Pidato Irwandi Yusuf saat Melantik Cekmad dan Sidom Peng

Go Aceh : 12 Juli 2017

LHOKSEUMAWE - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berharap sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dapat berjalan lebih baik, agar program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat segera dilaksanakan, mengingat masih banyaknya pekerjaan rumah yang harus segera dikerjakan.
Hal tersebut disampaikan Irwandi dalam sambutannya saat melantik Bupati Aceh Utara terpilih Muhammad Thaib alias Cekmad dan Wakil Bupati Fauzi Yusuf alias Sidom Peng dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Aceh Utara, di hadapan Mahkamah Syari'ah Aceh Utara, Rabu (12/7/2017).

"Semoga saudara Muhammad Thaib dan Fauzi Yusuf, dapat mengemban amanah yang maha berat ini. Saya berharap, lima tahun ke depan, akan menjadi momentum yang tepat untuk membangun Aceh Utara menjadi daerah yang lebih baik lagi. Insya Allah," ujar Irwandi.



Sebagaimana diketahui, berbagai program telah digagas Gubernur Aceh untuk mendukung visi tersebut, yaitu program Aceh Seujahtra,  Aceh SIAT, Aceh Caròng, Aceh Energi, Aceh Meugoë dan Meulaôt, Acèh Troë, Acèh Kreatif, Acèh Kaya, Acèh Peumulia, Acèh Damê, Acèh Meuadab, Acèh Teuga, Acèh Green, Acèh Seuninya, dan Acèh Seumeugot.

"Sebenarnya ada satu lagi program yang saya gagas dan sudah saya kerjakan di periode kepemimpinan saya sebelumnya, yaitu bebas pasung. Untuk program ini saya menyebutnya program Aceh hana jadeh pungo (Aceh tidak jadi gila),” ucap Gubernur Aceh periode 2007-2012 itu.

Sebagaimana diketahui, pada masa pemerintahan sebelumnya, Irwandi pernah menggagas program bebas pasung kepada para penyandang masalah kesehatan jiwa di seluruh Aceh, baik yang dijemput langsung maupun yang dijemput oleh tim dari dinas terkait.

Gubernur menjelaskan, program-program tersebut merupakan pengejawantahan dari berbagai isu yang digali dari kondisi riil masa sekarang dan kebutuhan rakyat Aceh di masa yang akan datang. "Semua program ini akan tertuang dalam RPJM Aceh."

Sesuai dengan ketentuan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh ini nantinya menjadi acuan dalam penyelenggaraan pembangunan di wilayah ini untuk lima tahun ke depan.

"Jadi harus benar-benar di bantu oleh Pemerintah Kabupaten. Nantinya, penyusunan dokumen RPJM Aceh Utara, harus mengacu kepada dokumen perencanaan pembangunan Aceh dan dokumen perencanaan pembangunan Nasional. Sehingga program yang kita siapkan akan saling bersinergi, dan mampu memberi pengaruh yang kuat bagi pembangunan daerah," kata Gubernur.

Pesan untuk Cekmad dan Sidom Peng

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan beberapa hal kepada Cekmad dan Sidom Peng, yaitu segera lakukan konsolidasi politik demi terlaksananya pemerintahan yang efektif dan iklim kerja yang kondusif.

"Saya sudah melakukan konsolidasi pasca-diumumkan sebagai peraih suara terbanyak pada pilkada lalu. Saya langsung bertemu dengan Mualem. Kenapa saya menemui Mualem? karena Mualem adalah ketua partai terkuat di Aceh saat ini," ucap Irwandi.

Irwandi mengimbau Bupati dan Wakil Bupati dapat mengikuti langkah tersebut demi menyatukan kembali perbedaan yang ada untuk dapat membawa Aceh Utara  sebagai 'Rumah Bersama' bagi seluruh rakyat di daerah ini.

"Gerbong yang menang harus mampu menarik gerbong yang kalah. Saudara berdua harus meyakinkan semua pihak bahwa kepemimpinan saudara di kabupaten ini bukan lagi kemenangan partai pengusung, tapi kemenangan seluruh rakyat Aceh Utara," kata Irwandi.

Selanjutnya, Gubernur juga berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik selalu meningkatkan kreativitas guna mendapatkan peluang untuk melakukan pembangunan yang pro-pertumbuhan, pro-lapangan kerja, pro-penurunan kemiskinan dan pro-lingkungan.

"Khusus untuk pengentasan kemiskinan, hendaknya dilakukan dengan program terkait pemberdayaan usaha mikro dan kecil dan program lain yang berpihak pada keadilan. Lahan pertanian di daerah ini cukup luas, usahakan sektor pertanian yang berjalan di Aceh Utara berbasis tekhnologi," pesan Irwandi.

Sebagai wilayah dengan posisi geografis yang sangat strategis, Irwandi mengingatkan, bahwa pengembangan investasi di kawasan ini perlu menjadi salah satu perhatian utama.

"Investor tidak akan menanamkan modalnya di sini jika tidak mendapatkan jaminan keamanan. Mari kita kabarkan dengan megah ke dunia luar bahwa Aceh adalah daerah yang aman," ucap Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan, bahwa dirinya telah menyampaikan beberapa permasalahan terkait Aceh Utara ke Presiden.

"Permasalahan Waduk Keureuto akan kita selesaikan bersama-sama. Perbaikan Bandara Malikussaleh juga akan dikerjakan oleh Pusat," ungkap Irwandi.

Selanjutnya, Dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, Gubernur mengimbau Cekmad dan Sidom Peng dapat menjalankan program reformasi birokrasi dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas serta tanggung jawab moral yang tinggi.

"Pengesahan APBK setiap tahunnya haruslah tepat waktu agar program-program pembangunan dapat dimulai lebih awal. Kita hindari pergub dan perbub terkait anggaran daerah. Bekerjalah demi rakyat karena kepemimpinan kita adalah dari dan untuk rakyat," ujar Gubernur mengingatkan.

Sementara itu, terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Irwandi berjanji akan melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap kebijakan yang telah berjalan.

Oleh karena itu, Gubernur berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tetap mendukung langkah-langkah percepatan realisasi investasi, sehingga masa depan ekonomi di wilayah ini semakin cerah.

"Saya sudah sampaikan ke konsorsium KEK, bahwa pembagian saat ini, yaitu masing-masing sebesar 25 persen untuk Aceh, PT PIM, Pertamina dan Pelindo I memang adil secara angka namun tidak memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat Aceh," kata Irwandi.

Irwandi mengungkapkan, hasil dari pertemuan tersebut, konsorsium bersedia melepas sahamny untuk Aceh. "Tahap awal Aceh akan memegang saham sebesar 51 persen. Ini masih tahap awal, targetnya kita akan menjadi pemegang saham mayoritas," ungkap Irwandi.

Terakhir, Irwandi juga mengingatkan, bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, Gubernur merupakan Wakil Pemerintah Pusat di daerah yang memiliki tugas dan wewenang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten/kota.

"Sehubungan dengan itu, saya meminta saudara senantiasa menjalin kerja sama dengan kami agar kita dapat merancang dan mensinergikan pembangunan dengan baik," ujar Gubernur mengingatkan.

"Selamat bekerja. Kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Aceh Utara, saya himbau untuk memberi dukungan bagi kepemimpinan dua tokoh ini," pungkas Irwandi.

Cekmad Minta Dukungan

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, dalam sambutannya usai dilantik menegaskan, bahwa tidak ada lagi pengkotak-kotakan pascapilkada.

"Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan dari para mantan calon yang secara bersama-maju dalam kontestasi pilkada lalu dan seluruh masyarakat selama periode kedua pemerintahan saya," ujar Cek Mad.

Cek Mad juga menegaskan, siap menjadi pembantu Gubernur dalam melayani masyarakat.

"Kami siap mendukung visi-misi Gubernur dan mengkolaborasikannya dengan visi-misi kami. Mari bersatu membangun Aceh Utara yang lebih baik lagi," ajaknya seraya menyebutkan, Aceh Utara aman, nyaman dan sangat welcome untuk investasi. (*)