Pemerintah Usul Arun Lhokseumawe Jadi KEK

Metrotvnews.com : 30 JANUARI 2017

Pemerintah akan menambah jumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satunya yakni KEK Arun di Lhokseumawe, Aceh. Penambahan ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian daerah setempat dan nantinya mendukung perekonomian secara nasional.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, serta perwakilan k/l lainnya memutuskan usulan Arun sebagai KEK.

Darmin mengatakan, Arun yang diusulkan dari konsorsium PT Pertamina, PT Pupuk Iskandar Mudah, PT Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) sudah memenuhi syarat untuk memenuhi KEK dan siap dibawa ke meja Presiden Joko Widodo.

"Sudah lengkap semua persyaratan. Jadi kami setuju dan kami akan kirim ke Presiden," kata Darmin, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

Arun merupakan salah satu dari tiga nama yang diusulkan. Sementara dua usulan lainnya yakni Galang Batang di Bintan dan Tula Asem di Karimun Jawa. Untuk keduanya, lanjut Darmin, masih perlu dievaluasi pemerintah.

"Galang Batang belum kami setujui. Tula Asem belum, masih ada persoalan hutan dan lainnya, saya bilang dibereskan dulu deh karena menyangkut tanah," ujar Darmin.

Dirjen Perwilayahan Industri Kemenperin Imam haryono menambahkan KEK Arun nantinya akan bergerak dalam lima bidang industri bisnis. "Ada lima energi migas, hilirisasi petrokimia, agro industri pendukung ketahanan pangan, logistik, serta industri penghasil kertas kantong atau kertas seme," jelas Imam.

Nilai investasi dari proyek ini yakni sebesar USD3,8 miliar atau sekitar Rp50,54 triliun (kurs Rp13.300 per USD). Luas KEK ini yakni 2622,48 hektare (ha) dan diproyeksi bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang dalam 10 tahun.