Pangdam IM Audiensi dengan Direksi PT PIM

Selasa, 29 November 2016

Dalam audiensi tersebut, Direktur Utama PT. PIM Ahmad Fadil mengatakan saat ini PIM bersinergi dengan Pertamina ingin mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe. PIM juga memproduksi pupuk urea.

“Kalau dulu ada kendala dalam proses produksi kami dalam masalah gas, akan tetapi saat ini sudah dapat diatasi. PIM bersinergi dengan Pertamina ingin mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Lhokseumawe. Kedepan, pabrik yang ada sekarang akan ditambah menjadi dua,” katanya.

Ia mengatakan, arah pengembangan menjadi Cluster Petrokimia. Rekrutmen tenaga kerja agar dilatih bela Negara selama 2 bulan di Rindam IM. Kemudian OJT selama 6 bulan, dan nanti akan dipilih yang terbaik.

“Kita rencana akan bikin dapur bekerjasama dengan LHI. Sehingga pedagang-pedagang makanan di pinggir jalan itu menjadi bersih dan juga terlatih bela Negara,” sambungnya.

Setiap pengangguran anak-anak muda di Aceh akan direkrut dan dilatih Bela Negara di Rindam IM dan akan dilihat dimana bakatnya, apakah bakatnya sebagai penjual makanan, kerja di bengkel, tukang cukur dan lain-lain.

“Rencananya,  Bulan depan ada sekitar 30 orang, dan bulan April atau Mei sekitar 100 orang yang siap dilatih bela Negara,” katanya.

Direktur Utama PT. PIM Ahmad Fadil berharap dengan bermodalkan sertifikat pelatihan bela Negara tersebut, bisa menumbuhkan rasa cinta tanah air sehingga mendapat melatih kedisiplinan. Selain itu menjadi pelopor kedisiplinan bagi setiap karyawan dan bermental baja. Sehingga perlu adanya sinergi antara PT. PIM dan Kodam IM.

“Kami berharap Kodam dapat memberikan ACC dan nilai dari 100 orang tersebut, hasil pelatihan di Rindam tersebutsb apakah cocok untuk bekerja di PT. PIM atau di tempat kerja yang lain. Mohon diberikan rekomendasi, cocoknya dibagian apa,” Pungkas Direktur Utama PT. PIM Ahmad Fadil.
 

sumber : http://www.kodam-im.mil.id/2016/11/29/pangdam-im-audiensi-direksi-pt-pim/