Jokowi : Tol Aceh Dimulai Tahun Ini

SERAMBI INDONESIA : 03 JUNI 2016

Lhokseumawe, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pembangunan jalan tol Trans-Sumatera untuk wilayah Aceh akan dimulai akhir tahun ini. Tapi untuk mewujudkannya dibutuhkan peran aktif dari Gubernur Aceh dan seluruh Bupati / Wali Kota, terutama dalam pembebasan lahan.

Hal itu diungkapkan Kepala Negara saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis (2/6) pagi.

Menurut Jokowi, untuk pemabangunan tol Trans Sumatera di Wilayah Lampung sudah mulai dikerjakan sejak setahun lalu. Dia berharap pembangunan tol Aceh bisa dimulai akhir tahun ini, sehingga dari arah barat dibangun, dari timur pun dibangun. Lalu nntinya bersambung di tengah-tengah.

Begitupun, Presiden Jokowi mengharapkan agar pembangunan tol bisa segera dimulai di Aceh tahun ini. Untuk itu, perlu ada peran aktif dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di provinsi.

Dana untuk pembebasan lahan, kata Jokowi, dibiayai oleh pusat. Namun Pemerintah daerah diharapkan perannya aktif mengimbau dan mengajak masyarakat agar mau melepaskan lahan yang akan dijadikan lintas tol. “Andaipun duit ada, tapi tidak bisa dikerjakan karena terhambat pembahasan lahan, ya sama saja, “ jelasnya.

Menurutnya, persoalan yang sering timbul di lapangan selama ini adalah pembebasan lahan untuk pembangunan.

“Pengalaman saya masalah ring road di Jakarta. Sudah 14 tahun terhenti pembangunannya, padahal hanya tinggal 1,5 Kilometer lagi. Hal ini akibat 143 keluarga tak mau pindah. Namun saat saya memimpin Jakarta, saya lakukan pendekatan, diberi pengertian dan penjelasan tentang pembangunan tersebut. Hasilnya, empat bulan selesai dikerjakan,” jelasnya.

Kurang Listrik

Presiden juga menyinggung bahwa setiap provinsi atau kabupaten/kota yang dia kunjungi, persoalan yang dihadapi warganya semua sama, yakni kekurangan arus listrik. Oleh karenanya, terus dicarikan solusi dengan cara membangun PLTMG seperti yang diresmikan kemarin.

“PLTMG adalah upaya untuk mengatasi kekurangan arus listrik di Aceh. Untuk bisa dioperasikan, pembangunan rekonstruksinya tiga bulan dan mesinnya membutuhkan waktu hanya enam bulan,” ujarnya.

Tapi, menurut Jokowi, dengan selesainya PLTMG berkapasitas 184 MW itu, maka masih ada pembangunan PLTMG lanjutan yang berkapasitas 250 MW lagi, sehingga Aceh tak kekurangan energi listrik lagi. Apalagi sudah dibantu dengan pembangunan pembangkit listrik mikro di sejumlah titik, seperti Peusangan dan Seulawah.

Proyek Vital

Presiden Jokowi juga berkomitmen bahwa sejumlah proyek vital yang sudah terbengkalai puluhan tahun di Aceh akan dihidupkan kembali, seperti PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) dan juga memaksimalkan PT Pupuk Iskandar Muda.