KEK Lhokseumawe Proyek Strategis

Serambi : 19 Februari 2017

BANDA ACEH - Setelah sempat dikeluarkan dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Komisi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) bersama 17 proyek lainnya di Indonesia, proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe akan dimasukkan kembali dalam PSN.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Aceh Ir Arifin Hamid menyampaikan hal ini kepada Serambi, Minggu (19/2). Menurutnya pengembalian ini setelah Pemerintah Aceh protes kepada KPPIP. “Apalagi Peraturan Pemerintah (PP) tentang KEK Lhokseumawe ini tinggal menunggu tanda tangan presiden,” kata Arifin.

Menteri Perekonomian Darmin Nasution sebagai Ketua KEK Nasional, kata Arifin Hamid sudah menyetujui bekas kawasan PT Arun, PT PIM, PT AAF, PT KKA itu dijadikan KEK Lhokseumawe. Persyaratan untuk ditetapkan menjadi KEK sudah dipenuhi, bahkan draf PP, menurut informasi terakhir sudah di meja kerja Presiden Joko Widodo untuk ditanda tangani.

Arifin mengatakan pada bulan lalu, pengoperasional KEK Lhokseumawe ini sudah ditandatangani nota kesepahaman antara PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pelindo, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) di Jakarta. “Ketika KEK Lhokseumawe ini nanti beroperasi, maka akan menjadi salah satu solusi pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran di Aceh,” kata Arifin.

Hal ini juga seperti disampaikan Asisten II Setda Aceh Zulkifli Hasan dan Kepala Bappeda Aceh Azhari Hasan. Pasalnya dalam kawasan itu akan dibangun berbagai industri, antara lain PT PIM akan membangun pabrik pupuk NPK. Untuk mendukung program ini ini, PT PLN juga akan melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) tahun ini yang berkapasaitas 250 mega watt (MW).

Sebelumnya, untuk mengatasi defisit dan krisis arus listrik di wilayah pantai timur dan utara Aceh, PLN sudah membangun PLTMG 186 MW di area PT Arun dan pengoperasiannya sudah diresmikan Presiden Joko Widodo, Februari 2016.

Dikonfirmasi terpisah kemarin, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, T Syakur mengatakan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 250 MW di bekas areal PT Arun itu dilaksanakan tahun ini. Menurutnya, lelang sudah dilakukan akhir 2016 dan bulan ini sudah ada pemenangnya. “Sekarang ini rekanan yang menjadi pemenangnya sedang membersihkan lahan untuk pembangunan gedung dan kantor operasi Proyek PLTMG Arun II sebesar 250 MW itu di dekat lokasi proyek PLTGM Arun I,” jawab T Syakur.