PIK PIM Beri Pelatihan Merajut Benang

ANALISA : 09 AGUSTUS 2016

Lhokseumawe, Persatuan Istri Keluarga PT PIM (PIK PIM), Jumat (5/8) memberikan pelatihan kepada ibu-ibu dan remaja putri desa binaan PT PIM. Dalam siaran pers PT. PIM yang diterima Analisa, Senin (8/8) menyebutkan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerja sama antara PIK PIM dengan Humas PT PIM di Gedung Serbaguna PT PIM. Kegiatan intinya merajut benang untuk membuat tas, alas meja, bros, gantungan kunci dan berbagai souvenir dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang dari enam desa dan satu dusun.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan potensi diri para ibu rumah tangga dan remaja putri untuk menciptakan wanita-wanita yang mandiri dalam bidang ekonomi nantinya. Disebutkan, pelatihan tersebut berlangsung selama dua bulan dengan jadwal satu minggu dua kali. Bertindak sebagai pelatih Evi Wedi dan Nana Dicky dari PIK PIM yang cukup berpengalaman dalm pembuatan tenunan dari benang.

Ketua PIK PIM, Ny. Achmad Fadhiel dalm sambutannya mengungkapkan, pelatihan merajut ini merupakan wujud kepedulian pihaknya untuk mengembangkan potensi masyarakat lingkungan agar dapat lebih mandiri dan pada suatu saat nanti ibu-ibu peserta pelatihan bisa membuat kerajinan tersebut lebih baik lagi.

“Ibu adalah orang-orang hebat yang bisa memberikan contoh untuk masyarakat di sekitar tempat tinggal, bisa melatih teman-teman yang lain, tetangga, keluarga dan menjadikan hasil karya sebagai nilai tambah atau pendapatan tambahan keluarga,”katanya.

PIK PIM, ungkapnya, juga berkeinginan untuk melatih ibu-ibu dan remaja putri dibidang yang lain setelah sebelumnya juga sudah pernah menggelar pelatihan membuat kue dan pembuatan tas dari daun pandan.

Salah seorang peserta, Hj. Zuhera H. Rasyid (53) dari Gampong Tambon Tunong mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka untuk menambah penghasilkan suami, menghilangkan rasa bosan dan stres serta yang lebih penting lagi adalah melatih otot syaraf otak agar tidak cepat pikun. “Kami sangat mengharapkan pelatihan ini dapat berkelanjutan,” katanya.