PT PIM Menuju Proper Hijau 2017

Go Aceh : 02 Februari 2017

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Aceh melakukan bimbingan teknis menuju Proper Hijau. Kegiatan berlangsung di lingkungan pabrik PIM, Krueng Geukueh, Aceh Utara, Kamis (2/2/2017).

"Sebagaimana kita ketahui beberapa bulan lalu, kita menghadapi beberapa cobaan, tapi Alhamdulillah dengan lingkungan dan bimbingan dari Dinas Lingkungan Hidup dalam tiga periode terakhir PT PIM telah memperoleh Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujar Sekretaris Perusahaan (Sekper) PIM, Eddy Alyzzuddin.

Sebagai Informasi bahwa pada 2015-2016, PIM sudah masuk kategori direncanakan untuk mendapat Propel Hijau. "Tetapi kalau kita masih mengoperasikan pabrik ini tidak sesuai standart operating prosedure (SOP) yang ada, karena kemarin pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup banyak sekali catatan dan rekomendasi terhadap PIM," kata Eddy.

Pada 2017 ini, PIM berupaya untuk mempertahankan apa yang sudah dimiliki. Tetapi PIM juga berusaha untuk meraih Properti Hijau. Supaya perusahaan ini berkaitan dengan penanganan lingkungan. "Untuk itu, kami dari manajemen perusahaan meminta bimbingan apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan operasi pabrik sesuai ketentuan di Dinas Lingkungan Hidup," harapnya.

Menurutnya, PIM tidak pernah melakukan keteledoran dengan sengaja untuk melakukan pencemaran lingkungan. "Yakinlah, bahwa masyarakat yang ada di lingkungan PIM adalah saudara-saudara kita juga, tidak mungkin pekerja yang ada di pabrik dengan sengaja melepaskan dan ini juga sudah kita sampaikan ke kepolisian. Supaya kita betul-betul menciptakan lingkungan yang asri. Semoga apa yang kita rencanakan tahun ini memperoleh Proper Hijau bisa kita peroleh," ujar Eddy Alyzzuddin.

Sementara itu, perwakilan dari Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Wiyono mengatakan, Kegiatan Proper Hijau ini merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup yang dijalankan secara konsisten dengan menilai perusahaan-perusahaan setiap tahun.

Prinsip dasar dari penilaian Proper yakni, mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Proper biru bersifat parsial pada aspek lingkungan, sementara Proper beyond compliance bersifat komprehensif yang melibatkan kegiatan dari hulu sampai ke hilir di perusahaan, sehingga dituntut keterlibatan seluruh bagian di perusahaan untuk keberhasilannya.

Tujuan penerapan instrumen Proper adalah untuk mendorong peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui penyebaran informasi kinerja penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Guna mencapai peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Ada dua kriteria penilaian Proper untuk sistem manajemen lingkungan (PERMENLH Nomor 05 Tahun 2011), yaitu :
1. Kriteria penilaian ketaatan berupa Proper Biru berarti perusahaan telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan sesuai dengan ketentuan. Proper Merah belum taat, dan Proper Hitam berarti secara sengaja tidak melakukan upaya pengelolaan lingkungan dan berpotensi mencemari lingkungan.

2. Kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan berupa Proper Hijau dan Emas. Proper Emas berarti perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan, telah melakukan upaya 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery), menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, dan melakukan upaya-upaya yang berguna bagi kepentingan masyarakat pada jangka panjang.

Sedangkan Proper Hijau berarti perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan, telah mempunyai sistem pengelolaan lingkungan, melakukan upaya 4R, mempunyai hubungan yang baik dengan masyarakat.

Prinsip dasar pelaksanaan sistem manajemen lingkungan, yaitu melakukan pengelolaan lingkungan yang berbasis green company (perusahaan hijau). []

 

Pada 2017 ini, PIM berupaya untuk mempertahankan apa yang sudah dimiliki. Tetapi PIM juga berusaha untuk meraih Properti Hijau. Supaya perusahaan ini berkaitan dengan penanganan lingkungan. "Untuk itu, kami dari manajemen perusahaan meminta bimbingan apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan operasi pabrik sesuai ketentuan di Dinas Lingkungan Hidup," harapnya.

Menurutnya, PIM tidak pernah melakukan keteledoran dengan sengaja untuk melakukan pencemaran lingkungan. "Yakinlah, bahwa masyarakat yang ada di lingkungan PIM adalah saudara-saudara kita juga, tidak mungkin pekerja yang ada di pabrik dengan sengaja melepaskan dan ini juga sudah kita sampaikan ke kepolisian. Supaya kita betul-betul menciptakan lingkungan yang asri. Semoga apa yang kita rencanakan tahun ini memperoleh Proper Hijau bisa kita peroleh," ujar Eddy Alyzzuddin.

Sementara itu, perwakilan dari Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Wiyono mengatakan, Kegiatan Proper Hijau ini merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup yang dijalankan secara konsisten dengan menilai perusahaan-perusahaan setiap tahun.

Prinsip dasar dari penilaian Proper yakni, mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Proper biru bersifat parsial pada aspek lingkungan, sementara Proper beyond compliance bersifat komprehensif yang melibatkan kegiatan dari hulu sampai ke hilir di perusahaan, sehingga dituntut keterlibatan seluruh bagian di perusahaan untuk keberhasilannya. - See more at: https://www.goaceh.co/berita/baca/2017/02/02/pt-pim-menuju-proper-hijau-2017#sthash.nFHOLZHB.dpuf