Irwandi Paparkan Proyek Strategis Aceh

Serambi Indonesia : 12 Juli 2017

* Dalam Rapat Terbatas di Depan Presiden

JAKARTA - Rapat Terbatas (Ratas) Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/7) siang, dipimpin Presiden Joko Widodo. Ratas itu dilaksanakan setelah Gubernur, Wakil Gubernur, Pimpinan DPR Aceh, Wali Nanggroe, dan sejumlah ulama Aceh dijamu makan siang oleh Presiden Jokowi di tempat yang sama.

Di hadapan Presiden dan sejumlah menteri terkait, Gubernur Irwandi Yusuf menyampaikan bahwa di Aceh terdapat tujuh proyek strategis, yaitu pembangunan jalan bebas hambatan dan jalan tol Aceh, Bendungan Keureutoe, Bendungan Rumah, Bendungan Tiro, Daerah Irigasi Lhok Guci, Daerah Irigasi Jambo Aye Kanan, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Menurut Gubernur Irwandi, masih terdapat sejumlah kendala, antara lain, pengadaan tanah untuk jalan tol. Untuk item ini, dokumen perencanaan dan pengadaan lahannya masih dalam proses penyempurnaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Perlu percepatan proses perbaikan sekaligus pengesahan dokumen DPPT,” ujar gubernur.

Untuk Bendungan Keureutoe, lanjut Irwandi, dibutuhkan koordinasi lebih intensif lagi antara Balai Wilayah Sungai Aceh dan pemerintah provinsi dengan Pemkab Aceh Utara untuk percepatan ganti rugi.

Mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Gubernur Irwandi menyatakan segera menindaklanjuti pembentukan kontak join venture antara konsorsium PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), pembentukan sekretariat KEK Daerah dam pembentukan administratur.

Dalam rapat itulah, Gubernur yang didampingi Wagub Nova Iriansyah juga menyampaikan sejumlah proyek strategis Aceh lainnya, meliputi pembangunan terowongan Geureutee, Pembangunan Jalan Banda Aceh Quter Ring Road, Normalisasi Flood Way Krueng Aceh, Pengendalian Banjir Sungai Singkil, Kereta Api Aceh, dan Sail Sabang.

“Kesemuanya itu butuh dukungan kementerian terkait, usaha dan kerja keras kita, dan koordinasi untuk mewujudkannya,” ujar Irwandi.

Dijamu Presiden
Mengenakan seragam dinas pelantikan putih-putih, Gubernur dan Wagub Aceh, Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, kemarin dijamu makan siang oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, bersama-sama dengan Pimpinan DPR Aceh, Wali Nanggroe, dan ulama.

“Ini semacam pengukuhan kami sebagai pemimpin Aceh yang baru, setelah pelantikan di Banda Aceh. Kan, hanya kami yang tidak dilantik Presiden. Berbeda dengan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada serentak lainnya,” kata Gubernur Irwandi kepada Serambi.

Ikut hadir dalam jamuan makan siang itu, Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin, bersama tiga Wakil ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda, Teuku Irwan Djohan, dan Dailami. Juga ada Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haythar, ulama Aceh Abu Madinah, pimpinan Dayah Babunnajah Ulee Kareng Banda Aceh. Pertemuan itu sedianya juga diikuti oleh sejumlah ulama Aceh lainnya, namun terlambat karena pesawat yang menerbangkan mereka dari Aceh telat tiba di Jakarta.

Pertemuan itu ditutup dengan makan siang. Tapi sebelumnya, Gubernur Irwandi menyerahkan buku Kapten Teungku Agam kepada Presiden Jokowi. Buku itu berisi kisah hidup Gubernur Irwandi, sejak kecil sampai tampil menjadi tokoh Aceh. Ketika menyerahkan buku, Irwandi menerangkan bahwa buku itu memuat kisah kekonyolan dirinya. “Ini kisah kekonyolan saya, sejak kecil hingga sekarang,” ucap Irwandi.

“Presiden hanya tertawa, mendengar keterangan saya itu,” sambung Irwandi. Buku itu dibuat kata pengantarnya oleh penyair dan jurnalis Fikar W Eda. Ditulis oleh Teuku Ahmad Dadek (Ketua Dewan Kesenian Aceh Barat yang juga Kepala Bappeda Aceh Barat), Murizal Hamzah (penulis buku biografi Hasan Tiro dan Zaini Abdullah), serta Miswar Fuady (aktivis lembaga kemanusiaan dan demokrasi).

Laporkan hasil
Dalam pertemuan itu, Gubernur Irwandi juga melaporkan rangkaian kegiatan yang dijalani setelah dilantik sebagai pemimpin Aceh yang baru. “Saya laporkan pekerjaan kami selama sepekan jadi gubernur dan wakil gubernur, termasuk melakukan pelantikan sejumlah bupati dan wali kota di Aceh,” ujar Irwandi.

Irwandi juga menyampaikan tentang perlunya penambahan daya listrik di Aceh. Ia menawarkan tambahan daya dengan mendatangkan kapal apung. “Alhamdulillah, Presiden memberi respons positif. Segera setelah ini saya akan menemui Dirut PLN,” ujarnya.

Hal lain yang dilaporkan adalah pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Gubernur menyatakan, rakyat Aceh tak ingin lagi direcoki oleh urusan-urusan administrasi yang berbelit dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. “Kita ingin soal BPJS ini diringankan prosesnya. Saya sampaikan bahwa kita sudah bahas ini dengan Kepala BPJS Kanwil Aceh,” tambah Gubernur Irwandi.

Aman bagi investasi
Saat memberikan arahan, Presiden Jokowi kembali mengingatkan agar Gubernur dan Wagub Aceh yang baru mampu mengubah imej Aceh sebagai daerah yang aman dan nyaman bagi investasi.

Presiden juga mengingatkan pemimpin Aceh yang baru agar mengoptimalkan pemanfaatan Dana Otsus, sehingga tepat sasaran. Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin memang dalam kesempatan itu sempat menyinggung agar dana Otsus Aceh bisa berlangsung selamanya. “Tidak lagi dibatasi selama 20 tahun,” katanya.

Wakil Ketua DPR Aceh, Sulaiman Abda mengingatkan pemerintahan Aceh yang baru agar menyikapi serius perihal Dana Otsus tersebut.

“Dana Otsus akan berakhir pada 2027. Lima tahun terakhir besarannya tinggal 1%. Harus dipikirkan pembukaan lapangan kerja, sehingga begitu Dana Otsus berakhir, ada antisipasi,” ujar Sulaiman Abda.

Ulama Aceh, Abu Madinah mengaku gembira ikut diundang dalam pertemuan itu. “Kepada Presiden kita ingatkan agar membuka kuota tambahan bagi jamaah haji Aceh, sehingga memperpendek daftar tunggu,” sebut Abu Madinah yang duduk di kursi roda.

Ia juga mengingatkan Presiden untuk tetap memperhatikan lembaga pendidikan dayah di Aceh sebagai lembaga yang ikut berkontribusi melahirkan sumber daya manusia di Aceh.