Dukung Kedaulatan Pangan, PT PIM Gelar KnowledgeSharing

Layar Berita : 26 JUli 2017

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar sharing knowladge dengan tema “Peran Strategis Industri Pupuk dalam Rangka Mendukung Kedaulatan Pangan”, Rabu (26/7/2017).

Knowledge Sharing yang digelar di Gedung Pertemuan PT PIM, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Provinsi Aceh, menghadirkan Prof. Tjipta Lesmana sebagai pembicara serta Direktur SDM dan Tata Kelola PI, Achmad Tossin, dan Direktur SDM & Umum PIM Usni Syafrizal.

Selain itu, turut hadir Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Budi Asikin, Sekretaris Perusahaan Pupuk Iskandar Muda Eddy Alyzzuddin, serta General Manager dan Manager PIM.

Direktur SDM & Umum PIM Usni Syafrizal dalam sambutannya mengatakan, pada saat sekarang, terutama masa kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah gencar-gencarnya mensupport kedaulatan pangan. Tentunya ini merupakan suatu momentum untuk mengelola dan membangkitkan kembali pabrik.

“Untuk menjadikan negara kita yang berdaulat dalam pangan, tidak bisa lepas dari dukungan pupuk. Karena pupuk merupakan salah satu bahan untuk keberhasilan pertanian,” kata Usni Syafrizal.

Namun untuk menjadi pabrik yang eksis, PT PIM memiliki tiga kendala, diantaranya harga gas yang meningkat, usia pabrik yang tua dan tata niaga gas yang terlalu panjang.

Mudah-mudahan kedepannya dengan melanjutkan pengembangan-pengembangan, PT PIM akan bisa menjadi lebih baik lagi, ujarnya.

Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia, Achmad Tossin dalam arahannya menyampaikan, acara ini merupakan program kerja Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang bertujuan meningkatkan transformasi informasi dalam rangka mendukung penerapan Good Corporate Government, serta pemetaan struktur karyawan PIM per eselon.

Sementara Prof. Tjipta Lesmana dalam paparannya menyampaikan ketahanan pangan Indonesia sangat lemah karena gemar melakukan impor dalam banyak hal, dimana pupuk merupakan ujung tombak untuk terwujudnya kedaulatan pangan.

PT PIM memiliki andil besar dalam penyediaan pupuk untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Namun melihat realita saat ini, disamping permsalahan pasokan dan harga gas, PT PIM juga memerlukan manajemen krisis yang tepat untuk memperbaiki kondisi perusahaan.

Pemimpin 75% kerjanya/kegiatannya adalah komunikasi. Pemimpin harus piawai berkomunikasi kepada staff maupun bawahan. Pemimpin juga harus bisa jadi good listener dan mempunya visi yang baik.

“Sebuah organisasi apabila ada konflik internal dapat dipastikan tidak akan maju. Untuk itu konflik internal harus segera diredakan, karena bisa mengancam keadaan perusahaan,” sebutnya.

Pemimpin harus siap menerima resiko dan berani mengambil keputusan, yang tentunya setelah mendengar dan menanyakan saran dari stafnya terlebih dahulu, pungkasnya.