangkaan pupuk ini bisa jadi berpengaruh terhadap gagal panen. Contohnya di saat seperti ini, sebagian petani terpaksa membeli pupuk jenis lain yang nonsubsidi untuk menyuburkan tanaman padinya. Kan tidak semua petani mampu membeli pupuk nonsubsidi yang mahal," kata dia lagi.

Salah satu pedagang eceran pupuk bersubsidi di Muara Batu, Jamali, mengatakan, jumlah kebutuhan pupuk untuk musim tanam tahun ini di Muara Batu mencapai 20 ton. Namun alokasinya tidak sampai dengan jumlah tersebut.

"Akhir-akhir ini, petani di sini terpaksa harus membeli pupuk jenis NPK merk PRIMA dengan harga Rp130 per sak. Sedangkan untuk menyuburkan benih padi yang baru disemai, petani terpaksa membeli pupuk Urea Kaltim dengan harga Rp430 ribu per sak dan Rp5 ribu per kilogramnya," sebut Jamali.

Terkait hal itu, Jamali mengaku juga belum mengetahui persis terkait kelangkaan pupuk bersubsidi itu dan penyaluran sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kecamatan (RDKK) sudah alokasikan pada bulan sebelumnya.

Hingga berita ini ditulis, GoAceh belum mendapat keterangan secara resmi dari PT PIM.