PIM Lampaui Target Produksi

ANALISA : 1 JANUARI 2017


PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Lhokseumawe mampu memproduksi pupuk urea melampaui target yang di­te­­tapkan pada 2016.

Hal itu disampaikan Direk­tur pro­duksi, Teknik dan men­­jawab pers pa­da pengan­to­ngan pupuk penutup ta­hun 2016 dan memasuki 2017, di ruang direksi PIM, Sabtu (31/12) malam.

Didampingi Direktur Utama, Ach­mad Fadhiel dan jajaran direksi lain­nya, Dwi Satriyo menyebutkan pada 2016, PIM manargetkan pro­duksi pu­puk urea sebanyak 300.000 ribu ton, na­mun realisasinya men­capai 397.­322 ton atau 102, 4 persen

Sementara  produksi amo­niak han­ya  tercapai 239.329 ton atau 95,7 per­sen dari target 250.000 ton. Khu­sus amoniak tidak begitu fo­kus bagi PIM, karena hanya untuk pemakaian intern PIM bagi bahan baku  pupuk urea.

Dua Pabrik

Direktur Utama PIM, Ahmad Fa­dhiel menje­las­kan, pada 2017 pihak­nya akan meng­operasikan dua pabrik se­kaligus mening­katkan produksi pu­puk urea dan amoniak. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi untuk wilayah Su­ma­tera, dan mening­katkan pen­jualan pupuk non subsidi ke Kalimantan dan sebagian daerah di pulau Sumatera.

Diakuinya selama ini PIM hanya mengoperasikan satu pabrik, yaitu PIM -2, namun pada bulan Juni men­da­tang, akan menghidupkan pabrik PIM -I. Diharapkan  April, re­­ha­bilitasi pabrik bisa segera rampung dan pada Juni pa­brik mulai start-up serta bulan Juli beroperasi penuh untuk pabrik PIM-1.

Tentang ketersediaan gas tahun  ini  untuk kebutuhan dua pabrik terse­but, Ah­mad  menyatakan, gas tidak men­jadi kendala, karena  PIM dengan Pertamina sudah me­nan­da­tangani nota kese­pa­haman atau MoU beberapa wak­tu lalu.

“Pertamina sepakat pe­nam­bahan pa­­sokan gas untuk operasional pabrik PIM -1 yang akan di­hidupkan kem­bali”, ujarnya.

Dia mengajak jajarannya memberi dukungan pe­nuh bagi pengembangan  PIM ke­ depan. Selama ini PIM sangat ke­tinggalan dibanding pabrik pupuk lainnya di tanah air, baik dari segi  pro­duksi maupun  pengem­ba­ngan pe­ru­sahaan ini.

“Pada kisaran tahun 1990-2000, PIM sebuah perusa­haan pupuk yang  bagus dengan kapasitas produksi  ter­tinggi dibandingkan pa­brik pupuk lain­nya. Dulunya bisa kenapa seka­rang tidak bisa,”  tambah Ahmad .

Ditanyakan  tentang pe­nyerapan te­naga kerja, dia me­nyebutkan tenaga kerja akan  lebih  banyak jika PIM-1 beroperasi. Pihaknya  telah melakukan langkah-langkah untuk penambahan tenaga kerja, antara lain melalui pela­tihan dan latihan sekitar  100  pemuda tamatan SMA.

“Diharapkan mereka men­jadi tena­ga operator. Bahkan kita mendidik lu­lusan D3 atas  kerjasama dengan Po­liteknik Negeri Lhokseu­mawe. Se­dangkan lulusan S1, PIM akan beker­jasama dengan Unsyiah Banda Aceh,” jelas Ahmad.

Terkait  target produksi pupuk pada 201, dia me­ngatakan dengan berope­ra­sinya dua pabrik pupuk ini, pihaknya me­nargetkan produksi pupuk urea se­banyak 650.000 ton dan amo­niak 447.000  ton per  tahun.