Ini Cara PIM Memastikan Gas untuk Bahan Baku

KOMPAS : 1 JANUARI 2017

PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) kerap mengalami kendala kekurangan gas sebagai bahan baku untuk memproduksi pupuk urea.

Hingga saat ini, perusahaan itu hanya mengoperasikan satu pabrik dari dua pabrik yang ada.

Untuk mengatasi kekurangan gas tersebut, PT PIM menandatangani kerja sama ketersediaan gas dengan PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) agar terjamin.

“Penandatanganan kerja sama dengan Pertamina sudah dilakukan. Selain itu kami bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) turut membantu mencari sumber gas lain di Aceh. Ini sedang survei-survei,” kata Direktur Utama PT PIM Achmad Fadhiel, Minggu (1/1/2017).

Dia memastikan, dalam Februari 2016 ini, pabrik PIM 2 sudah beroperasi kembali. Hal ini seiring dukungan pemerintah lewat Peraturan Menteri ESDM No 40/2016 tentang harga gas industri tertentu.

Dalam aturan itu disebutkan, harga jual gas untuk PIM yaitu 6 dollar AS per MMBTU.

“Kami ingin masalah gas dalam jangka panjang teratasi. Selain dukungan pemerintah, kita ingin gas itu terjamin dengan baik. Sehingga produksi tak ada masalah,” sebutnya.

Untuk mengoperasionalkan PIM 2, sambung Fadhiel, pihaknya sedang merekrut ratusan karyawan bekerja sama dengan Universitas Syah Kuala dan Universitas Malikussaleh, Aceh.

“Nanti mereka akan ditempatkan di pabrik PIM 2. Semoga ini bisa terealisasi semuanya,” pungkasnya.[]

 

http://ekonomi.kompas.com/read/2017/01/01/173000326/ini.cara.pupuk.iskandar.muda.memastikan.gas.untuk.bahan.baku.