Pemprov Aceh Dukung Akuisisi PT AAF

SERAMBI INDONESIA : 3 JANUARI 2017

* Oleh PIM untuk Rencana Jangka Panjang hingga 2021

Kepala Badan Investasi dan Promosi (Baiprom) Aceh, Iskandar Zulkarnaen mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh mendukung akuisisi atau ambil alih oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) terhadap PT Aceh ASEAN Fertilizer (PT AAF) di Aceh Utara yang sudah berhenti beroperasi sejak 2004. Langkah itu dinilai strategis untuk membangkitkan perekonomian Aceh.

Iskandar menyampaikan hal ini ketika menjawab Kompas.com, Senin (2/1), menanggapi wacana jangka panjang PIM hingga 2021 yang menargetkan dengan dana pinjaman Rp 4 triliun dapat menghidupkan PT AAF sehingga dapat memproduksi berbagai jenis pupuk, seperti disampaikan Dirut PIM Achmad Fadhiel dalam kegiatan pengantongan urea akhir 2016 dan awal 2017, di Pabrik PIM, Sabtu (31/12) malam, sebagaiman diberitakan Serambi kemarin.

“Pemerintah Aceh menyambut baik rencana akuisisi AAF ke PIM. Ini membawa angin segar bagi pertumbuhan investasi di kawasan itu,” kata Iskandar.

Menurutnya, setelah berakhirnya era kejayaan minyak dan gas Aceh, industri PIM menjadi industri terbesar di Aceh. Akuisisi perusahaan itu juga berdampak mengentaskan angka pengangguran. Setidaknya satu pabrik pupuk bisa menampung 300 orang-500 orang pekerja.

Dia menegaskan, Pemerintah Aceh percaya PIM akan mampu merealisasikan harapan pemerintah sebagai pemasok pupuk kawasan Sumatera dan Kalimantan. “Apalagi jika akuisisi berjalan dengan baik, maka produksi pupuk terpenuhi dan pada waktu bersamaan ekonomi akan tumbuh di kawasan itu,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT PIM akan mengakuisisi PT AAF dalam tahun ini. Manajemen perusahaan plat merah itu berharap proses akuisisi selesai April 2017.

Sedangkan dalam pemberitaan Serambi kemarin yang mengutip keterangan Dirut PIM Achmad Fadhiel dalam kegiatan pengantongan urea akhir 2016 dan awal 2017, di Pabrik PIM, Sabtu (31/12) malam, selain untuk rencana jangka panjang itu, PT PIM juga menargetkan bisa mengoperasikan satu lagi pabrik untuk memproduksi urea paling lambat 1 Juni 2017. Jika pabrik tersebut beroperasi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 300 orang.

Kemarin, Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh, Iskandar Zulkarnaen juga mengatakan langkah akuisisi sejalan dengan program Pemerintah Aceh bersama BUMN dan BUMD yang mengajukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe ke pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh bersama Pertamina, PIM dan Pelindo 1 sudah mengajukan kawasan industri Lhokseumawe di areal Eks PT Arun, kawasan PIM, AAF, Pelindo1 dan KKA nantinya menjadi KEK Lhokseumawe,” jelasnya.

 

http://aceh.tribunnews.com/2017/01/03/pemprov-aceh-dukung-akuisisi-pt-aaf